Apa yg disampaikan oleh Pak Lukman adalah benar. Walau demikian mungkin
beberapa anggota disini rada bingung menangkapnya.

Saya coba berikan tambahan penjelasan agar tidak bingung.

Analisa di saham itu ada dua:
1. Analisa reportase: yaitu analisa yg mencoba menjelaskan kira2 kenapa
suatu saham itu naik, kenapa suatu saham itu turun. Jadi, analisanya adalah
terhadap sesuatu yang telah terjadi.
2. Analisa prediksi: yaitu analisa yang mencoba memperkirakan harga saham di
masa mendatang alias memperkirakan sesuatu yang belum terjadi berdasarkan
asumsi2 tertentu, bisa mengacu kepada data/kebiasaan masa lalu, juga bisa
terhadap sesuatu yg akan datang.

Dua jenis analisa di atas sama2 bisa dilihat secara FA maupun TA.

Untuk keperluan trading, maka trader umumnya lebih membutuhkan analisa
prediksi.

Itu sebabnya, saya diberbagai pelatihan dan juga di milis saham ini sering
mengingatkan bila ingin trading (sering buy and sell), fokuslah dengan
grafik. Tapi bila ingin investing, maka caranya adalah dengan mencari
valuasi wajar harga saham suatu emiten dengan mengacu pada data2 seperti
laporan keuangan dll dan bukan pada grafik.

Umumnya, orang suka mencampuradukan kedua hal ini, TA dan FA, sehingga
akhirnya jadi bingung sendiri, dan terlebih lagi jadi salah mengambil
keputusan. Misalkan, niat awalnya trading, masuk berdasarkan grafik, lalu
tiba2 harga turun dan dalam posisi loss, maka trader tersebut tiba2 bisa
bicara soal fundamental dan laporan keuangan untuk dijadikan alasan hold
saham tersebut. Lalu ketika saham tersebut turun terus sampai menembus level
psikologis trader tersebut untuk hold, maka bisa jadi dia akhirnya cut loss
dengan mengambil alasan grafiknya sudah mengerikan.  Dan dia pun jadi
bingung, pakai TA salah, pakai FA juga salah. Padahal, kesalahannya lebih
kepada dia mencampuradukan penggunaan TA dan FA yang tidak tepat dan memang
sebaiknya tidak dicampur2 seperti itu penggunaannya.

Di pelatihan saham, juga sering saya katakan bahwa trading/investing mau
pakai tenknik analisa apapun, sah2 saja. Karena pada akhirnya toh kita cari
cuan, bukan soal benar tidaknya teknik yang digunakan. Mau ngandelin koin
keberuntungan pun, oke2 saja, kalau memang data nya menunjukkan kita lebih
sering cuan dengan lempar koin keberuntungan seperti punya Paman Gober. Ini
contoh ekstrimnya :)

Untuk kasus Pak  Lukman dulu waktu di pelatihan juga sama. Setelah beliau
banyak bertanya soal analisa grafik, termasuk permasalahan nya selama
trading, plus ditambah pas ngobrol2 saat makan siang di pelatihan tersebut,
akhirnya saya menganalisa bahwa potensinya Pak Lukman ada di analisa
fundamental. Gaya trading/investing nya lebih cocok pakai pendekatan analisa
fundamental. Itu sebabnya, setelah selesai makan siang dan kembali ke
pelatihan  (kalau tidak salah ingat), saya menyampaikan bahwa Pak Lukman
potensinya ada di analisa fundamental. Beliau tidak cocok menggunakan
analisa grafik. Lalu saya sarankan kepada beliau untuk meninggalkan dan
melupakan analisa grafik. Saya perhatikan Pak Lukman saat itu sempat agak
kaget antara percaya tidak percaya dengan saran tersebut. Lalu saya yakinkan
ke Pak Lukman, untuk percaya apa yang saya sarankan dengan fokus pada
analisa fundamental saja karena kelebihan Pak Lukman ada disitu.

Ternyata sejalan dengan waktu, saya melihat dan membaca posting Pak Lukman,
beliau menjalankan hal tersebut dan memberikan hasil yang positip. Saya
bersyukur, Pak Lukman telah menemukan potensinya ada dimana. Kalau boleh
jujur, saya termasuk yang mendapat pencerahan ketika Pak Lukman menyampaikan
pemikirannya tentang cara bagaimana beliau melihat suatu perusahaan itu
serius atau tidak serius dengan laporan keuangannya. Saat itu, langsung saya
katakan ke Pak Lukman bahwa beliau telah memberi pelajaran berharga ke saya
dalam hal cara mengidentifikasikan mana perusahaan yg umumin laba serius,
mana yang cuma catatan saja. Saya tidak berani bercerita lebih detil secara
umum disini, karena menurut saya biarlah Pak Lukman sendiri yang lebih pas
untuk menceritakan tekniknya soal hal tersebut :)

Kembali ke soal FA dan TA. Keduanya bagi saya mempunyai peran berbeda ketika
dikaitkan dengan analisa prediksi. FA lebih kepada mencari valuasi wajar,
sementara dia kurang gesit untuk bisa memperkirakan pergerakan harian.
Sementara TA lebih kepada trading, karena fokusnya memang lebih kepada
pemetaan perilaku pergerakan harga saham tanpa perlu memperhatikan masalah
fundamental, cukup grafik saja.

Hal2 seperti itu sering saya ulang2 dan ingatkan kepada para peserta walau
saya percaya tidak semuanya percaya demikian. Hal ini karena mereka sering
mendengar, untuk trading maka FA digunakan untuk memilih saham dan
menghitung harga wajar saham sementara untuk entry dan exit nya menggunakan
TA (grafik). Terus terang, saya termasuk yg kontra dengan pendapat ini.
Tapi, saya tidak tertarik ingin memperdebatkan hal tersebut karena saya
percaya setiap orang punya caranya sendiri2, punya gayanya sendiri, yang
pada akhirnya kita akan sama2 fokus pada masalah kecuanan baik dalam trading
atau investing :)

Semoga penjelasan saya ini bisa menambah wawasan dan wacana, sekaligus
melengkapi penjelasan2 yg telah ada agar tidak terjadi kebingungan terhadap
hal2 yg mungkin bisa membuat bingung :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


2011/4/8 Lukman jkt <[email protected]>

>
>
> Benar , ini kan milis nya bang IAN .
>
> Lalu apa guna nya kalau saya berbohong ? .
>
> dan sejujurnya saya katakan .  benar seperti yg pak IAN sampai kan .
>
> Setelah saya nga pakai TA .   mala hasil di porto ku jauh lebih baik .
>
> dan saya ucapkan terima kasih ke pak Ian . atas nasehat nya.
>
>
> Saya adalah angkatan kedua dari alumi pak IAN .
>
> di akhir th 2010  IHSG  di tutup di 3.704  ---- > hari ini  di 3.741  =
> cuma naik  sekitar 1 %  saja .
>
> sedangkan kan hasil  di portofolio ku jauh di atas angka itu .
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> 2011/4/8 pemula <[email protected]>
>
>>
>>
>> Masak sih pak ?
>> Kalo abaikan "TA mu" ya bang Ian ga ngadain WS analisa grafik dong.....
>> Aya aya wae pak Lukman ini
>>
>>
>> ------------------------------
>> *From: * Lukman jkt <[email protected]>
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Fri, 8 Apr 2011 23:05:14 +0700
>> *To: *<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *Re: Bls: [saham] Re: IHSG BESOK???
>>
>>
>>
>> Pak sahamvalas.
>>
>> soal ini :  Bicara TA, baik trading (jangka pendek) maupun* invest (jgka
>> panjang) wajib tau.*
>>
>> rasanya nga harus ya .   itu adalah jawaban dari pak IAN  saat saya
>> mengikuiti WS nya .
>>
>> Pada hal saat itu saya sedang ikutin ws nya tentang TA  .
>>
>> Mala di katakan abai kan TA mu .  ???
>>
>>
>> Jadi mana yg benar nih ???
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> 2011/4/8 <[email protected]>
>>
>>>
>>>
>>> Bicara TA, baik trading (jangka pendek) maupun invest (jgka panjang)
>>> wajib tau. Bukan wajib lagi , harus tau !
>>>
>>> Kalau gak tau ? Belajar dr sekarang
>>> Susah gak ?
>>> Enggaklah asal ada kemauan
>>>
>>> Kemampuan itu timbul krn kemauan
>>>
>>> Kalau nasabah ipot daftar aja kursus TA tiap jumat. Gratis. Dpt makan
>>> malam malah. Kapan lg bisa gitu
>>>
>>> Kalau gak belajar TA knp ?
>>> Kemungkinan besar bye bye dr dunia persahaman
>>>
>>> Ada sih yg hoki
>>> Cuma mosok mau ngandelin hoki terus
>>>
>>> Kayak buka toko atau usaha
>>> Tentu hrs belajar dong
>>> Sama juga TA juga perlu
>>>
>>> Buruan ke ipot jumat jam 5 sore
>>> Ada kursus TA FA
>>> Wajiblah
>>>
>>> Org buka bengkel motor aja musti tau sparepart. Mosok dagang saham gak
>>> mau belajar sama sekali
>>>
>>> Gara2 gak ngerti TA dulu saya rugi terus krn beli saham overbougth
>>>
>>> Sekarang udah mulai gak tolol2 amat
>>>
>>> Indikator uda ngerti. Suport resist uda tau. Baca trend uda tau
>>> Meski gak secanggih bang Ian
>>>
>>> Saya aja yg matematika bloon bisa
>>> Bukan background ekonomi
>>> Pasti anda juga bisa
>>>
>>>
>>>
>>> Ok deh goodluck
>>>
>>> Powered by Shortsell
>>>
>>

Kirim email ke