ya pak karena saya nga ngerti TA jadi nga tau disiplin spt apa, cutloss saya 
cuma pakai feeling aja...so far saya cukup puas dengan hasil yang didapat 
selama ini (2002-2011) walaupun di 3-4 tahun terakhir menurut saya semakin 
susah mendapatkan profit seperti 5-6 tahun sebelumnya

saya main saham (bisa trading bisa invest) cuma sekali2 aja saya lirik laporan 
keuangan itu juga kalo lagi sempet..saat crash ya saya sih mending jual semua 
trus tutup monitor (kebetulan juga saat itu sekuritas tempat saya main saham 
juga di suspen dan terakhir malah ditutup)....toh dana yg dipakai juga tinggal 
hasil dr profit yg didapat sebelumnya.

kalo sebuah perusahaan sekuritas besar aja bisa kolaps seperti itu (menurut 
pandangan saya harusnya mereka juga punya analis-analis yg baik) apalagi pemain 
ritel seperti saya..

untung aja saya punya faktor luck yg mungkin nga dimiliki oleh pemilik 
sekuritas tersebut sehingga membuat perusahaan itu bangkrut.


 
regards,
budy darmawan,s.h.


________________________________
Dari: TungCuan <[email protected]>
Kepada: saham <[email protected]>
Dikirim: Kamis, 2 Juni 2011 8:36
Judul: Re: Bls: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?


  
Pak budi kunci untuk hidup dari trading saham bukan keuntungan semata. Kuncinya 
adalah disiplin..
Powered by Merseyside BlackBerry®
________________________________

From:  budy darmawan <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Thu, 2 Jun 2011 09:33:20 +0800 (SGT)
To: [email protected]<[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Bls: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?
  
menurut saya sih lebih baik sambil kerja dan usaha juga..karena di saat saat 
crash tentunya biaya hidup tidak mungkin di crash juga..karena di masa itu 
(crash) jika dipaksakan trading akan selalu salah ambil keputusan...
1. merasa sudah bottom nga taunya masih  terus meluncur kebawah.
2. merasa akan turun terus dan terpaksa cutloss nga taunya malah rebound.


walaupun saya sejak pertama  fokus bermain saham di th 2002, dan menghasilkan 
gain yang cukup lumayan karena saat itu hanya berani mengalokasikan modal 
kecil, saat ini saya hanya berani mengalokasikan dana hanya dari keuntungan 
yang didapat selama bermain (10x dari modal awal).

faktor utama dalam bermain saham tentu saja tidak terlepas dari keberuntungan, 
seberapa pintarnya seseorang menganalisa FA/TA teetap saja jika tidak didukung 
faktor keberuntungan tidak ada gunanya.

IMHO..ya
 
regards,
budy darmawan,s.h.


________________________________
Dari: TungCuan <[email protected]>
Kepada: saham <[email protected]>
Dikirim: Kamis, 2 Juni 2011 1:03
Judul: Re: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?


  
Komentar pak harry sangat tidak sopan.. Betull seperti kata pak lukman.. Pak 
harry gak bisa belum tentu orang lain gak bisa.. Saya juga murni hidup dari 
trading saham dan awalnya juga mulai dari modal kecil.. Dan banyak juga teman 
teman seprofesi yang hidup dari trading saham dari kecil sekarang menjadi 
besar.. Jadi jangan menghina profesi orang lain.. Karena bagi saya trading 
saham adalah profesi saya.. 
Powered by Merseyside BlackBerry®
________________________________

From:  Lukman jkt <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Thu, 2 Jun 2011 00:38:50 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?
  
Pak Harry Moerdani. 

Awal nya topik ini , adalah buat di diskusi .  di milis ini .
sedangkan bila di rasa memungkin kan kedepan akan di lakukan oleh anak ku . 

Sedangkan bila menurut bapak, dan bapak sendiri  tidak dapat me lakukan / di 
wujudkan ? 
Itu tidak bisa di jadi kan asumsi bahwa semua orang akan sama dengan bapak . 


Bukan kan lebih baik bapak membantu saya dengan memberikan data ? 

Berapakah persen kah ? ,  keuntungan nya dari total modal yg pantes  dalam 
setahun nya . 

sedangkan untuk ke kecupan modal nya tergantung berapakah biaya hidup perbulan 
nya yg di perlukan ? 


 
Mohon dengan sangat . setelah saya berikan perhitungan nya itu pun . kan masih 
belum terlambat  untuk mengatakan hal itu adalah mimpi ?

dari pada bila nanti nya . perhitungan yg saya berikan cukup masuk di akal .  
apakah bapak juga bersedia meminta maaf ? 


Salam 

Lukman














---------- Forwarded message ----------
From: Harry Moerdani <[email protected]>
Date: 2011/6/2
Subject: Re: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?
To: Lukman jkt <[email protected]>



hanya orang-orang malas yang punya pikiran macam kau


 
2011/6/1 Lukman jkt <[email protected]>

Jangan pesimis dulu , kawan ku 
>
>Bila bapak belum tau apa yg saya rencanakan , bagaimana kah bapak sudah dapat 
>mengambil  kesimpulan demikian ? 
>
>
>
>Salam diskusi . 
>
>
>Lukman 
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>2011/6/1 Harry Moerdani <[email protected]>
>
>KERJA YANG RAJIN, JANGAN MIMPI !  
>
>
>-- 
>Lukman
>
>



-- 
Lukman




 

Kirim email ke