Belum tentu juga lho Pak Taufik. Ada sebagian orang yg berkeyakinan untuk membuang sial, salah satu caranya adalah membuang sejumlah uang di aktivitas seperti kasino, saham, atau lainnya. Dia kalah, tapi memang dari awalnya sudah tidak memusingkan menang kalah, karena tujuannya adalah buang sial.
Ada juga yg transaksi di saham, hanya untuk pertaruhan misalkan dia bertaruh dengan lawan taruhannya bahwa bisa membuat saham ABCD ditutu di harga 495. Padahal harga kemarin masih di 450. Lalu, dia angkat harga saham ABCD dari 450 sampai bisa ditutup di 495, dan dia menang taruhan dengan lawan taruhannya. Dia tidak pusingkan setelah hari berikutnya, dia harus jual saham ABCD di harga 450, walau harus rugi sekian banyak. Bagi dia, kepuasan batin menang taruhan dengan lawan taruhnya jauh lebih penting karena menyangkut pride (kebanggaan bisa kendalikan harga). Rugi 100-300 juta, tidak masalah, karena mungkin bisnisnya di sektor lain menghasilkan keuntungan 1 milyar per minggunya. Saya hanya mau kita membuka wawasan kita saja, bahwa ada banyak hal di luar sana yang mungkin tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya. Ada banyak alasan orang membeli atau menjual saham, sama seperti ada banyak alasan orang menonton pertandingan sepak bola. :) Karena menyadari hal2 seperti itu dari pengalaman hidup saya, bahwa ada bayak kemungkinan yang terkadang tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya, itu sebabnya, saya jarang mau memastikan sesuatu yang saya tahu saya tidak bisa memastikannya dengan pasti :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/4/9 taufik arie wijaya <[email protected]> > He..he...betul, saya hanya menduga dan semoga aja dugaan sy salah bahwa yg > meributkan bermain saham adalah spt judi atau haram dg alih2 berspekulasi > adalah mereka2 yg kecewa dan yg merugi bahkan bangkrut di dunia > saham...he..he.. > > salam, > > taufik-medan > > On Sat Apr 9th, 2011 7:57 PM ICT Endah Shofiyantie wrote: > > >Sepengetahuan saya, saham halal karena alasan: > >1. Barang yg diperjualbelikan jelas, ada dan nyata, > >2. Tidak ada paksaan ketika membeli atau menjual, semua atas keyakinan si > empunya barang dan atau uang. Yg punya barang mau jual ato gak terserah, yg > punya uang mau beli atau tidak terserah. > >3. Kalau daily trading-untung2an naek jual itu spekulasi = judi, saya rasa > jauh sekali, gmn coba orang yg spek punya emas dan property, smua orang juga > berharap yg punya emas dan property pasti juga berspekulasi bahwa harga emas > dan property akan naek. > >Yg saya heran ketika orang berspekulasi membeli property dan emas, ga ada > yg ribut, sementara orang berspekulasi membeli saham tertentu dianggap judi. > >Powered by Telkomsel BlackBerry® > > > >-----Original Message----- > >From: taufik arie wijaya <[email protected]> > >Sender: [email protected] > >Date: Sat, 9 Apr 2011 20:42:56 > >To: <[email protected]> > >Reply-To: [email protected] > >Subject: Re: [saham] Saham Halal ya Halal, mari gak usah diperdebatkan > lagi > > > >Maaf pak barli,menurut pemahaman sy sbg seorng muslim adalah begini : > >JUDI = HARAM, and > >Saham = HALAL, jadi > > > >Saham BUKAN JUDI ! > > > >jika kita telaah dari kacamata agama islam,jelas saham bukan judi, krn > judi di islam sdh jelas2 haram! begitu jg kata bung rhoma > he..he...judi!..tettt...:) dan kita semua sdh tau MUI menyatakan saham adla > halal,so saham bukanlah judi, kalau invest saham termasuk judi pastilah MUI > memfatwakan Haram > > > >Dan jika kita paham ilmu persamaan atau tdak persamaan atau pemrograman > pasti setuju dg pendapat saya, tak usah ditanya ke MUI pak! ntar keliatan > culunnya kita....he..he..he.. > > > >salam, > > > >taufik - medan > > > >On Sat Apr 9th, 2011 7:31 PM ICT @AgusBarli wrote: > > > >>Pokok awal yang diperdebatkan tentang saham itu JUDI atau bukan JUDI, > bukan nya HALAL atau HARAM. > >>Jd tanpa kita SADARI pokok inti perdebatan sdh melenceng/menyimpang. > >>Soal Halal atau Haram sdh ada kepastian dr MUI, jd tdk perlu kita ungkit2 > kembali. Apakah MUI sudah membuat keputusan saham itu JUDI atau bukan? > >>Silahkan tny langsung kpd MUI. > >> > >> > >>Powered by AT&T™ > >> > >>-----Original Message----- > >>From: taufik arie wijaya <[email protected]> > >>Sender: [email protected] > >>Date: Sat, 9 Apr 2011 19:49:59 > >>To: <[email protected]> > >>Reply-To: [email protected] > >>Subject: [saham] Saham Halal ya Halal, mari gak usah diperdebatkan lagi > >> > >>Betul pak,setuju...and numpang berpendapat. > >> > >>Kalo MUI bilang invest saham halal ya berarti halal, tp mungkin kategori > halal yg dimaksud MUI ada kriterianya,dan selama kita mengikuti > definisi/kriteria dan batasan MUI tsb ya gak usah diperdebatkan lg dimillist > ini,kalo msh nekad mau memperdebatkan ya monggo join aja ke millistnya MUI > :) > >> > >>Btw Sesuatu yg telah jelas dinyatakan halal baik oleh al-quran,hadist > atau MUI (khusus buat yg beragama islan) tetapi dilakukan dg cara yg tdk > syar'i bisa jd haram,contoh jk anda menginvest saham dg pake uang dari hasil > korupsi atau nipu,ya jelas akan haram walau invest sahamnya halal. > >> > >>Tetapi jika anda menginvestkan uang di saham walaupun anda telah > mengikuti kaidah atau ketentuan2 yg dikeluarkan oleh MUI tetapi pd hasil > akhirnya anda merugi atau bahkan total loss menurut sy msh tetap halal, krn > spt invest atau bisnis halal yg lain bahwa sesuatu bisnis atau invest pd > dasarnya hanya ada 2 kemungkinan yaitu untung atau rugi yg didapat,dan itu > adalah resiko disemua perdagangan atau investasi. Jgn krn anda merugi anda > menjugment invest saham jadi haram, krn hasil yg membuat anda rugi gak > ubahnya jika anda berbisnis riil atau invest yg lain yg bisa jg membuat kita > bangkrut. > >> > >>jadi ketentuan halal dan haram yg telah ditetapkan oleh agama > kita,marilah selalu kita taati dan patuhi tanpa memaksakan ke pemeluk agama > lain, karena bagimu agamamu dan bagiku adalah agamaku...disitulah letak > toleransi beragama yg sesungguhnya. > >> > >>salam, > >> > >>taufik-medan > >> > >>On Sat Apr 9th, 2011 5:51 PM ICT Sanir Suyitno wrote: > >> > >>>Setuju Bang, > >>> > >>>Segala sesuatunya tergantung niat dan cara kita masing-masing. Kl niat > kita baik dan dengan cara yang syariah pasti HALALAN TOYIBAN. > >>> > >>>salam, > >>>Sansuy > >>> > >>> > >>>-----Original Message----- > >>>From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > >>>Sender: [email protected] > >>>Date: Sat, 9 Apr 2011 16:38:37 > >>>To: <[email protected]> > >>>Reply-To: [email protected] > >>>Subject: Re: [saham] Re: Saham (was Re: Congrats! Yang Sudah Take Profit > ELSA) > >>> > >>>Pak Ibrahim, saya sendiri sih santai saja dan ngga cape :) > >>>Karena khan saya bisa jadi penonton saja atau pun diabaikan, ketika > diskusi > >>>dengan topik klasik kembali muncul. Cuma kemarin, nama saya sempat > disebut2 > >>>untuk dimintakan pendapatnya terkait judi atau tidak judi. Apesnya, > sudah > >>>kasih pendapat/pribadi, eh malah di kritisi pula karena dianggap > asal2an, > >>>padahal saya sudah serius menjawabnya walau dengan pendekatan yg mudah > >>>dicerna. Saya hanya menyampaikan apa yg saya lihat dilapangan seperti > apa, > >>>dan kemungkinan di lapangan dalam pelaksanaan seperti apa. > >>> > >>>Mau dibilang judi, bisa. Mau dibilang investasi, bisa. Mau dibilang, > alat > >>>gengsi juga bisa, mau dibilang dst...dst..dst....bisa2 sajalah. Setiap > orang > >>>khan bebas memiliki opininya masing2. Semua berpulang ke diri kita > masing2. > >>>Kalau kita tidak menganggapnya sebagai judi, ya tidak judi. Masa sih > karena > >>>ada orang yg bilang judi, lalu kita jadi uring2an dan tidak yakin dengan > >>>pendapat/pandangan kita sendiri apakah saham itu judi atau tidak judi? > Lalu, > >>>bagaimana kalau A bilang judi, tapi B bilang tidak judi. Khan malah > kitanya > >>>jadi gampang bingung dan terombang ambing, jadi seperti tidak ada > pendirian > >>>serta sikap :) > >>> > >>>Kalau mau bicara soal aturan agama, tinggal ditanyakan ke pimpinan agama > >>>atau rohaniawan agama masing2. Itu sebabnya, saya juga tulis bahwa bila > >>>terkait masalah agama, maka kurang tepat ditanyakan di milis saham yang > >>>anggotanya beragam latar belakang keyakinannya. Apalagi kalau saya > justru > >>>dimintakan pendapat terkait dengan keimanan atau keyakinan yang tidak > sama > >>>dengan saya. Khan malah bisa bikin runyam :) > >>>Itu sebabnya, saya menghindari terlibat diskusi yang mengarah ke sana, > >>>karena bukan kapasitas saya memberikan pernyataan untuk keyakinan > sahabat2 > >>>saya disini yang kebetulan saja berbeda keyakinan. > >>> > >>>Betul, dari topik yang beragam maupun yang berulang, saya percaya tetap > bisa > >>>diambil positifnya. Juga jangan lupa, setiap hari, setiap minggu, setiap > >>>bulan, setiap tahun, akan ada tambahan anggota milis yang baru di milis > ini. > >>>Sehingga apa yang sudah pernah kita bahas sebelumnya, bisa muncul > kembali > >>>yang umumnya dari anggota baru yang waktu diskusi tersebut berlangsung, > dia > >>>belum bergabung di milis ini. > >>> > >>>Jadi, siap2 sajalah melihat topik berulang. Bersiaplah untuk berbesar > hati > >>>memberi kesempatan kepada mereka yang ingin berdiskusi menyampaikan buah > >>>pikirannya. Tidak perlu dihalangi atau dibatasi. Yang penting dan perlu > >>>diingat adalah semangat kebersamaan dan saling pengertian. Jangan sampai > >>>hanya karena masalah sedikit, malah jadi ribut2 dan malah jadi > menimbulkan > >>>permusuhan. > >>> > >>>Seperti ada pepatah mengatakan bahwa jangan sampai karena nila setitik, > >>>rusak susu sebelanga. Walaupun belakangan ini, pepatah itu jadi > >>>dipertanyakan kembali keakuratannya mengingat sempat ada kejadian gara2 > susu > >>>sebelanga, malah jadi bikin repot perbankan, setidaknya salah satu bank > jadi > >>>kerepotan :) > >>> > >>>Have fun, jangan terlalu diambil serius ya :) > >>> > >>>jabat ... > >> > > > > > > > > ------------------------------------ > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > [email protected] untuk bergabung ke milis saham > Yahoo! Groups Links > > > >
