asalkan jelas alokasi nya..sy persilahkan..

salam cuan
herbert. s
www.secondliner.wordpress.com
 On 2011 5 21 11:32, "Sanir Suyitno" <[email protected]> wrote:
> Dear all,
>
> Numpang OOT ya bang Ian
>
> Ada program sosial/amal untuk membantu temen satu kelas waktu SMA dulu,
Dewi Mustikasari, yang anaknya Kayla; mengalami gangguan pendengaran sangat
berat (Profound Hearing Loss). Dibutuhkan operasi Cochlear Implat (rumah
siput telinga) agar Kayla bisa mendengar secara normal. Operasi ini
membutuhkan dana yang tidak sedikit. Saya terpanggil untuk mengkoordinir
temen-temen kelas SMA untuk membantu, apalagi Dewi Mustika sekarang sebagai
orang tua tunggal karena ditinggal suaminya yang shock dengan keadaan
putrinya. Rupiah demi rupiah sudah mulai terkumpul  saat ini, mohon bila
Bapak/Ibu dan rekan-rekan berkenan membantu silahkan berkunjung ke blog kami
dan melakukan donasi, atau dibawa ini kami petikan tentang kisah Kayla.
>
> Berapapun sumbanganny akan disalurkan langsung ke yang bersangkutan, dan
kami sangat berterima kasih. Semoga dengan memberikan pendengaran pada
Kayla, maka kita diberikan oleh-Nya pendengaran untuk CUAN lebih besar dari
karir atau bisnis kita. Aamien.
>
> Kalau ada rekan-rekan ada informasi untuk program CSR dan perusahaan
peduli yang mau menjadi sponsor operasi ini kami sangat berterima kasih.
>
> Salam,
> Sanir Suyitno
>
>
> Program ini mulai tanggal 10 Mei 2011 s.d. 31 Mei 2011
> Penyerahan donasi ke mbak Dewi Mus tanggal 01 Juni 2011
> Untuk mempermudah identifikasi mohon untuk menambahkan Rp 111,- (seratus
sebelas rupiah) pada jumlah donasi anda. misalkan mau berdonasi 20.000
maka transfer 20.111, mau berdonasi 100.000 maka transfer 100.111 mau
berdonasi 1.000.000 maka transfer 1.000.111 dst.
> Seluruh hasil donasi Walaupun 1 rupiahpun donasi yang kawan-kawan berikan
semuanya akan diberikan ke Dewi Mustikasari
> Kirim donasi anda via BCA nomor rekening 421-248-3242, rekening atas nama
Deta Agustina Merdekayanti
> Atau donasi via Mandiri kirim ke no rekening 126-000-520-2782 atas nama
Sanir Suyitno
> Update perolehan sumbangan dapat dilihat di
http://stematelcharity.wordpress.com/donasi
>
>
> PROGRAM CODE 111:
> INFORMASI LANGSUNG  Dewi Mustikasari HP : 08175012000 atau melalui email
:  [email protected]
> ———————————————————–
> Oktober 2006, hasil lab menyatakan aku positif Rubella, dan dokter
kandungan yang aku datangi waktu itu (secara tidak langsung aku simpulkan)
menyarankan aku menggugurkan kandungan , karena dikhawatirkan nantinya
terjadi kecacatan yang dialami anak ku akibat virus Rubella yang memang
cukup ganas itu. Second opinion kita cari, sambil mencoba menghilangkan
shock. Alhamduillah second opinion cukup bisa membuat kita sedikit bisa
tersenyum.
> ”Janinnya bagus, motoriknya bagus, matanya bagus, jantungnya bagus, saya
tidak melihat adanya tanda-tanda kecacatan fisik yang ada akibat virus
Rubella itu.Hanya saja….kalau virus itu menyerang saraf pendengarannya, saya
tidak bisa deteksi itu lewat USG.Itu hanya bisa dideteksi setelah lahir.Dan
saran saya, teruskan kehamilan ini.” Dokter kandungan yang ternyata juga
menjadi wakil Indonesia di WHO. Proses kehamilan yang tidak pernah
menyusahkan, sampai proses kelahiran pun begitu indah buatku melalui proses
persalinan normal.
> Kayla Putri Vanesyia
> Ga’ ada yang janggal sampai Kayla berusia 15 bulan, dimana teman-teman
seusianya mulai bertambah bubling nya…tidak dengan Kayla. Dokter spesialis
anak, tumbuh kembang anak, ahli gizi, semua bilang Kayla sehat…mungkin hanya
terlambat, dan perlu stimulus yang lebih. Namun di setiap akhir sesi
kosultasi aku ceritakan riwayat Rubella ku… dan semua meminta untuk Kayla
segera di screening.
>
> September 2008 di TOA JALAPUSPA RSALDr. Ramlan Surabaya, screening ASSR
Kayla dilakukan.
> Hasilnya : Kayla mengalami gangguan pendengaran sangat berat (Profound
Hearing Loss) dengan sisa pendengaran hanya 20%, dimana dia baru bisa dengar
sesuatu dengan kekuatan suara 100db (kanan) dan 105db (kiri). Bumi seperti
berputar.Kepala jadi kaki, kaki jadi kepala.Airmata pun ga’ bisa ditahan.
Penyesalan yang ada adalah : ‘Kenapa screening ini baru dilakukan saat Kayla
berusia 17 bulan, padahal aku sudah diwarning sejak hamil 4bulan’. Minimal,
semakin dini mengetahuinya, semakin dini juga kita bisa mempersiapkan
minimal dana yang harus dikeluarkan untuk sekedar Alat Bantu Dengar dengan
harga satunya 12juta.dan Kayla harus menggunakan 2.
> Bentuk ketidakterimaan atas kondisi Kayla sering tampak dari diriku,
apalagi mengingat selama 17 bulan perkembangan Kayla tidak ada bedanya
dangan anak normal lainnya. Yang bahkan dia bisa ‘diperintah’ untuk
mengambilkan sepatu papanya saat mau kerja, atau bahkan mengambilkan lap pel
saat dia ngompol.
> ‘Itu habbit’ …begitu kata dokter…Thanks God…cara mendidik ku yang sedikit
keras demi kedisiplinan dia, sangat bermanfaat untuk kondisi Kayla. Sugest
untuk Profound Hearing Loss sebenarnya adalah Cochlear Implant atau impant
rumah siput.Secara medis, alat bantu dengar kurang maksimal untuk gangguan
pendengaran sangat berat. Sistem Kerja ABD hanyalah sebagai ‘penguat suara’
. Tapi untuk gangguan pendengaran sangat berat, penguatan yang diberikan
ABD, terkadang tidak sampai pada speech area di kekuatan 20dB.
> Bisa memakaikan ABD untuk Kayla, itu sudah cukup berarti buatku.dengan
bantuan dana orang tua, februari 2009 kayla menggunakan ABD Bernafon Win 112
di kedua telinganya.Terapi dengar, terapi bicara, konsultasi dokter, sharing
dengan sesama orang tua anak dengan ABD ga’ berhenti aku lakukan. Bukan
biaya yang sedikit.Terapi dengar dengan biaya Rp.160rb/ jam. Terapi bicara,
dan konsultasi dokter spesialis THT yang Alhamdulillah aku mendapat diskon
cukup besar.Dan berharap Kayla bisa berkomunikasi seperti anak normal
lainnya walaupun harus dengan alat bantu.Mimpi besar sering terbersit, suatu
hari kayla akan bilang “Ma, aku ga’ butuh h/a ini lagi”.Mimpi terlalu besar
bahkan, karena secara medis, hanya mukjizat Allah yang bisa mewujudkan itu.
>
> Sedikit terbesit untuk Cochlear Implat dengan harga $25rb.Tapi langsung
kukubur membayangkan angka itu.Belum lagi, resiko yang bisa dialami akibat
ataupun pasca operasi.
> Membaca sebuah buku “I Hear” tulisan San Wirakusuma tentang proses yang
dialami Gwendolyn Muljono putrinya, yang di Implant saat berusia kurang dari
2 tahun.dan harus melakukan operasi ulang karena elektroda yg ada di
processor yg ditanam dalam kepalanya mati.Itu semakin membuatku membuang
jauh keinginan untuk Implant.Aku akan memaksimalkan ABD yg dipakai Kayla.
>
>
> Perjalanan 2 tahun terapi, konsultasi, sharing parent, mulai membuka mata
dan hatiku. Mulai membuatku membuang jauh ‘keegoisan’ atas kata ‘tidak tega’
menaruh Kayla di meja operasi, untuk mendapatkan pendengaran seperti
pendengaran normal.Segala resiko aku kembalikan padaNYA. Mindset aku
rubah.Target ku Kayla harus Implant.Aku berhutang pendengeran padanya. Masih
belum terbayang memang bagaimana aku harus mendapatkan $25rb hanya untuk 1
cochlear implant belum termasuk biaya operasi.Sementara operasi saat ini di
Indonesia baru bisa dilakukan di Jakarta dan Bali.Biaya diBali memang jauh
lebih murah dibandingkan di Jakarta.yang itupun juga masih jauh lebih murah
kalo dibandingkan operasi di luar negeri, seperti yang dilakukan
mereka-mereka anak gangguan pendengaran 10 tahun yang lalu.Mereka termasuk
orang beruntung, yang mungkin tidak susah untuk mendapatkan itu.
>
> Kalau aku harus mengumpulkan uang sampai di angka itu, aku ga’ tahu, kapan
Kayla bisa di Implant… dan itu berarti, jika saat itu datang….gap yang
dihadapi Kayla akan semakin besar.akan semakin sulit untuk dia mengejar
semua ketinggalannya.semua yang selama ini tidak sempurna di dengar oleh
nya.
>
>
> Beruntung…aku memiliki teman-teman yang baik.SOFT ‘Sound of me Semarang
Community – I tell what I hear’.komunitas yang didirikan oleh para orang tua
dari anak-anak gangguan pendengaran di semarang, banyak memberi ide,
bagaimana aku bisa mengimplant Kayla.Mencari donasi sponsor perusahaan asing
menjadi target utama.cukup beralasan, karena toh alat implant mahal itu
memang harus di import dari luar negeri.Beberapa teman melakukan hal yang
sama, demi meng-implant anak-anak mereka.teman FB mba Arem Yamapasha, yang
juga mulai mendapatkan titik terang untuk putranya, yang bukan hanya
mengalamigangguan pendengaran sangat berat, tapi juga Hiperaktif. Mama
Neizya, mama Rifa, Mama Radja…yang jug masih mencari jalan untuk bisa
mengimplant putra-putri mereka. Komunitas di semarang bahkan aga’ sedikit
ekstrim tidak mau menggunakan kata ‘Tuna Rungu’ bagi anak-anak kami.Kami
ingin mereka dipanggil dengan ‘anak gangguan pendengaran’.karena mereka
> memang masih bisa mendengar walaupun harus dengan alat bantu. Sama halnya
dengan semua orang yang menggunakan kacamata, kami yakin mereka tidak mau
disebut ‘tuna netra’ kan?? Karena mereka masih bisa melihat jelas walau
harus dengan ‘alat bantu’ kacamata.
>
>
> Terima kasih buat semua teman-teman alumni yang begitu besar mensupport
usahaku.Kalian semakin membukakan mata dan hati ku,… that’s what friends are
for…single parent bukan berartii aku sendiri.tapi banyak teman
disekelilingku…
>
>
> Implant jadi target ku saat ini, mengumpulkan rupiah demi rupiah, dan
berharap maximal tahun 2012 Kayla sudah di Implant (Amin) .dan tugas besar
menanti pasca implant.Terapi dengar, terapi bicara, terapi psikologis
menyamakan umur pendengaran dengan umur sebenarnya dia.terapi akademis
mengejar semua ketinggalan dia.semua akan aku tanam, agar Kayla bisa
memetiknya suatu hari nanti. Umur manusia ditangan Nya.dan aku ingin, Kayla
sudah cukup mandiri, layaknya anak-anak normal lainnya seusia nya saat aku
memang harus meninggalkan dia.
> BIODATA
> Nama : KAYLA PUTRI VANESYIA
> TTl : Semarang, 12 Maret 2007
> Alamat : Jl.Mulawarman Selatan No.25 Semarang
> Sekolah: PG.Buah Hati
> Ibu : Dewi Mustikasari Adhi Surya
> Ayah : Rizky Maylana
> ————————————————–
> RINCIAN BIAYA
>
> Berikut adalah step yang perlu dijalani oleh Kayla beserta informasi
harga.
> Proses Pra-Implan
> Assessment Medis
> MRI CT Scan        RS PGI Cikini    +/-  Rp 2.500.000
>                               Surabaya                 Rp 2.500.000
> Assessment Audiologi
> ASSR                    Rp 500.000
> BERA+BOA+ENT Rp 500.000
> Tympanometri       Rp 75.000
> Audiometri             Rp 100.000
> Aided Test             Rp 75.000
> Konsultasi dokter   Rp 150.000/dokter
> Assessment Terapi
> Konsultasi AVT      Rp 150,000
> Konsultasi speech terapi Rp 150.000
> Konsultasi psikologi Rp 150.000
> *Semua hasil akan dievaluasi terlebih dahulu oleh tim dokter untuk
menentukkan kandidasi
> Setelah lolos kandidasi, maka akan dilakukan:
> Prevenar vaksin     Rp 1000.000(min 15 hari sebelum operasi)
> Bood test                Rp 150.000(3 hari sebelum operasi)
> Foto thorax lab       Rp 250.000(3 hari sebelum operasi)
> Consult dr. anak     Rp 150.000(sebelum operasi)
> Biaya operasi:
> RS WINGS INTERNATIONAL
> *unilateral: Satu telinga
>   Rp 30.000.000
> *Bilateral :  Dua telinga
>   Rp 60.000.000
> Device implant
> BTE HARMONY dari AB
> *Unilateral:Rp 250.000.000
> *Bilateral  :Rp 500.000.000
> Pasca Operasi
> 3 minggu setelah operasi, dilakukan switch on yang akan dilanjutkan dengan
mapping dan terapi mendengar (avt) dan speech terapy secara berkala:
> *Mapping          :Rp 300.000/sesi (setahun pertama sekitar 9x)
> *AVT                  :Rp 150.000/sesi (idealnya setiap minggu selama 3th)
> *Speach terapy:Rp 60.000/sesi (idealnya setiap minggu 2x)

Kirim email ke