salah beli produk reksadana kali makanya masih rugi, 

bukan berarti beli reksadana pasti untung, makanya harus jeli juga milihnya 
reksadana mana dan dikelola siapa.

Dari sekian pengelola reksadana yang inline dan bahkan ada yang melebihi 
pertumbuhan rata-rata bursa sangat sedikit.

Biasanya kalau produk yang banyak dipegang orang lebih menguntungkan ketimbang 
reksadana yang dimiliki sedikit pihak, berbeda dengan saham yang dimiliki 
banyak orang menjadi saham sejuta umat. Dengan banyaknya pihak yang memegang 
reksadana maka tingkat likuiditas di pengelola menjadi lebih sehat.

Kalau boleh dibilang reksadana itu hampir mirip dengan Bank, semakin besar 
tingkat resiko semakin kecil ketimbang Bank kecil meski dengan bunga lebih 
menarik. Tapi tentunya yang paling utama adalah transparansi dan fairness dari 
FM di reksadana tersebut. Profil isi produk juga harus dipertimbangankan, 
jangan beli "kucing dalam karung".

--- In [email protected], "Oguds" <oguds@...> wrote:
>
> 
> Sebenarnya 'musuh' abadi manusia kita tahu, yaitu waktu. Ini sudah
> dinyatakan Tuhan, "demi waktu". Di reksadana, investor bisa sedemikian
> sabarnya menunggu kenaikan yg sekian persen saja sebulan, sedangkan di
> saham sudah gatal seminggu saja tidak gerak. Padahal masa depan siapa yg
> tahu toh? Saham2 tidur pun sewaktu2 bangun juga mencari mangsa. KRAS
> misalnya belum bangun2, mungkin 10th lagi dia bangun toh? :-)
> 
> Sebaliknya di reksadana pun tidak ada jaminan akan untung. Saya punya
> reksadana dibeli Jan 2008, kalo gak salah IHSG 2500-an, sebesar 5jt. Pas
> krisis di Nov 2008, sempat tinggal 1,7 juta. Saat ini masih negatif juga,
> yaitu 4jt. Saya malas menariknya karena malas mengurus pencairan, biarin
> saja mengeras jadi batu, haha.
> 
> Menyambung firman Tuhan, obat dari masalah waktu ini adalah "saling
> bernasehat dalam kebaikan". Contoh gamblangnya seperti cerita anda, yaitu
> menggunakan reksadana tertentu. Atau fungsi milis ini, saling bertukar
> pikiran soal saham. Hidup bukan sekedar mengurusi untung atau rugi. Asal
> kita berusaha, tekun, dan konsisten, rejeki itu datang sendiri kok. Belum
> tentu dari saham, bisa saja dari membuat buku saham atau membuat training
> saham. Saya sendiri niat mau buat artikel saham di majalah, kebetulan ada
> kapling, meskipun belum tentu untung juga. :-)
> 
> On Fri, May 6, 2011 11:16 pm, i0n_n0i wrote:
> > memang portofolionya apa saja Pak ? Jelasin detail dulu portofolionya,
> > jangan mau kalau cuma dibilang 1-2 macam saja.
> >
> > Ini cerita 2 hari lalu dan nyata, seorang Ibu yang sekitar awal tahun 2011
> > lalu saya suruh beli saja reksadana saham di Schroder, saya tahu yang
> > bersangkutan tidak mengerti pasar modal dan pusing lebih banyaknya rugi
> > ketimbang untung, untung 2-3 point, nombokin rugi yang nyangkut sana-sini.
> > Dengar berita dan info kiri-kanan, baca koran bisnis dan web berita sana
> > sini, kalau bicaranya ikutan mengerikan seperti fund kelas berat, cerita
> > wallstreet, USD VS Euro, uptrend, bearish. Canggih, tapi portofolio plus 1
> > minus 3, dari pagi ngak boleh telat lihat monitor saham, anak menjadi
> > urusan pembantu suami sudah pusing ngeliat kelakuan istri, ngak tahu deh
> > selingkuh nga tuh suami. Pokoknya keliatan pakar hebat nan wahid deh.
> >
> > Makanya meski yang bersangkutan sudah cerita seperti diatas saya bilang
> > yang bersangkutan tidak mengerti pasar modal, beliau awal tahun lalu tanya
> > saya beli apa, karna saya tahu tipikal bersangkutan seperti tulisan
> > tersebut, supaya saja juga tidak dibuat pusing. Saya suruh saja beli
> > reksadana di Schroder lewat seorang rekan yang kebetulan saya kenal (hanya
> > kebagian komisi makan siang sih, xixixixixxii................)
> >
> > Nah 2 hari lalu ketemu, yang bersangkutan langsung nraktir makan steak
> > gratis, yang bersangkutan ternyata nurut saran saya, langsung melikuidasi
> > sebagian portofolio yang menurutnya sudah tiada harapan dan langsung
> > menggunakan uang plus sisa tabungan untuk dibelikan reksadana, padahal
> > saya sendiri ngak tahu produk reksadana apa yang beliau beli, Beliau
> > bersyukur dan sangat berterima kasih, portofolio ngak lagi perlu, yang ada
> > hanya setiap bulan menerima report hasil investasi mencapai nilai sekian
> > tanpa perlu repot dengar kiri-kanan, dari pagi sampai sore mata "nempel"
> > monitor untuk investasi yang ngak untungin, untung satu nombokin yang
> > lain. Dengan posisi saat ini beliau hidup santai, hubungan keluarga suami
> > dan anak berlangsung bahagia tanpa diganggu berita dan pergerakan harga.
> >
> > jadi apa pilihan Anda ?
> >
> > cuma jangan sembarangan pilih MI agar investasi tidak berbuah cacian dan
> > makian, pilih yang transparan dan fair, ngak curangin investornya. Bilang
> > beli kelas A tahunya beli saham kelas A miring, teliti terus portofolio
> > investasinya, dan segera komplain begitu portofolio ngak sesuai dengan
> > kriteria yang sudah disepakati sejak awal.
> >
> > Memang ngak bisa semua portofolio diungkap setiap saat karna menyangkut
> > strategi investasi tapi setidaknya garis besar utama harus diungkap agar
> > nasabah juga punya profil pandangan investasi MI.
> >
> > Saya bukan bekerja di lembaga keuangan dan tidak berhubungan apapun dengan
> > mereka, fakta 100 yang terjun dipasar modal mungkin hanya tersisa 1-5
> > saja, yang lainnya "tewas". Kenapa mesti repot belajar dan ngurusin hal
> > baru kalau kita sendiri harus mulai dari nol yang belum tentu berhasil.
> > Lagian sudah ada ahlinya yang mungkin jauh lebih pintar mengelola dana
> > ketimbang diri kita.
> >
> >
> > --- In [email protected], "Rudi Ho" <elbertanathapindikaho@> wrote:
> >>
> >> Kebetulan kami baru membeli reksadana TRAM Consumption Plus yang
> >> diluncurkan 5 Mei lalu.
> >>
> >> Beberapa informasi yang bisa kami bagi:
> >>
> >> 1. Pembelian minimum 250 ribu, top up 100ribu
> >> 2. Gratis asuransi jiwa kecelakaan sebesar 2 kali NAB
> >> 3. Bank kustodian HSBC
> >> 4. Pembelian hingga 5 Juni 2011 gratis biaya pembelian
> >> 5. Penempatan dana dominan untuk saham konsumsi seperti Indofood,
> >> Unilever dengan saham sekunder perbankan & telekomunikasi
> >> 6. Biaya penarikan 2% untuk penempatan dibawah 1 thn. Untuk penempatan
> >> diatas 1 thn, tidak biaya penarikan.
> >> 7. Pembelian langsung ke Tri Megah Security setempat. Info bisa didapat
> >> di web site Tri Megah ( www.trimegah.com ? )
> >> 8. Saat ini, dana kelolaan reksadana ini (menurut versi AO TRAM )
> >> sekitar 130 M
> >>
> >> Untuk prospek, mungkin suhu suhu disini bisa memberi pengarahan tentang
> >> prospek saham konsumsi dan perbankan, termasuk performance TRAM
> >>
> >>
> >> Salam
> >> EAH
> >> Sent from my BlackBerry®
> >> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> >>
> >> -----Original Message-----
> >> From: rivai nur <nmrivai3@>
> >> Sender: [email protected]
> >> Date: Wed, 4 May 2011 22:00:18
> >> To: <[email protected]>
> >> Reply-To: [email protected]
> >> Subject: [saham] REKSADANA TRAM- TRIMEGAH
> >>
> >> Ada yang bisa  kasih pencerahan ttg reksadana TRAM dari trimegah  yang
> >> besok mau
> >> diluncurkan...please info dan bahasannya
> >>
> >> thanks
> >> nmr
> >>
> >
> >
> >
> >
> > ------------------------------------
> >
> > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
> >
> > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN
> > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU
> > MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK
> > PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.
> >
> > [email protected] untuk berhenti dari milis saham
> > [email protected] untuk bergabung ke milis saham
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> 
> -- 
> Tertanda,
> Oguds [960000031]
>




------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke