He, he, he...Mas Widhi yg baik, saya paham maksud dan penjelasan sampeyan.
Cuma yg rada kurang nyambung itu, apa ya manfaat ke-cuan-annya bagi kita dan
relevansinya dg trading/investing, dg urusan respek, etika,
hormat-menghormati? Sptnya trader dan investor ga ada yg ambil pusing deh
apakah analis atau teknisi chart apalagi broker, mau menyampaikan dg cara
bagaimana. Tentu beda antara mungkin gaya personal dan menghardik. Kl itu
jelas bedanya, siapa saja juga tahu. Heran juga sih saya, kok sampai perlu
seditel itu sih perhatiannya? Sampai nanya ga di-reply bikin uring2an? Saya
juga sering nanya japri ke para pakar dan sedikit skali yg bersedia reply.
Cuma kl saya berpikirnya terbalik, kl saya nanya maka saya tau perlunya saya
nanya, tapi bagi yg ditanya, mana saya tahu dia merasa perlu ngejawab, he,
he, he. Simpel kan & ga perlu digerundelin? Mungkin sampeyan sdg bosen
ngeliatin chart melulu, atau memang bawannya feminin dari sana, jadi rada2
mudah sensi geto lo :d.

Saya juga mengerti uraian & filosofi sampeyan cuma publish list sekian puluh
saham utk di-screening lebih lanjut. Cuma ya itu tadi, menurut saya, sdh
cukup lihat daftar indeks yg disediakan Bursa. Mau yg sangat terbatas
pilihannya & likuid & big caps, ada Bisnis 13, mau yg lebih luas lagi
pilihannya ada LQ45, mau yg lebih luas cakupannya termasuk mid caps ada
Kompas100, mau ambil untung di saham2 small caps yg mengandalkan growth, ada
Pefindo25. Kl yg diterima oleh traders / investor apalagi newbie, cuma list
lainnya, ya apa bedanya? Toh, mereka masih perlu screen lebih lanjut. Saya
tdk bermaksud mengatakan bahwa list sampeyan ga bermanfaat lo, cuma memang
tdk membantu sih menurut saya, apalagi traders dg modal 50-250 juta dan
perlu pertimbangkan belasan / puluhan saham yg leverage untung sekian persen
dari holding 5 juta, cuma buat ganjel bunga deposito.

Skg begini coba, kita2 dah denger komentar sampeyan tg positif01, sah2 saja
sih menurut saya. Skg, sampeyan pasti penasaran dong, pengen denger komentar
kita tg hasil kerja sampeyan. Coba beri ke kita2 stock pick 3 saham, kl 1
malah lebih oke tuh, yg bakal jumawa minggu ini, bukan cuma sehari dua hari.
Nanti kita coba kasih komentar. Skaligus penasaran pengen tahu
respon/argumen sampeyan kl meleset spt apa.

O, ya selamat malam utk semuanya ya, selamat istirahat, biar besok
trading/investing-nya prima. Salam.

tiens.
2011/5/15 Saptono Widhi <[email protected]>

>
>
> Pak Tikno,
>
> Saya coba jawab email bapak di bawah ya...
>
>  2011/5/15 Tien S <[email protected]>
>
>>
>>
>> Wah, Suhu Katrin bijak sekali ternyata selain cuannya yg berlimpah :d.
>> Saya sepakati dg Suhu Katrin, benar salah kalaupun ada apa parameternya ya?
>> Apa iya parameternya yg kita pikir? Apa benar pendekatannya spt yg kita
>> bayangkan utk nge-judge?  Kl bicara salah krn harga tdk bergerak sesuai dg
>> rekomendasi beli, wah, kl mau dikumpulin, semua broker salah semua tuh, baik
>> dari yg kelas teri sampai kelas kakap di wall street sana. Bahkan,
>> rekomendasi sampai lebih dari setahun juga belum diganti2. Buanyak sekali.
>> Coba cek misalnya rekomendasi dari broker yg ada kolom khusus di Kontan. Apa
>> benar salah, atau timing pengharapan yg menilai yg ga klop?
>>
>
> Benar salah suatu stock pick memang relatif, apalagi jika dikaitkan dengan
> jangka trading/investasi. Kalau saya berpendapat stock call positif itu
> salah (tentunya masih dalam konteks realtif itu) alasannya saya kira ndak
> jauh beda dengan rekan-rekan lain yang berpikiran sama (tau kan
> contohnya).Tapi penekanan saya sebenarnya bukan di salah atau nggak, karena
> semua orang yang mengeluarkan stock call pasti pernah dan sering melakukan
> kesalahan. Saya 'menyentil' positif itu karena saya penasaran, kayak apa sih
> orang yang suka publish tulisan ini-itu, tapi begitu kita respon tulisannya,
> nggak pernah ada tanggapan, ditambah lagi gaya tulisannya
> yang mengingatkan pada film jaman kolonial, mirip omongan kumpeni sama
> inlander ( hehehe.. ), jadi kesan yang tertangkap itu dia sangat meremehkan
> orang lain. Ini juga dikuatkan dengan kenyataan bahwa tiap kali stock
> call-nya benar, dia suka sekali 'nembak' orang-orang yang berbeda pendapat
> sebelumnya, sementara kalau stock-call-nya salah dan kita tanya, misalnya
> "Pak, ELSA kok nggak jalan", bukan dengan nada menyalahkan, tapi pure nanya,
> jangan harap ada reply. In short, ini masalah etika, masalah respect
> terhadap orang lain, hal-hal di luar masalah akurasi prediksi/stock call.
>
>
>>
>> Kl bagi saya sih, rekomendasi spesifik yg dipahami benar jangka waktu
>> trading/investasinya masih lebih membantu, ketimbang dijejali pilihan saham
>> sampai puluhan banyaknya, bukan begitu Mas Widhie yg list-nya nampang di
>> Kontan? Kecuali kita fund manager yg bisa diversifikasi aset dg pegang
>> puluhan saham, ritel yg cuma punya duit 5-10 juta, disuruh pilih satu/dua
>> dari puluhan banyaknya yg terjaring menurut saya ga membuat kita lebih mudah
>> disuruh milih dari semua saham yg ada di bursa. Bursa juga malah sdh punya
>> indeks pilihan yg isinya hanya 13 saham saja. Atau yg tipe kasih list
>> seabrek, sebenarnya ga berani kasih rekomendasi yg lebih spesifik? Sampai di
>> sini, stock pick yg ada baik dari siapa saja termasuk idola saya Suhu
>> Katrin, yg nyebut satu/dua itu jauh lebih membantu. Resiko toh akhirnya
>> tanggungan penumpang sendiri.
>>
>
> Saya memaklumi dengan subyektifitas bapak yang lebih suka stock pick yang
> sebatas 1-2 saham. Mungkin mayoritas orang juga lebih suka seperti itu.
> Sebelum berbicara tentang orang-orang yang terbantu dengan model WDWL, saya
> ingin menyampaikan subyektifitas saya pribadi. Saya terus terang tidak
> terlalu percaya bahwa model matematis tertentu, entah itu indikator, metode
> analisa, elliot wave dll dapat filter-out 2-3 saham yang memberi potensi
> keuntungan terbesar dari sekian puluh/ratus saham. Masih ada banyak faktor,
> di luar data historical, yang perlu dipertimbangkan, sebelum kita melakukan
> action Buy / Sell. Faktor-faktor itu tidak bisa dirumuskan secara matematis,
> sehingga proses pertimbangan akhirnya banyak berdasar personal judgment.
> Untuk itu, saya lebih suka diberi pilihan oleh suatu indikator/metode
> analisa, katakanlah 5 - 10 saham kemudian penajamannya biar saya tentukan
> sendiri berdasar personal judgment itu. WDWL yang saya buat sedikit banyak
> mencerminkan hal tersebut tersebut. Tiap hari ada saja saham-saham yang
> muncul jadi pilihan untuk dicermati lebih lanjut. Dari sekitar 465
> saham+efek yang ada di BEJ, setelah melalui screening nilai transaksi dan
> status teknikal, WDWL bisa mengerucutkan menjadi 5 - 10 saham saja
> (tergantung kondisi market). Panduan yang ada di harian KONTAN sudah secara
> detail menjelaskan bagaimana cara menemukan saham-saham yang menarik
> tersebut. Tapi kenapa WDWL selalu menampilkan 35 x 2 saham sekaligus? Kenapa
> nggak 5 - 10 saham yang menarik saja tadi ? Sebelum itu, saya ingin
> mengingatkan kembali pada pelajaran dasar trading yang dulu saya dapat. Saya
> diajarkan, bahwa sebelum menganalisa suatu saham, lihat dulu kondisi
> sektoral dan general marketnya. Apa jadinya jika beli saham yg secara
> teknikal sangat menarik, tapi kondisi sektoral dan general market sedang
> overbought? Untuk itu, pada saat perencanaan trading, saya juga selalu rutin
> melihat kondisi sektoral dan terutama general market (IHSG). Di samping itu,
> mestinya kita juga perlu review status saham-saham yang ada di portfolio,
> apakah masih aman? apakah sudah overbought? dll. Ketimbang buka chart
> indeks, chart sektoral dan chart saham satu persatu, maka saya ingin
> memiliki model analisis/sistem yang dalam satu tampilan/screen, bisa
> mencakup semuanya. Berangkat dari kebutuhan itu, terciptalah WDWL. Dari satu
> halaman WDWL, saya bisa mendapat 'gambaran' status general market, status
> sektoral, status saham dalam portofolio, sekaligus pilihan saham-saham yang
> kira-kira menarik untuk dibeli (caranya dijelaskan di panduan harian
> KONTAN). So, pertimbangan utamanya adalah kepraktisan. That's it. WDWL an
> sich belum melibatkan analisa/personal judgment, itu hanyalah output dari
> sistem otomatis yang dikerjakan oleh mesin/komputer. Saya pun lebih suka
> menyebutnya pemetaan. Selanjutnya, kenapa saya jarang posting
> analisa/rekomendasi spesifik? Ada beberapa alasan, pertama saya kira
> 'sumbangan' saya ke publik sudah cukup dari WDWL yang secara gratis
> dipublish di milis dan harian KONTAN. Kedua, saya kurang suka membuka 'isi'
> porto saya ke publik, dan setahu saya, banyak trader/bandar yang juga kurang
> suka membuka portofolionya, so, ini bukan hal yang aneh. Posting stock pick
> tertentu, sedikit banyak akan menunjukkan isi porto kita 'kira-kira' isinya
> apa aja. Beberapa orang berpikir bahwa posting stock-pick ke milis-milis
> akan membantu mendorong agar saham itu naik. Sejauh yang saya tahu, itu
> tidak betul. Even postingan positif yang begitu panjang lebar, atau
> kompor-kompor top lain di milis-pun, dalam banyak kejadian tidak terwujud.
> Saham naik karena 'sesuatu', dan less likely karena komporan di milis.
> Ketiga, saya tidak berambisi untuk dikenal sebagai sbg 'stock picker' /
> master / analis ulung. Jadi faktor 'berani' atau tidak is out of question.
> Portofolio tumbuh sekian kali lipat dari rate deposito sudah merupakan
> anugerah yang besar. Kenapa saya 'memasarkan' WDWL? Sebagai suatu produk,
> WDWL tidak berbeda dengan charting software spt metastock/amibroker dll,
> fungsinya adalah 'membantu trader/investor dalam menganalisa saham/market
> dan mengambil keputusan trading'. Dimuatnya WDWL di harian KONTAN dan
> diperpanjangnya kontrak pemuatan tersebut (saat ini memasuki tahun kedua)
> sedikit banyak menunjukkan bahwa ada segmen pelaku market yang terbantu oleh
> WDWL.
>
>
>>
>> Jadi, ya poin saya sih, I am no body to judge other people geto lo. Kaya
>> lebih baik aja, apalagi jelas ga lebih pinter menguasai persoalan. Yg saya
>> suka dari si positif01 itu adalah pemaparan dan argumentasi mengapa dia
>> memberi rekomendasi. Kl cuma krn ini candle hijau, stochastic cross ini itu,
>> saya rasa, mayoritas trader paham pelajaran dasar tg itu ya. Yg dicari itu
>> adalah penjelasan yg lebih dalam dari itu tapi tdk disajikan secara njelimet
>> sbg laporan riset yg puluhan/ratusan halaman. Kita kan diajarkan bhw
>> bertransaksi saham itu juga kegiatan bisnis. Bayangkan kl bisnis cuma
>> di-treat crossing over, break out sana sini, :d. Tapi, bukan berarti grafik
>> tdk perlu lo ya. Fundamental dan teknikal penting. Hanya argumentasi/obrolan
>> tg pemilihan saham yg berbobot Itu yg jarang saya temukan di milis saham.
>>
>
> Minggu lalu ada rekan di milis meta-noia yang merancukan 'paparan status'
> dengan prediksi, analisa dan rekomendasi. "ELTY breakout resistance. BUY
> ELTY" itu bukan analisa, itu 'paparan status' dan rekomendasi. WDWL itu baru
> sebatas 'paparan status' atau saya sebut 'pemetaan'. Analisa, prediksi dan
> rekomendasinya belum tercakup di situ. Kalau ditanya kenapa saya ndak
> memberikan analisa, prediksi dan rekomendasinya sekalian? Jawabannya seperti
> tadi, kembali ke preferensi masing-masing. Sejauh ini saya belum membuka
> 'layanan' untuk itu. Kalau nanti saya jadi remiser atau membuka layanan
> stock pick, bisa jadi saya akan memberi analisa, prediksi dan rekomendasi
> pada klien. Kalau perlu klien terima beres aja, dalam arti, saya kelola
> dananya sekalian (hehehe). Terkait dengan indikator-indikator teknikal, saya
> pribadi tidak percaya bahwa karena terjadi golden cross, breakout
> resistance, oscillator oversold atau munculnya sinyal bullish dari
> indikator/analisa teknikal  model apapun (buaya, elliot wave, optimisasi,
> back test dll) maka harga saham akan naik. Dengan pemahaman itu, makanya
> saya jarang sekali membuat prediksi apalagi target harga. Yang saya pahami
> dari belajar TA adalah. pada setiap bullish trend, selalu didahului oleh
> golden cross, saham-saham yang menunjukkan oversold seringkali harganya akan
> segera rebound, saham-saham yang terbang seringkali didahului oleh breakout
> resistance. Oleh karena itu, ketika saya melihat suatu saham menunjukkan
> sinyal teknikal yang menarik (berdasar pemetaan WDWL), dan secara
> sektoral/group dan general market mendukung (proses analisa) maka saya masuk
> ke saham tersebut dan berharap semoga akan bergerak sesuai apa yang sudah
> sering terjadi. Berharap dan berprediksi itu beda lho ya. Prinsip 'berharap'
> dan bukan 'prediksi' ini yang membuat saya juga 'sedikit' membuat perbedaan
> pada penanggalan edisi WDWL. Biasanya produk-produk riset selalu
> mencantumkan tanggal dibuat / tanggal riset tersebut mestinya dipakai, misal
> riset untuk market hari rabu depan, maka akan diberi tanggal 18 Mei 2011
> (forward looking), sementara WDWL selalu mencantumkan tanggal penutupan
> terakhir, sesuai data yang EOD yang digunakan (backward looking), ibaratnya
> mengatakan "Ini lho peta bursa berdasar data penutupan terakhir, silahkan
> buat analisa dan prediksi masing-masing" :)
>
>
>
>> Semakin banyak yg bisa memperkaya pandangan dan pengalaman akan semakin
>> bagus. Ayo coba kita nilai diri kita masing2 sblm nilai orang lain siapa
>> saja selain kita.
>>
>
> Beberapa waktu lalu saya nge-ban member milis meta-noia yang nampaknya
> bukan manusia, tapi bot/mesin yang kerjanya kirim email promosi ke
> milis-milis. Saya anggap pihak yang mengeset bot itu hanya menganggap member
> milis sebagai obyek promosi, bukan mengajak untuk berinteraksi. Seperti saya
> tulis diatas, Mr. Positif itu kelakuannya kurang lebih sama, beberapa kali
> member merespon postingnya, nanya ini-itu (belum sampai menyalahkan
> stock-call-nya) tidak ditanggapi, saya, sebagai pemilik milis, coba
> colek-colek juga tidak ditanggapi. Sekalinya nanggapin malah menyerang
> orang. Terus terang saya kurang respect sama orang seperti itu. Menurut
> saya, begitu seseorang mempublish sesuatu ke publik, dan memang ada niatan
> berinteraksi, maka setiap respon/pertanyaan akan dibalas. Setelah WDWL
> dimuat di KONTAN, saya mendapat banyak email JAPRI dari sana-sini, nanya
> ini-itu. Walau kadang telat, semuanya saya coba reply satu persatu. Itu
> bentuk 'tanggung jawab' karena telah melempar 'statement' ke publik.
> Merepotkan memang, tapi ya semua ada hikmahnya :D
> Akhir kata, preferensi orang terhadap model-model analisa / stock pick
> tentu berbeda-beda, cocok dan tidak cocok itu wajar. Tapi respek terhadap
> orang lain itu adalah hal yang universal. Tulisan saya yang panjang lebar
> menanggapi email bapak juga mencerminkan respek saya terhadap bapak. Hal ini
> yang tidak saya temukan dari Mr. +, paling tidak kemarin-kemarin, semoga dia
> baca ini dan besok-besok bisa sedikit berubah.
>
>
> Rgds
>
>
>      On Sun, May 15, 2011 at 3:40 PM, katrin® <[email protected]> wrote:
>>
>>>
>>>
>>> Bahkan sesuatu yang salah bisa diambil manfaat nya :d
>>> Gak perlu sampai personal mungkin ? :d
>>>
>>> Sent With Love.......®
>>>  ------------------------------
>>> *From: *saham valas <[email protected]>
>>> *Sender: *[email protected]
>>> *Date: *Fri, 13 May 2011 21:58:31 +0700
>>>  *To: *<[email protected]>
>>> *ReplyTo: *[email protected]
>>> *Subject: *Re: [saham] Friday tomorrow, cashing in day?
>>>
>>>
>>>
>>> well  sepertinya + salah lagi
>>> kemana dia ?  di culik Jason kale  hehehe
>>>
>>> On Thu, May 12, 2011 at 2:53 PM, <[email protected]> wrote:
>>>
>>>>
>>>>
>>>> When u r negative, be positive. And when u r positive, be negative.
>>>> ------------------------------
>>>> *From: *saham valas <[email protected]>
>>>> *Sender: *[email protected]
>>>> *Date: *Thu, 12 May 2011 12:57:10 +0700
>>>> *To: *<[email protected]>
>>>> *ReplyTo: *[email protected]
>>>> *Subject: *Re: [saham] Friday tomorrow, cashing in day?
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> When There is Fear in the Street
>>>> Be Greedy
>>>>
>>>> Time to BUY
>>>>
>>>> On Thu, May 12, 2011 at 11:30 AM, positif01 <[email protected]>wrote:
>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>> Friday tomorrow, cashing in day?
>>>>>
>>>>> cash in,
>>>>> a.
>>>>> to turn in and get cash for (one's chips), as in agambling casino.
>>>>>
>>>>> "Sell in May and go away" has yet to be over. There is one call which
>>>>> seemingly has yet to get here. We keep it until all dust settled. We like
>>>>> Vanessa Williams in a twisted tune, "Save the Worst for the Last".
>>>>>
>>>>> '+'
>>>>>
>>>>>
>>>>
>>>
>>
>>
>>
>
>
> --
> http://groups.yahoo.com/group/meta-noia
> Twit : @w_i_d_h_i
>
> 
>

Kirim email ke