Permintaan Baja Naik, KRAS Siap Menuju Rp 1500
 
 
Pada perdagangan Jumat kemarin, KRAS diburu oleh banyak investor besar baik 
lokal maupun asing. Hal ini seiring dengan kabar bahwa laba bersih KRAS 
melonjak 
di tahun 2010 karena peningkatan harga jual baja hasil produksi KRAS, juga 
disertai peningkatan permintaan dunia akan produk baja. Menurut data Bloomberg, 
baja canai panas atau hot rolled coil di New York Mercantile Exchange 
diperdagangkan naik 24,4% dibanding harga awal tahun. Kenaikan harga dan 
permintaan yang tinggi akan baja diperkirakan akan memperbesar laba KRAS. 
Permintaan tersebut diantaranya datang dari Hyundai Heavy Industries Co, 
pembeli 
terbesar di dunia plat baja yang berencana untuk meningkatkan penggunaan bahan 
baku 14% tahun ini, bersama dengan tingginya permintaan kapal kontainer dan 
konstruksi kapal tanker minyak. 

Selain itu KRAS menanti proyek-proyek besar dari Nippon Steel yang makin lama 
makin erat menggandeng KRAS sebagai mitranya, dan beberapa proyek lokal di 
bidang agrikultur dan infrastruktur lainnya.Dalam waktu dekat KRAS akan 
bekerjasama dengan Nippon Steel untuk research and development konstruksi 
bangunan tahan gempa, baik design maupun material bahan. Baja dipergunakan 
sebagai bahan utama untuk konstruksi bangunan tahan gempa karena tingkat 
kekuatan dan elastisitas tinggi.
Design struktur dan material bahan akan dikembangkan oleh KRAS dengan dukungan 
utama dari Nippon Steel. Ke depannya diharapkan semua bangunan pemukiman dan 
komersil di Indonesia akan mempergunakan struktur yang KRAS sedang kembangkan 
ini. Tidak dapat dipungkiri potensi KRAS yang sangat gemilang ini bisa 
mendorong 
harga sahamnya ke angka 1500 per lembar. Pada perdagangan Jumat, KRAS ditutup 
menguat 20 poin (+1.7%) ke harga 1190 per lembar dengan jumlah transaksi 
sebesar 
45.59 juta lembar senilai 53.74 milyar Rupiah

Kirim email ke