Setuju banget, waktu adalah musuh abadi manusia yang tidak terkalahkan. Masing-masing individu mempunyai karakter dalam berinvestasi. Masing-masing investasi memiliki kelebihan dan kekurangan, serta resiko. Mana yang dipilih, tergantung masing-masing ya?! Ada yang suka menyimpan di bawah bantal, menyimpan di tabungan atau deposito, properti, emas, reksadana, saham dan sebagainya.
Salam EAH Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Dragon Number One <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 6 May 2011 20:30:39 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Re: REKSADANA TRAM- TRIMEGAH mantap..true investor salam cuan herbert. s On 2011 5 7 10:19, "CorDoVa" <[email protected]> wrote: > Like Bro Oguds + Ion... > > Keep posting Bro > -CDV > > -----Original Message----- > From: "Oguds" <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Sat, 7 May 2011 01:27:21 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: Re: [saham] Re: REKSADANA TRAM- TRIMEGAH > > > Sebenarnya 'musuh' abadi manusia kita tahu, yaitu waktu. Ini sudah > dinyatakan Tuhan, "demi waktu". Di reksadana, investor bisa sedemikian > sabarnya menunggu kenaikan yg sekian persen saja sebulan, sedangkan di > saham sudah gatal seminggu saja tidak gerak. Padahal masa depan siapa yg > tahu toh? Saham2 tidur pun sewaktu2 bangun juga mencari mangsa. KRAS > misalnya belum bangun2, mungkin 10th lagi dia bangun toh? :-) > > Sebaliknya di reksadana pun tidak ada jaminan akan untung. Saya punya > reksadana dibeli Jan 2008, kalo gak salah IHSG 2500-an, sebesar 5jt. Pas > krisis di Nov 2008, sempat tinggal 1,7 juta. Saat ini masih negatif juga, > yaitu 4jt. Saya malas menariknya karena malas mengurus pencairan, biarin > saja mengeras jadi batu, haha. > > Menyambung firman Tuhan, obat dari masalah waktu ini adalah "saling > bernasehat dalam kebaikan". Contoh gamblangnya seperti cerita anda, yaitu > menggunakan reksadana tertentu. Atau fungsi milis ini, saling bertukar > pikiran soal saham. Hidup bukan sekedar mengurusi untung atau rugi. Asal > kita berusaha, tekun, dan konsisten, rejeki itu datang sendiri kok. Belum > tentu dari saham, bisa saja dari membuat buku saham atau membuat training > saham. Saya sendiri niat mau buat artikel saham di majalah, kebetulan ada > kapling, meskipun belum tentu untung juga. :-) > > On Fri, May 6, 2011 11:16 pm, i0n_n0i wrote: >> memang portofolionya apa saja Pak ? Jelasin detail dulu portofolionya, >> jangan mau kalau cuma dibilang 1-2 macam saja. >> >> Ini cerita 2 hari lalu dan nyata, seorang Ibu yang sekitar awal tahun 2011 >> lalu saya suruh beli saja reksadana saham di Schroder, saya tahu yang >> bersangkutan tidak mengerti pasar modal dan pusing lebih banyaknya rugi >> ketimbang untung, untung 2-3 point, nombokin rugi yang nyangkut sana-sini. >> Dengar berita dan info kiri-kanan, baca koran bisnis dan web berita sana >> sini, kalau bicaranya ikutan mengerikan seperti fund kelas berat, cerita >> wallstreet, USD VS Euro, uptrend, bearish. Canggih, tapi portofolio plus 1 >> minus 3, dari pagi ngak boleh telat lihat monitor saham, anak menjadi >> urusan pembantu suami sudah pusing ngeliat kelakuan istri, ngak tahu deh >> selingkuh nga tuh suami. Pokoknya keliatan pakar hebat nan wahid deh. >> >> Makanya meski yang bersangkutan sudah cerita seperti diatas saya bilang >> yang bersangkutan tidak mengerti pasar modal, beliau awal tahun lalu tanya >> saya beli apa, karna saya tahu tipikal bersangkutan seperti tulisan >> tersebut, supaya saja juga tidak dibuat pusing. Saya suruh saja beli >> reksadana di Schroder lewat seorang rekan yang kebetulan saya kenal (hanya >> kebagian komisi makan siang sih, xixixixixxii................) >> >> Nah 2 hari lalu ketemu, yang bersangkutan langsung nraktir makan steak >> gratis, yang bersangkutan ternyata nurut saran saya, langsung melikuidasi >> sebagian portofolio yang menurutnya sudah tiada harapan dan langsung >> menggunakan uang plus sisa tabungan untuk dibelikan reksadana, padahal >> saya sendiri ngak tahu produk reksadana apa yang beliau beli, Beliau >> bersyukur dan sangat berterima kasih, portofolio ngak lagi perlu, yang ada >> hanya setiap bulan menerima report hasil investasi mencapai nilai sekian >> tanpa perlu repot dengar kiri-kanan, dari pagi sampai sore mata "nempel" >> monitor untuk investasi yang ngak untungin, untung satu nombokin yang >> lain. Dengan posisi saat ini beliau hidup santai, hubungan keluarga suami >> dan anak berlangsung bahagia tanpa diganggu berita dan pergerakan harga. >> >> jadi apa pilihan Anda ? >> >> cuma jangan sembarangan pilih MI agar investasi tidak berbuah cacian dan >> makian, pilih yang transparan dan fair, ngak curangin investornya. Bilang >> beli kelas A tahunya beli saham kelas A miring, teliti terus portofolio >> investasinya, dan segera komplain begitu portofolio ngak sesuai dengan >> kriteria yang sudah disepakati sejak awal. >> >> Memang ngak bisa semua portofolio diungkap setiap saat karna menyangkut >> strategi investasi tapi setidaknya garis besar utama harus diungkap agar >> nasabah juga punya profil pandangan investasi MI. >> >> Saya bukan bekerja di lembaga keuangan dan tidak berhubungan apapun dengan >> mereka, fakta 100 yang terjun dipasar modal mungkin hanya tersisa 1-5 >> saja, yang lainnya "tewas". Kenapa mesti repot belajar dan ngurusin hal >> baru kalau kita sendiri harus mulai dari nol yang belum tentu berhasil. >> Lagian sudah ada ahlinya yang mungkin jauh lebih pintar mengelola dana >> ketimbang diri kita. >> >> >> --- In [email protected], "Rudi Ho" <elbertanathapindikaho@...> wrote: >>> >>> Kebetulan kami baru membeli reksadana TRAM Consumption Plus yang >>> diluncurkan 5 Mei lalu. >>> >>> Beberapa informasi yang bisa kami bagi: >>> >>> 1. Pembelian minimum 250 ribu, top up 100ribu >>> 2. Gratis asuransi jiwa kecelakaan sebesar 2 kali NAB >>> 3. Bank kustodian HSBC >>> 4. Pembelian hingga 5 Juni 2011 gratis biaya pembelian >>> 5. Penempatan dana dominan untuk saham konsumsi seperti Indofood, >>> Unilever dengan saham sekunder perbankan & telekomunikasi >>> 6. Biaya penarikan 2% untuk penempatan dibawah 1 thn. Untuk penempatan >>> diatas 1 thn, tidak biaya penarikan. >>> 7. Pembelian langsung ke Tri Megah Security setempat. Info bisa didapat >>> di web site Tri Megah ( www.trimegah.com ? ) >>> 8. Saat ini, dana kelolaan reksadana ini (menurut versi AO TRAM ) >>> sekitar 130 M >>> >>> Untuk prospek, mungkin suhu suhu disini bisa memberi pengarahan tentang >>> prospek saham konsumsi dan perbankan, termasuk performance TRAM >>> >>> >>> Salam >>> EAH >>> Sent from my BlackBerry® >>> powered by Sinyal Kuat INDOSAT >>> >>> -----Original Message----- >>> From: rivai nur <nmrivai3@...> >>> Sender: [email protected] >>> Date: Wed, 4 May 2011 22:00:18 >>> To: <[email protected]> >>> Reply-To: [email protected] >>> Subject: [saham] REKSADANA TRAM- TRIMEGAH >>> >>> Ada yang bisa kasih pencerahan ttg reksadana TRAM dari trimegah yang >>> besok mau >>> diluncurkan...please info dan bahasannya >>> >>> thanks >>> nmr >>> >> >> >> >> >> ------------------------------------ >> >> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. >> >> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN >> MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU >> MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK >> PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. >> >> [email protected] untuk berhenti dari milis saham >> [email protected] untuk bergabung ke milis saham >> Yahoo! Groups Links >> >> >> > > -- > Tertanda, > Oguds [960000031] > >
