Dear all,
 
Numpang OOT ya bang Ian
 
Ada program sosial/amal untuk membantu temen satu kelas waktu SMA dulu, Dewi 
Mustikasari, yang anaknya Kayla; mengalami gangguan pendengaran sangat berat 
(Profound Hearing Loss). Dibutuhkan operasi Cochlear Implat (rumah siput 
telinga) agar Kayla bisa mendengar secara normal. Operasi ini membutuhkan dana 
yang tidak sedikit. Saya terpanggil untuk mengkoordinir temen-temen kelas SMA 
untuk membantu, apalagi Dewi Mustika sekarang sebagai orang tua tunggal karena 
ditinggal suaminya yang shock dengan keadaan putrinya. Rupiah demi rupiah sudah 
mulai terkumpul  saat ini, mohon bila Bapak/Ibu dan rekan-rekan berkenan 
membantu silahkan berkunjung ke blog kami dan melakukan donasi, atau dibawa ini 
kami petikan tentang kisah Kayla.
 
Berapapun sumbanganny akan disalurkan langsung ke yang bersangkutan, dan kami 
sangat berterima kasih. Semoga dengan memberikan pendengaran pada Kayla, maka 
kita diberikan oleh-Nya pendengaran untuk CUAN lebih besar dari karir atau 
bisnis kita. Aamien.
 
Kalau ada rekan-rekan ada informasi untuk program CSR dan perusahaan peduli 
yang mau menjadi sponsor operasi ini kami sangat berterima kasih.
 
Salam,
Sanir Suyitno
 

Program ini mulai tanggal 10 Mei 2011 s.d. 31 Mei 2011 
Penyerahan donasi ke mbak Dewi Mus tanggal 01 Juni 2011 
Untuk mempermudah identifikasi mohon untuk menambahkan Rp 111,- (seratus 
sebelas rupiah) pada jumlah donasi anda. misalkan mau berdonasi 20.000 
maka transfer 20.111, mau berdonasi 100.000 maka transfer 100.111 mau 
berdonasi 1.000.000 maka transfer 1.000.111 dst.  
Seluruh hasil donasi Walaupun 1 rupiahpun donasi yang kawan-kawan berikan 
semuanya akan diberikan ke Dewi Mustikasari 
Kirim donasi anda via BCA nomor rekening 421-248-3242, rekening atas nama Deta 
Agustina Merdekayanti 
Atau donasi via Mandiri kirim ke no rekening 126-000-520-2782 atas nama Sanir 
Suyitno 
Update perolehan sumbangan dapat dilihat di 
http://stematelcharity.wordpress.com/donasi
 
 
PROGRAM CODE 111: 
INFORMASI LANGSUNG  Dewi Mustikasari HP : 08175012000 atau melalui email 
:  [email protected]
———————————————————–
Oktober 2006, hasil lab menyatakan aku positif Rubella, dan dokter kandungan 
yang aku datangi waktu itu (secara tidak langsung aku simpulkan) menyarankan 
aku menggugurkan kandungan , karena dikhawatirkan nantinya terjadi kecacatan 
yang dialami anak ku akibat virus Rubella yang memang cukup ganas itu. Second 
opinion kita cari, sambil mencoba menghilangkan shock. Alhamduillah second 
opinion cukup bisa membuat kita sedikit bisa tersenyum.
”Janinnya bagus, motoriknya bagus, matanya bagus, jantungnya bagus, saya tidak 
melihat adanya tanda-tanda kecacatan fisik yang ada akibat virus Rubella 
itu.Hanya saja….kalau virus itu menyerang saraf pendengarannya, saya tidak bisa 
deteksi itu lewat USG.Itu hanya bisa dideteksi setelah lahir.Dan saran saya, 
teruskan kehamilan ini.” Dokter kandungan yang ternyata juga menjadi wakil 
Indonesia di WHO. Proses kehamilan yang tidak pernah menyusahkan, sampai proses 
kelahiran pun begitu indah buatku melalui proses persalinan normal.
Kayla Putri Vanesyia
Ga’ ada yang janggal sampai Kayla berusia 15 bulan, dimana teman-teman 
seusianya mulai bertambah bubling nya…tidak dengan Kayla. Dokter spesialis 
anak, tumbuh kembang anak, ahli gizi, semua bilang Kayla sehat…mungkin hanya 
terlambat, dan perlu stimulus yang lebih. Namun di setiap akhir sesi kosultasi 
aku ceritakan riwayat Rubella ku… dan semua meminta untuk Kayla segera di 
screening.

September 2008 di TOA JALAPUSPA RSALDr. Ramlan Surabaya, screening ASSR Kayla 
dilakukan.
Hasilnya : Kayla mengalami gangguan pendengaran sangat berat (Profound Hearing 
Loss) dengan sisa pendengaran hanya 20%, dimana dia baru bisa dengar sesuatu 
dengan kekuatan suara 100db (kanan) dan 105db (kiri). Bumi seperti 
berputar.Kepala jadi kaki, kaki jadi kepala.Airmata pun ga’ bisa ditahan. 
Penyesalan yang ada adalah : ‘Kenapa screening ini baru dilakukan saat Kayla 
berusia 17 bulan, padahal aku sudah diwarning sejak hamil 4bulan’. Minimal, 
semakin dini mengetahuinya, semakin dini juga kita bisa mempersiapkan minimal 
dana yang harus dikeluarkan untuk sekedar Alat Bantu Dengar dengan harga 
satunya 12juta.dan Kayla harus menggunakan 2.
Bentuk ketidakterimaan atas kondisi Kayla sering tampak dari diriku, apalagi 
mengingat selama 17 bulan perkembangan Kayla tidak ada bedanya dangan anak 
normal lainnya. Yang bahkan dia bisa ‘diperintah’ untuk mengambilkan sepatu 
papanya saat mau kerja, atau bahkan mengambilkan lap pel saat dia ngompol.
‘Itu habbit’ …begitu kata dokter…Thanks God…cara mendidik ku yang sedikit keras 
demi kedisiplinan dia, sangat bermanfaat untuk kondisi Kayla. Sugest untuk 
Profound Hearing Loss sebenarnya adalah Cochlear Implant atau impant rumah 
siput.Secara medis, alat bantu dengar kurang maksimal untuk gangguan 
pendengaran sangat berat. Sistem Kerja ABD hanyalah sebagai ‘penguat suara’ . 
Tapi untuk gangguan pendengaran sangat berat, penguatan yang diberikan ABD, 
terkadang tidak sampai pada speech area di kekuatan 20dB.
Bisa memakaikan ABD untuk Kayla, itu sudah cukup berarti buatku.dengan bantuan 
dana orang tua, februari 2009 kayla menggunakan ABD Bernafon Win 112 di kedua 
telinganya.Terapi dengar, terapi bicara, konsultasi dokter, sharing dengan 
sesama orang tua anak dengan ABD ga’ berhenti aku lakukan. Bukan biaya yang 
sedikit.Terapi dengar dengan biaya Rp.160rb/ jam. Terapi bicara, dan konsultasi 
dokter spesialis THT yang Alhamdulillah aku mendapat diskon cukup besar.Dan 
berharap Kayla bisa berkomunikasi seperti anak normal lainnya walaupun harus 
dengan alat bantu.Mimpi besar sering terbersit, suatu hari kayla akan bilang 
“Ma, aku ga’ butuh h/a ini lagi”.Mimpi terlalu besar bahkan, karena secara 
medis, hanya mukjizat Allah yang bisa mewujudkan itu.

Sedikit terbesit untuk Cochlear Implat dengan harga $25rb.Tapi langsung kukubur 
membayangkan angka itu.Belum lagi, resiko yang bisa dialami akibat ataupun 
pasca operasi.
Membaca sebuah buku “I Hear” tulisan San Wirakusuma tentang proses yang dialami 
Gwendolyn Muljono putrinya, yang di Implant saat berusia kurang dari 2 
tahun.dan harus melakukan operasi ulang karena elektroda yg ada di processor yg 
ditanam dalam kepalanya mati.Itu semakin membuatku membuang jauh keinginan 
untuk Implant.Aku akan memaksimalkan ABD yg dipakai Kayla.


Perjalanan 2 tahun terapi, konsultasi, sharing parent, mulai membuka mata dan 
hatiku. Mulai membuatku membuang jauh ‘keegoisan’ atas kata ‘tidak tega’ 
menaruh Kayla di meja operasi, untuk mendapatkan pendengaran seperti 
pendengaran normal.Segala resiko aku kembalikan padaNYA. Mindset aku 
rubah.Target ku Kayla harus Implant.Aku berhutang pendengeran padanya. Masih 
belum terbayang memang bagaimana aku harus mendapatkan $25rb hanya untuk 1 
cochlear implant belum termasuk biaya operasi.Sementara operasi saat ini di 
Indonesia baru bisa dilakukan di Jakarta dan Bali.Biaya diBali memang jauh 
lebih murah dibandingkan di Jakarta.yang itupun juga masih jauh lebih murah 
kalo dibandingkan operasi di luar negeri, seperti yang dilakukan mereka-mereka 
anak gangguan pendengaran 10 tahun yang lalu.Mereka termasuk orang beruntung, 
yang mungkin tidak susah untuk mendapatkan itu.

Kalau aku harus mengumpulkan uang sampai di angka itu, aku ga’ tahu, kapan 
Kayla bisa di Implant… dan itu berarti, jika saat itu datang….gap yang dihadapi 
Kayla akan semakin besar.akan semakin sulit untuk dia mengejar semua 
ketinggalannya.semua yang selama ini tidak sempurna di dengar oleh nya.


Beruntung…aku memiliki teman-teman yang baik.SOFT ‘Sound of me Semarang 
Community – I tell what I hear’.komunitas yang didirikan oleh para orang tua 
dari anak-anak gangguan pendengaran di semarang, banyak memberi ide, bagaimana 
aku bisa mengimplant Kayla.Mencari donasi sponsor perusahaan asing menjadi 
target utama.cukup beralasan, karena toh alat implant mahal itu memang harus di 
import dari luar negeri.Beberapa teman melakukan hal yang sama, demi 
meng-implant anak-anak mereka.teman FB mba Arem Yamapasha, yang juga mulai 
mendapatkan titik terang untuk putranya, yang bukan hanya mengalamigangguan 
pendengaran sangat berat, tapi juga Hiperaktif. Mama Neizya, mama Rifa, Mama 
Radja…yang jug masih mencari jalan untuk bisa mengimplant putra-putri mereka. 
Komunitas di semarang bahkan aga’ sedikit ekstrim tidak mau menggunakan kata 
‘Tuna Rungu’ bagi anak-anak kami.Kami ingin mereka dipanggil dengan ‘anak 
gangguan pendengaran’.karena mereka
 memang masih bisa mendengar walaupun harus dengan alat bantu. Sama halnya 
dengan semua orang yang menggunakan kacamata, kami yakin mereka tidak mau 
disebut ‘tuna netra’ kan?? Karena mereka masih bisa melihat jelas walau harus 
dengan ‘alat bantu’ kacamata.


Terima kasih buat semua teman-teman alumni yang begitu besar mensupport 
usahaku.Kalian semakin membukakan mata dan hati ku,… that’s what friends are 
for…single parent bukan berartii aku sendiri.tapi banyak teman disekelilingku…


Implant jadi target ku saat ini, mengumpulkan rupiah demi rupiah, dan berharap 
maximal tahun 2012 Kayla sudah di Implant (Amin) .dan tugas besar menanti pasca 
implant.Terapi dengar, terapi bicara, terapi psikologis menyamakan umur 
pendengaran dengan umur sebenarnya dia.terapi akademis mengejar semua 
ketinggalan dia.semua akan aku tanam, agar Kayla bisa memetiknya suatu hari 
nanti. Umur manusia ditangan Nya.dan aku ingin, Kayla sudah cukup mandiri, 
layaknya anak-anak normal lainnya seusia nya saat aku memang harus meninggalkan 
dia.
BIODATA
Nama : KAYLA PUTRI VANESYIA
TTl : Semarang, 12 Maret 2007
Alamat : Jl.Mulawarman Selatan No.25 Semarang
Sekolah: PG.Buah Hati
Ibu : Dewi Mustikasari Adhi Surya
Ayah : Rizky Maylana
————————————————–
RINCIAN BIAYA
 
Berikut adalah step yang perlu dijalani oleh Kayla beserta informasi harga.
Proses Pra-Implan
Assessment Medis
MRI CT Scan        RS PGI Cikini    +/-  Rp 2.500.000
                              Surabaya                 Rp 2.500.000
Assessment Audiologi
ASSR                    Rp 500.000
BERA+BOA+ENT Rp 500.000
Tympanometri       Rp 75.000
Audiometri             Rp 100.000
Aided Test             Rp 75.000
Konsultasi dokter   Rp 150.000/dokter                              
Assessment Terapi
Konsultasi AVT      Rp 150,000
Konsultasi speech terapi Rp 150.000
Konsultasi psikologi Rp 150.000
*Semua hasil akan dievaluasi terlebih dahulu oleh tim dokter untuk menentukkan 
kandidasi
Setelah lolos kandidasi, maka akan dilakukan:
Prevenar vaksin     Rp 1000.000(min 15 hari sebelum operasi)
Bood test                Rp 150.000(3 hari sebelum operasi)
Foto thorax lab       Rp 250.000(3 hari sebelum operasi)
Consult dr. anak     Rp 150.000(sebelum operasi)
Biaya operasi: 
RS WINGS INTERNATIONAL
*unilateral: Satu telinga
  Rp 30.000.000
*Bilateral :  Dua telinga
  Rp 60.000.000
Device implant
BTE HARMONY dari AB
*Unilateral:Rp 250.000.000
*Bilateral  :Rp 500.000.000
Pasca Operasi
3 minggu setelah operasi, dilakukan switch on yang akan dilanjutkan dengan 
mapping dan terapi mendengar (avt) dan speech terapy secara berkala:
*Mapping          :Rp 300.000/sesi (setahun pertama sekitar 9x)
*AVT                  :Rp 150.000/sesi (idealnya setiap minggu selama 3th)
*Speach terapy:Rp 60.000/sesi (idealnya setiap minggu 2x)

Kirim email ke