Hehehe,

Iya pak, intinya saya malah pgn dengerin kisah perjalanannya pak Tungcuan nih 
pak.

Kan bagus buat kita2 di milis saham ini. Kalo bisa di mentorin sdikit saia ini.

Kalo saya, skr sy bisnis, trading (bkn invest) di saham karna untuk muterin 
hasil usaha, abis kl taro di bank sayang2 uangnya, ga nambah. Ini obsesi saya 
sih, dr jaman dulu waktu kul, sdh suka baca2 trading, skr baru bener2 
prakteknya, hahaha, payah ya

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: PH™ <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 1 Jun 2011 19:23:04 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?

Ga papa pak.. Mungkin Pak Harry baru rugi banyak *antara denger2 gosip orang 
bilang mau naik atau memang hobi nya berjudi*. Atau juga mungkin maksudnya baik 
kok. Kan suruh "Kerja yang rajin". Yah kita pemain saham juga kerja nya yah 
trading saham kan? Jangan cuman bermimpi saja duduk liat monitor buy ini buy 
itu 
lalu untung.

Hehehe yah sudah jangan di masukan hati. Kan belum tentu maksudnya Pak Harry 
itu 
jelek :) hehehe lah kita disuruh kerja yang rajin agar tidak cuman mimpi.

(saya cuman liat postingan di bawah ini, ga ada postingan sebelum nya)





________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, June 2, 2011 9:05:16 AM
Subject: Re: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?

  
Pak Tung, 
Tenang saja pak, saya juga pernah waktu nanya di milis ini suatu prospek saham 
dijawab dgn " don't dream bro", saya hanya reply dgn menyeringai saja :D. 
Nyatanya saham yaƞg saya tanya teutep ngasi profit ke saya.

Drpd ngurusin para dream killer itu, sy lebih sangat tertarik mendengar atau 
membaca tepatnya, sharing perjalanan bpk sampai bisa trading for living pak. 
Pasti byk yg lebih tertarik.

Kalau bisa tolong disharing pak ceritanya? 

Thx
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From:  "TungCuan" <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Wed, 1 Jun 2011 18:03:34 +0000
To: saham<[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?
  
Komentar pak harry sangat tidak sopan.. Betull seperti kata pak lukman.. Pak 
harry gak bisa belum tentu orang lain gak bisa.. Saya juga murni hidup dari 
trading saham dan awalnya juga mulai dari modal kecil.. Dan banyak juga teman 
teman seprofesi yang hidup dari trading saham dari kecil sekarang menjadi 
besar.. Jadi jangan menghina profesi orang lain.. Karena bagi saya trading 
saham 
adalah profesi saya.. 

Powered by Merseyside BlackBerry®
________________________________

From:  Lukman jkt <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Thu, 2 Jun 2011 00:38:50 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?
  
Pak Harry Moerdani. 

Awal nya topik ini , adalah buat di diskusi .  di milis ini .
sedangkan bila di rasa memungkin kan kedepan akan di lakukan oleh anak ku . 

Sedangkan bila menurut bapak, dan bapak sendiri  tidak dapat me lakukan / di 
wujudkan ? 

Itu tidak bisa di jadi kan asumsi bahwa semua orang akan sama dengan bapak . 


Bukan kan lebih baik bapak membantu saya dengan memberikan data ? 

Berapakah persen kah ? ,  keuntungan nya dari total modal yg pantes  dalam 
setahun nya . 


sedangkan untuk ke kecupan modal nya tergantung berapakah biaya hidup perbulan 
nya yg di perlukan ? 



 
Mohon dengan sangat . setelah saya berikan perhitungan nya itu pun . kan masih 
belum terlambat  untuk mengatakan hal itu adalah mimpi ?

dari pada bila nanti nya . perhitungan yg saya berikan cukup masuk di akal .  
apakah bapak juga bersedia meminta maaf ? 



Salam 

Lukman














---------- Forwarded message ----------
From: Harry Moerdani <[email protected]>
Date: 2011/6/2
Subject: Re: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?
To: Lukman jkt <[email protected]>



hanya orang-orang malas yang punya pikiran macam kau


 
2011/6/1 Lukman jkt <[email protected]>

Jangan pesimis dulu , kawan ku 
>
>Bila bapak belum tau apa yg saya rencanakan , bagaimana kah bapak sudah dapat 
>mengambil  kesimpulan demikian ? 
>
>
>
>
>Salam diskusi . 
>
>
>Lukman 
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>2011/6/1 Harry Moerdani <[email protected]>
>
>KERJA YANG RAJIN, JANGAN MIMPI !  
>
>
>-- 
>Lukman
>
>



-- 
Lukman


 

Kirim email ke