Mantap juga, akhirnya pakai Bahasa Indonesia :D...
Google Translate?
xixixi...

Peace...

2011/5/27 positif01 <[email protected]>

>
>
> Menarik memahami pergerakan saham DSSA hari ini yang mendekati upper limit
> +19,70, dan beruntunglah saham KARK yang tidak bisa lagi turun lebih rendah
> di pasar reguler. Kedua saham ini punya sentimen berita yang esensinya sama.
> Tentu Anda, bertanya, kenapa sentimen berita yang sama tetapi yang satu
> naik, yang lainnya seharusnya turun? Itulah mengapa kami sebut menarik, bagi
> para trader atau lebih pasnya "gambler" yang saat ini mengejar saham DSSA
> yang belum lama dikeluarkan dari dari indeks MSCI Indonesia Market
> Investable.
>
> DSSA: Coal India (COAL.BO), the world's largest coal miner, is in advanced
> talks to buy up to 40 percent of Indonesian low-grade coal producer Golden
> Energy Mines for up to $1 billion, three sources with direct knowledge of
> the deal said on Thursday.
> "The due diligence has been going on for some time and will be completed
> soon and we plan to submit bid by the end of next month," a source told
> Reuters.
> Officials at Coal India and Golden Energy's parent company, Dian Swastatika
> in Jakarta (DSSA.JK), could not be reached for comment. (Reuters)
>
> KARK: - DAYA MANDIRI TO LAUNCH IPO Coal firm Dayaindo Resources
> International plans to sell a stake in its unit Daya Mandiri Resources
> Indonesia through an initial public offering (IPO), said corporate secretary
> Endang Wijaya, adding the plan is subject to shareholders' approval at an
> extraordinary general meeting to be held at the end of June. (Bisnis
> Indonesia p.f1)
>
> Keduanya, DSSA dan KARK, dalam posisi sebagai "parent" dan bukan target
> akuisisi langsung. Kami sangat tertarik untuk dapat memahami logika para
> "gambler" yang mengejar saham DSSA ini. Sungguh kajian yang menarik. Karena
> dari banyak kasus analisis yang kami tangani, konteks pelepasan ekuitas,
> baik penjualan anak perusahaan atau pelepasan ekuitas anak perusahaan
> melalui IPO, akan berakhir dengan dilusi saham pada level "parent" company,
> dan itu sentimen-nya secara umum bersifat negatif terhadap kepentingan
> pemegang saham pada induk perusahaan.
>
> Kasus terakhir yang terdekat adalah rencana IPO Ivomas Salim anak
> perusahaan INDF, dan efek downsurge harga pada induk-nya di Singapura
> (Indofood Agro Resources Ltd.) kurang lebih sama ketika anak perusahaan INDF
> lainnya, ICBP melakukan IPO tahun lalu.
>
> Begini, kata kunci analisis dalam konteks pelepasan ekuitas, dalam hal ini
> IPO anak perusahaan, (Salim Ivomas), terhadap induknya, IFAR (Indofood Agri
> Resources Ltd.):
>
> Goldman released comment (May 22, 2011):
> Implications
> In our view, the IPO (Salim Ivomas) could pose downside risks to our IFAR
> earnings estimates through potential EPS dilution, as well as possible
> holding company discount once its main operating asset is listed separately.
> As an example, a similar holding company is JC&C (JCYC.SI, Neutral, May
> 20: S$38.92), which owns Astra International, has a NAV discount that has
> historically averaged at 13%.
>
> Coba perhatikan apa yang terjadi pada IFAR dan juga induk di atasnya lagi,
> INDF, setelah tanggal 22 Mei tersebut.
>
> http://finance.yahoo.com/echarts?s=5JS.SI+Interactive#symbol=5js.si;range=1y;compare=;indicator=volume;charttype=area;crosshair=on;ohlcvalues=0;logscale=off;source=;
>
> '+'
>
>  
>

Kirim email ke