Selamat pak lukman. Ternyata anda berbakat. Kalau gak keberatan di share kiat2 nya. Kali aja cocok sama kita2.
Hehehe Powered by Shortsell -----Original Message----- From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 9 Apr 2011 16:21:47 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: Bls: [saham] Re: IHSG BESOK??? Apa yg disampaikan oleh Pak Lukman adalah benar. Walau demikian mungkin beberapa anggota disini rada bingung menangkapnya. Saya coba berikan tambahan penjelasan agar tidak bingung. Analisa di saham itu ada dua: 1. Analisa reportase: yaitu analisa yg mencoba menjelaskan kira2 kenapa suatu saham itu naik, kenapa suatu saham itu turun. Jadi, analisanya adalah terhadap sesuatu yang telah terjadi. 2. Analisa prediksi: yaitu analisa yang mencoba memperkirakan harga saham di masa mendatang alias memperkirakan sesuatu yang belum terjadi berdasarkan asumsi2 tertentu, bisa mengacu kepada data/kebiasaan masa lalu, juga bisa terhadap sesuatu yg akan datang. Dua jenis analisa di atas sama2 bisa dilihat secara FA maupun TA. Untuk keperluan trading, maka trader umumnya lebih membutuhkan analisa prediksi. Itu sebabnya, saya diberbagai pelatihan dan juga di milis saham ini sering mengingatkan bila ingin trading (sering buy and sell), fokuslah dengan grafik. Tapi bila ingin investing, maka caranya adalah dengan mencari valuasi wajar harga saham suatu emiten dengan mengacu pada data2 seperti laporan keuangan dll dan bukan pada grafik. Umumnya, orang suka mencampuradukan kedua hal ini, TA dan FA, sehingga akhirnya jadi bingung sendiri, dan terlebih lagi jadi salah mengambil keputusan. Misalkan, niat awalnya trading, masuk berdasarkan grafik, lalu tiba2 harga turun dan dalam posisi loss, maka trader tersebut tiba2 bisa bicara soal fundamental dan laporan keuangan untuk dijadikan alasan hold saham tersebut. Lalu ketika saham tersebut turun terus sampai menembus level psikologis trader tersebut untuk hold, maka bisa jadi dia akhirnya cut loss dengan mengambil alasan grafiknya sudah mengerikan. Dan dia pun jadi bingung, pakai TA salah, pakai FA juga salah. Padahal, kesalahannya lebih kepada dia mencampuradukan penggunaan TA dan FA yang tidak tepat dan memang sebaiknya tidak dicampur2 seperti itu penggunaannya. Di pelatihan saham, juga sering saya katakan bahwa trading/investing mau pakai tenknik analisa apapun, sah2 saja. Karena pada akhirnya toh kita cari cuan, bukan soal benar tidaknya teknik yang digunakan. Mau ngandelin koin keberuntungan pun, oke2 saja, kalau memang data nya menunjukkan kita lebih sering cuan dengan lempar koin keberuntungan seperti punya Paman Gober. Ini contoh ekstrimnya :) Untuk kasus Pak Lukman dulu waktu di pelatihan juga sama. Setelah beliau banyak bertanya soal analisa grafik, termasuk permasalahan nya selama trading, plus ditambah pas ngobrol2 saat makan siang di pelatihan tersebut, akhirnya saya menganalisa bahwa potensinya Pak Lukman ada di analisa fundamental. Gaya trading/investing nya lebih cocok pakai pendekatan analisa fundamental. Itu sebabnya, setelah selesai makan siang dan kembali ke pelatihan (kalau tidak salah ingat), saya menyampaikan bahwa Pak Lukman potensinya ada di analisa fundamental. Beliau tidak cocok menggunakan analisa grafik. Lalu saya sarankan kepada beliau untuk meninggalkan dan melupakan analisa grafik. Saya perhatikan Pak Lukman saat itu sempat agak kaget antara percaya tidak percaya dengan saran tersebut. Lalu saya yakinkan ke Pak Lukman, untuk percaya apa yang saya sarankan dengan fokus pada analisa fundamental saja karena kelebihan Pak Lukman ada disitu. Ternyata sejalan dengan waktu, saya melihat dan membaca posting Pak Lukman, beliau menjalankan hal tersebut dan memberikan hasil yang positip. Saya bersyukur, Pak Lukman telah menemukan potensinya ada dimana. Kalau boleh jujur, saya termasuk yang mendapat pencerahan ketika Pak Lukman menyampaikan pemikirannya tentang cara bagaimana beliau melihat suatu perusahaan itu serius atau tidak serius dengan laporan keuangannya. Saat itu, langsung saya katakan ke Pak Lukman bahwa beliau telah memberi pelajaran berharga ke saya dalam hal cara mengidentifikasikan mana perusahaan yg umumin laba serius, mana yang cuma catatan saja. Saya tidak berani bercerita lebih detil secara umum disini, karena menurut saya biarlah Pak Lukman sendiri yang lebih pas untuk menceritakan tekniknya soal hal tersebut :) Kembali ke soal FA dan TA. Keduanya bagi saya mempunyai peran berbeda ketika dikaitkan dengan analisa prediksi. FA lebih kepada mencari valuasi wajar, sementara dia kurang gesit untuk bisa memperkirakan pergerakan harian. Sementara TA lebih kepada trading, karena fokusnya memang lebih kepada pemetaan perilaku pergerakan harga saham tanpa perlu memperhatikan masalah fundamental, cukup grafik saja. Hal2 seperti itu sering saya ulang2 dan ingatkan kepada para peserta walau saya percaya tidak semuanya percaya demikian. Hal ini karena mereka sering mendengar, untuk trading maka FA digunakan untuk memilih saham dan menghitung harga wajar saham sementara untuk entry dan exit nya menggunakan TA (grafik). Terus terang, saya termasuk yg kontra dengan pendapat ini. Tapi, saya tidak tertarik ingin memperdebatkan hal tersebut karena saya percaya setiap orang punya caranya sendiri2, punya gayanya sendiri, yang pada akhirnya kita akan sama2 fokus pada masalah kecuanan baik dalam trading atau investing :) Semoga penjelasan saya ini bisa menambah wawasan dan wacana, sekaligus melengkapi penjelasan2 yg telah ada agar tidak terjadi kebingungan terhadap hal2 yg mungkin bisa membuat bingung :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/4/8 Lukman jkt <[email protected]> > > > Benar , ini kan milis nya bang IAN . > > Lalu apa guna nya kalau saya berbohong ? . > > dan sejujurnya saya katakan . benar seperti yg pak IAN sampai kan . > > Setelah saya nga pakai TA . mala hasil di porto ku jauh lebih baik . > > dan saya ucapkan terima kasih ke pak Ian . atas nasehat nya. > > > Saya adalah angkatan kedua dari alumi pak IAN . > > di akhir th 2010 IHSG di tutup di 3.704 ---- > hari ini di 3.741 = > cuma naik sekitar 1 % saja . > > sedangkan kan hasil di portofolio ku jauh di atas angka itu . > > > > > > > > > > > > > > > > > > > 2011/4/8 pemula <[email protected]> > >> >> >> Masak sih pak ? >> Kalo abaikan "TA mu" ya bang Ian ga ngadain WS analisa grafik dong..... >> Aya aya wae pak Lukman ini >> >> >> ------------------------------ >> *From: * Lukman jkt <[email protected]> >> *Sender: * [email protected] >> *Date: *Fri, 8 Apr 2011 23:05:14 +0700 >> *To: *<[email protected]> >> *ReplyTo: * [email protected] >> *Subject: *Re: Bls: [saham] Re: IHSG BESOK??? >> >> >> >> Pak sahamvalas. >> >> soal ini : Bicara TA, baik trading (jangka pendek) maupun* invest (jgka >> panjang) wajib tau.* >> >> rasanya nga harus ya . itu adalah jawaban dari pak IAN saat saya >> mengikuiti WS nya . >> >> Pada hal saat itu saya sedang ikutin ws nya tentang TA . >> >> Mala di katakan abai kan TA mu . ??? >> >> >> Jadi mana yg benar nih ??? >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> 2011/4/8 <[email protected]> >> >>> >>> >>> Bicara TA, baik trading (jangka pendek) maupun invest (jgka panjang) >>> wajib tau. Bukan wajib lagi , harus tau ! >>> >>> Kalau gak tau ? Belajar dr sekarang >>> Susah gak ? >>> Enggaklah asal ada kemauan >>> >>> Kemampuan itu timbul krn kemauan >>> >>> Kalau nasabah ipot daftar aja kursus TA tiap jumat. Gratis. Dpt makan >>> malam malah. Kapan lg bisa gitu >>> >>> Kalau gak belajar TA knp ? >>> Kemungkinan besar bye bye dr dunia persahaman >>> >>> Ada sih yg hoki >>> Cuma mosok mau ngandelin hoki terus >>> >>> Kayak buka toko atau usaha >>> Tentu hrs belajar dong >>> Sama juga TA juga perlu >>> >>> Buruan ke ipot jumat jam 5 sore >>> Ada kursus TA FA >>> Wajiblah >>> >>> Org buka bengkel motor aja musti tau sparepart. Mosok dagang saham gak >>> mau belajar sama sekali >>> >>> Gara2 gak ngerti TA dulu saya rugi terus krn beli saham overbougth >>> >>> Sekarang udah mulai gak tolol2 amat >>> >>> Indikator uda ngerti. Suport resist uda tau. Baca trend uda tau >>> Meski gak secanggih bang Ian >>> >>> Saya aja yg matematika bloon bisa >>> Bukan background ekonomi >>> Pasti anda juga bisa >>> >>> >>> >>> Ok deh goodluck >>> >>> Powered by Shortsell >>> >>
