I don't understand bahasa, please use english.. (Lol) Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
-----Original Message----- From: positif01 <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 27 May 2011 15:32:57 Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Side-note: KARK / DSSA: twisted logic? Menarik memahami pergerakan saham DSSA hari ini yang mendekati upper limit +19,70, dan beruntunglah saham KARK yang tidak bisa lagi turun lebih rendah di pasar reguler. Kedua saham ini punya sentimen berita yang esensinya sama. Tentu Anda, bertanya, kenapa sentimen berita yang sama tetapi yang satu naik, yang lainnya seharusnya turun? Itulah mengapa kami sebut menarik, bagi para trader atau lebih pasnya "gambler" yang saat ini mengejar saham DSSA yang belum lama dikeluarkan dari dari indeks MSCI Indonesia Market Investable. DSSA: Coal India (COAL.BO), the world's largest coal miner, is in advanced talks to buy up to 40 percent of Indonesian low-grade coal producer Golden Energy Mines for up to $1 billion, three sources with direct knowledge of the deal said on Thursday. "The due diligence has been going on for some time and will be completed soon and we plan to submit bid by the end of next month," a source told Reuters. Officials at Coal India and Golden Energy's parent company, Dian Swastatika in Jakarta (DSSA.JK), could not be reached for comment. (Reuters) KARK: - DAYA MANDIRI TO LAUNCH IPO Coal firm Dayaindo Resources International plans to sell a stake in its unit Daya Mandiri Resources Indonesia through an initial public offering (IPO), said corporate secretary Endang Wijaya, adding the plan is subject to shareholders' approval at an extraordinary general meeting to be held at the end of June. (Bisnis Indonesia p.f1) Keduanya, DSSA dan KARK, dalam posisi sebagai "parent" dan bukan target akuisisi langsung. Kami sangat tertarik untuk dapat memahami logika para "gambler" yang mengejar saham DSSA ini. Sungguh kajian yang menarik. Karena dari banyak kasus analisis yang kami tangani, konteks pelepasan ekuitas, baik penjualan anak perusahaan atau pelepasan ekuitas anak perusahaan melalui IPO, akan berakhir dengan dilusi saham pada level "parent" company, dan itu sentimen-nya secara umum bersifat negatif terhadap kepentingan pemegang saham pada induk perusahaan. Kasus terakhir yang terdekat adalah rencana IPO Ivomas Salim anak perusahaan INDF, dan efek downsurge harga pada induk-nya di Singapura (Indofood Agro Resources Ltd.) kurang lebih sama ketika anak perusahaan INDF lainnya, ICBP melakukan IPO tahun lalu. Begini, kata kunci analisis dalam konteks pelepasan ekuitas, dalam hal ini IPO anak perusahaan, (Salim Ivomas), terhadap induknya, IFAR (Indofood Agri Resources Ltd.): Goldman released comment (May 22, 2011): Implications In our view, the IPO (Salim Ivomas) could pose downside risks to our IFAR earnings estimates through potential EPS dilution, as well as possible holding company discount once its main operating asset is listed separately. As an example, a similar holding company is JC&C (JCYC.SI, Neutral, May 20: S$38.92), which owns Astra International, has a NAV discount that has historically averaged at 13%. Coba perhatikan apa yang terjadi pada IFAR dan juga induk di atasnya lagi, INDF, setelah tanggal 22 Mei tersebut. http://finance.yahoo.com/echarts?s=5JS.SI+Interactive#symbol=5js.si;range=1y;compare=;indicator=volume;charttype=area;crosshair=on;ohlcvalues=0;logscale=off;source=; '+'
