Pak Jahja Sumitro.

Untuk menjadi Investor di bursa.  ==> bisa saja .

Hanya untuk tidak mengecewakan , berapa persen kah yg bapak harap an dari
investasi nya dalam setahun ?

Takut nya yg bapak harapan kan terlalu besar , dan akan membuat bapak kecewa
.









2011/6/2 Jahja Sumitro <[email protected]>

>
>
> Buat para senior ada satu hal yang saya ingin tahu apakah memungkinkan kita
> jadi investor di bursa kita? Atau memang harus sesekali kita trading? Thank
> atas infonya.
>
> Sent from my BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * On No <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Thu, 2 Jun 2011 16:54:00 +0800 (SGT)
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?
>
>
>
> yang benar investing for life, bukan trading for live. Trading for live
> lebih banyak mudarat ketimbang manfaat, harus sudah punya lisensi ahli baru
> pantas untuk trading for live. Tapi mungkinkah pendatang baru sudah pantas
> menyandang lisensi ahli ?
>
> --- Pada *Kam, 2/6/11, tommy boy <[email protected]>* menulis:
>
>
> Dari: tommy boy <[email protected]>
> Judul: Re: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?
> Kepada: "[email protected]" <[email protected]>, "
> [email protected]" <[email protected]>
> Tanggal: Kamis, 2 Juni, 2011, 12:59 PM
>
>
>
> Mengapa belakangan ini byk sekali yg suka nulis email.yg provokatif. Bilang
> org malas and so on. Kl memang tdk sesuai prmikiran Bpk, ksh lah alasan2,
> bukannya lgsg judge org malas. Sy rasa p. Lukman termsk org yg sgt sabar tdk
> meladeni bpk hary yg nulis2 yg tid mengenakan.
>
> P. Lukman, sy sdr lg mencoba belajar bgmn caranya trd for living. Sy rasa
> sgt mungkin kok. Sy pernah baca di koran, ada investor property yg dr jual
> bl property for living. Sy rasa gak ada beda dgn saham. Cuma mungkin modal
> nya tergantung gaya hidup. Kl gaya hdp tinggi, modal jg hrs byk
>
>
> Sent from Yahoo! Mail on Android
>
>
>
> 
>



-- 
Lukman

Kirim email ke