Jujur saja saya lihat begitu banyak orang yang sama yang aktif di milis ini 
menandakan bahwa mereka bisa hidup hanya dengan trading saham. Kalau tidak bisa 
mungkin sebenarnya mereka menghabiskan banyak waktu karena waktu tersebut 
mungkin bisa digunakan di bisnis yang sudah ada yang bisa mendapatkan hasil 
yang 
lebih banyak.

sebenarnya logika nya saja yah. kalau bapak atau ibu tidak bisa yah bukan 
bearti 
orang lain tidak bisa. Asal tau saja kalau saham itu liquid sekali. Dan sapa 
suruh bapak atau ibu yang hobi nya main gorengan ikut ikutan orang beli saham 
dan berharap dapat untung cepat. 



Kalau bapak ibu sudah yakin bahwa saham yang di beli adalah saham bagus (tentu 
waktu nya di gunakan untuk research yah), kalau pun saham nya turun bapak ibu 
bisa saja average down (trader suruh cut loss). Lah kalau perusahaan bagus dan 
bapak ibu memang beli nya long term kenapa ga bole average down? Kapan lagi 
kita 
bisa beli perusahaan di harga yang lebih murah? Coba bapak ibu pergi ke toko 
langganan tanya suruh jual murah di bawah harga market. Bisa ga yah? Di bursa 
ini kita di kasih kesempatan untuk membeli sebuah perusahaan di bawah harga 
market. 


Mau buka toko sendiri aja bisa lebih mahal kalau suatu saham terkena arus 
market 
yang sedang bearish. Apa ga inget pengalaman krisis yang barusan terjadi? Apa 
ga 
ada pikiran? Wah sayang coba saya beli kemaren pas lagi murah banget. 


Inti nya yah disiplin. Kalau sudah yakin yah harus pegang teguh. Lah biasa beli 
barang di pasar aja jago nya mau nawar murah terus. Sekali di kasih di bursa 
malah ketakutan. Justru hanya di saham ini kita bisa beli barang bagus di bawah 
harga market. 


Tentu kalau yang emang kerjanya liat chart disiplin juga penting. Yah disiplin 
cut loss misalnya, take profit, etc. 


o iyah kalau modal nya minim banget seperti yang tadi sudah diomongin. Yah 
jelas 
mendingan sambil kerja saja dulu. Modal 10 juta mau harepin return besar 30% 
perbulan atau 3 juta rupiah. Kayaknya mendingan kerja saja yah gaji nya saja 
sudah di atas itu. Gunakan pikiran focus di pekerjaan nanti bisa di promote 
dengan gaji yang lebih besar. Ga cuman stuck di pendapatan 1 juta 2 juta atau 
bahkan 3 juta per bulan selama nya (karena tentu ada pengeluaran kan?) Ga perlu 
habiskan waktu ikut ikutan trading (kalau mau trading harian butuh waktu yang 
cukup banyak untuk monitor) Kalau mau malam hari atau waktu luang gunakan waktu 
untuk riset suatu perusahaan. Lalu lakukan investasi. 


Ok gitu dulu deh :) Cuman komentar aja karena banyak orang yang hidup dari 
saham. kalau anda ga bisa belum tentu orang lain ga bisa :) Jalan hidup orang 
kan beda2. kalau engga semua orang main saham sapa yang buka warung di sebelah. 
;P







________________________________
From: budy darmawan <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>
Sent: Thu, June 2, 2011 8:33:20 AM
Subject: Bls: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?

  
menurut saya sih lebih baik sambil kerja dan usaha juga..karena di saat saat 
crash tentunya biaya hidup tidak mungkin di crash juga..karena di masa itu 
(crash) jika dipaksakan trading akan selalu salah ambil keputusan...
1. merasa sudah bottom nga taunya masih  terus meluncur kebawah.
2. merasa akan turun terus dan terpaksa cutloss nga taunya malah rebound.


walaupun saya sejak pertama  fokus bermain saham di th 2002, dan menghasilkan 
gain yang cukup lumayan karena saat itu hanya berani mengalokasikan modal 
kecil, 
saat ini saya hanya berani mengalokasikan dana hanya dari keuntungan yang 
didapat selama bermain (10x dari modal awal).

faktor utama dalam  bermain saham tentu saja tidak terlepas dari keberuntungan, 
seberapa pintarnya seseorang menganalisa FA/TA teetap saja jika tidak didukung 
faktor keberuntungan tidak ada gunanya.

IMHO..ya
 
regards,
budy darmawan,s.h.


________________________________
Dari: TungCuan <[email protected]>
Kepada: saham <[email protected]>
Dikirim: Kamis, 2 Juni 2011 1:03
Judul: Re: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?


  
Komentar pak harry sangat tidak sopan.. Betull seperti kata pak lukman.. Pak 
harry gak bisa belum tentu orang lain gak bisa.. Saya juga murni hidup dari 
trading saham dan awalnya juga mulai dari modal kecil.. Dan banyak juga teman 
teman seprofesi yang hidup dari trading saham dari kecil sekarang menjadi 
besar.. Jadi jangan menghina profesi orang lain.. Karena bagi saya trading 
saham 
adalah profesi saya.. 

Powered by Merseyside BlackBerry®
________________________________

From:  Lukman jkt <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Thu, 2 Jun 2011 00:38:50 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?
  
Pak Harry Moerdani. 

Awal nya topik ini , adalah buat di diskusi .  di milis ini .
sedangkan bila di rasa memungkin kan kedepan akan di lakukan oleh anak ku . 

Sedangkan bila menurut bapak, dan bapak sendiri  tidak dapat me lakukan / di 
wujudkan ? 

Itu tidak bisa di jadi kan asumsi bahwa semua orang akan sama dengan bapak . 


Bukan kan lebih baik bapak membantu saya dengan memberikan data ? 

Berapakah persen kah ? ,  keuntungan nya dari total modal yg pantes  dalam 
setahun nya . 


sedangkan untuk ke kecupan modal nya tergantung berapakah biaya hidup perbulan 
nya yg di perlukan ? 



 
Mohon dengan sangat . setelah saya berikan perhitungan nya itu pun . kan masih 
belum terlambat  untuk mengatakan hal itu adalah mimpi ?

dari pada bila nanti nya . perhitungan yg saya berikan cukup masuk di akal .  
apakah bapak juga bersedia meminta maaf ? 



Salam 

Lukman














---------- Forwarded message ----------
From: Harry Moerdani <[email protected]>
Date: 2011/6/2
Subject: Re: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?
To: Lukman jkt <[email protected]>



hanya orang-orang malas yang punya pikiran macam kau


 
2011/6/1 Lukman jkt <[email protected]>

Jangan pesimis dulu , kawan ku 
>
>Bila bapak belum tau apa yg saya rencanakan , bagaimana kah bapak sudah dapat 
>mengambil  kesimpulan demikian ? 
>
>
>
>
>Salam diskusi . 
>
>
>Lukman 
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>2011/6/1 Harry Moerdani <[email protected]>
>
>KERJA YANG RAJIN, JANGAN MIMPI !  
>
>
>-- 
>Lukman
>
>



-- 
Lukman




 

Kirim email ke