Pokok awal yang diperdebatkan tentang saham itu JUDI atau bukan JUDI, bukan nya 
HALAL atau HARAM.
Jd tanpa kita SADARI pokok inti perdebatan sdh melenceng/menyimpang.
Soal Halal atau Haram sdh ada kepastian dr MUI, jd tdk perlu kita ungkit2 
kembali. Apakah MUI sudah membuat keputusan saham itu JUDI atau bukan?
Silahkan tny langsung kpd MUI.


Powered by AT&T™

-----Original Message-----
From: taufik arie wijaya <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 9 Apr 2011 19:49:59 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Saham Halal ya Halal, mari gak usah diperdebatkan lagi

Betul pak,setuju...and numpang berpendapat.

Kalo MUI bilang invest saham halal ya berarti halal, tp mungkin kategori halal 
yg dimaksud MUI ada kriterianya,dan selama kita mengikuti definisi/kriteria dan 
batasan MUI tsb ya gak usah diperdebatkan lg dimillist ini,kalo msh nekad mau 
memperdebatkan ya monggo join aja ke millistnya MUI :)

Btw Sesuatu yg telah jelas dinyatakan halal baik oleh al-quran,hadist atau MUI 
(khusus buat yg beragama islan) tetapi dilakukan dg cara yg tdk syar'i bisa jd 
haram,contoh jk anda menginvest saham dg pake uang dari hasil korupsi atau 
nipu,ya jelas akan haram walau invest sahamnya halal.

Tetapi jika anda menginvestkan uang di saham walaupun anda telah mengikuti 
kaidah atau ketentuan2 yg dikeluarkan oleh MUI tetapi pd hasil akhirnya anda 
merugi atau bahkan total loss menurut sy msh tetap halal, krn spt invest atau 
bisnis halal yg lain bahwa sesuatu bisnis atau invest pd dasarnya hanya ada 2 
kemungkinan yaitu untung atau rugi yg didapat,dan itu adalah resiko disemua 
perdagangan atau investasi. Jgn krn anda merugi anda menjugment invest saham 
jadi haram, krn hasil yg membuat anda rugi gak ubahnya jika anda berbisnis riil 
atau invest yg lain yg bisa jg membuat kita bangkrut.

jadi ketentuan halal dan haram yg telah ditetapkan oleh agama kita,marilah 
selalu kita taati dan patuhi tanpa memaksakan ke pemeluk agama lain, karena 
bagimu agamamu dan bagiku adalah agamaku...disitulah letak toleransi beragama 
yg sesungguhnya.

salam,

taufik-medan

On Sat Apr 9th, 2011 5:51 PM ICT Sanir Suyitno wrote:

>Setuju Bang,
>
>Segala sesuatunya tergantung niat dan cara kita masing-masing. Kl niat kita 
>baik dan dengan cara yang syariah pasti HALALAN TOYIBAN.
>
>salam,
>Sansuy
>
>
>-----Original Message-----
>From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>Sender: [email protected]
>Date: Sat, 9 Apr 2011 16:38:37
>To: <[email protected]>
>Reply-To: [email protected]
>Subject: Re: [saham] Re: Saham (was Re: Congrats! Yang Sudah Take Profit ELSA)
>
>Pak Ibrahim, saya sendiri sih santai saja dan ngga cape :)
>Karena khan saya bisa jadi penonton saja atau pun diabaikan, ketika diskusi
>dengan topik klasik kembali muncul. Cuma kemarin, nama saya sempat disebut2
>untuk dimintakan pendapatnya terkait judi atau tidak judi. Apesnya, sudah
>kasih pendapat/pribadi, eh malah di kritisi pula karena dianggap asal2an,
>padahal saya sudah serius menjawabnya walau dengan pendekatan yg mudah
>dicerna. Saya hanya menyampaikan apa yg saya lihat dilapangan seperti apa,
>dan kemungkinan di lapangan dalam pelaksanaan seperti apa.
>
>Mau dibilang judi, bisa. Mau dibilang investasi, bisa. Mau dibilang, alat
>gengsi juga bisa, mau dibilang dst...dst..dst....bisa2 sajalah. Setiap orang
>khan bebas memiliki opininya masing2. Semua berpulang ke diri kita masing2.
>Kalau kita tidak menganggapnya sebagai judi, ya tidak judi. Masa sih karena
>ada orang yg bilang judi, lalu kita jadi uring2an dan tidak yakin dengan
>pendapat/pandangan kita sendiri apakah saham itu judi atau tidak judi? Lalu,
>bagaimana kalau A bilang judi, tapi B bilang tidak judi. Khan malah kitanya
>jadi gampang bingung dan terombang ambing, jadi seperti tidak ada pendirian
>serta sikap :)
>
>Kalau mau bicara soal aturan agama, tinggal ditanyakan ke pimpinan agama
>atau rohaniawan agama masing2. Itu sebabnya, saya juga tulis bahwa bila
>terkait masalah agama, maka kurang tepat ditanyakan di milis saham yang
>anggotanya beragam latar belakang keyakinannya. Apalagi kalau saya justru
>dimintakan pendapat terkait dengan keimanan atau keyakinan yang tidak sama
>dengan saya. Khan malah bisa bikin runyam :)
>Itu sebabnya, saya menghindari terlibat diskusi yang mengarah ke sana,
>karena bukan kapasitas saya memberikan pernyataan untuk keyakinan sahabat2
>saya disini yang kebetulan saja berbeda keyakinan.
>
>Betul, dari topik yang beragam maupun yang berulang, saya percaya tetap bisa
>diambil positifnya. Juga jangan lupa, setiap hari, setiap minggu, setiap
>bulan, setiap tahun, akan ada tambahan anggota milis yang baru di milis ini.
>Sehingga apa yang sudah pernah kita bahas sebelumnya, bisa muncul kembali
>yang umumnya dari anggota baru yang waktu diskusi tersebut berlangsung, dia
>belum bergabung di milis ini.
>
>Jadi, siap2 sajalah melihat topik berulang. Bersiaplah untuk berbesar hati
>memberi kesempatan kepada mereka yang ingin berdiskusi menyampaikan buah
>pikirannya. Tidak perlu dihalangi atau dibatasi. Yang penting dan perlu
>diingat adalah semangat kebersamaan dan saling pengertian. Jangan sampai
>hanya karena masalah sedikit, malah jadi ribut2 dan malah jadi menimbulkan
>permusuhan.
>
>Seperti ada pepatah mengatakan bahwa jangan sampai karena nila setitik,
>rusak susu sebelanga. Walaupun belakangan ini, pepatah itu jadi
>dipertanyakan kembali keakuratannya mengingat sempat ada kejadian gara2 susu
>sebelanga, malah jadi bikin repot perbankan, setidaknya salah satu bank jadi
>kerepotan :)
>
>Have fun, jangan terlalu diambil serius ya :)
>
>jabat ...

Kirim email ke