Berarti kesimpulan diusaha saham sulit pak Lukman? Sent from my BlackBerry® via Smart 1x / EVDO Network. Smart.Hebat.Hemat.
-----Original Message----- From: Lukman jkt <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 3 Jun 2011 19:17:14 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Hidup Bergantung Pada Usaha Restoran, Mungkinkah? Hidup bergantung pada usaha real : Kelebihan nya : Ini lebih menjanjikan keuntungan yg relatif lebih stabil. Bahkan sebagian di beri pinjaman dengan bunga sebesar sekitar 3% sebulan pun masih sanggup. (BRI) Persentase dari pengembalian modal nya cukup besar. Bahkan ada yg bisa mencapai ratusan persen dalam sebulan bila di bandingkan dengan total asset nya. Modal yang di butuh kan pun, relatif lebih kecil dari pada di saham. Rata rata sudah sejak kecil mengenal nya. Tidak memerlukan pendidikan yg tinggi , bahkan sebagian pelaku nya ada yg cuma lulusan SD nya Kekurangan nya : Ada keterbatasan di skala yg dapat di kelola. Sering nya . penambahan modal , belum tentu akan dapat meningkatkan laba nya. Memerlukan jiwa wiraswata yg cukup tinggi , di sampin keuletan dalam menghadapi persaingan. Masih ada beberapa hal . yg saat ini belum terpikirkan oleh ku. Alangkah baik nya , bila ada yg bersedia menyempurnakan atau meralat nya . Salam Lukman 2011/6/2 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > Untuk membuka wawasan kita agar bisa lebih memahami arti dari > pertanyaan posting Pak Lukman dengan subyek "Hidup bergantung pada > saham . mungkin kah ?", maka saya ingin melontarkan pertanyaan yang > senada yang saya buat sebagai subyek posting ini yaitu "Hidup > Bergantung Pada Usaha Restoran, Mungkinkah?" > > Kata "usaha restoran" bisa dirubah jadi usaha2 lainnya seperti "usaha > salon", "usaha minimarket", "usaha toko roti", "usaha cafe", dst. > > Bila anda/kita mengatakan bisa, lalu mulailah berhitung, kira2 butuh > biaya berapa besarkah untuk investasi awal menjalankan usaha itu agar > hasilnya bisa untuk membiayai hidup kita. > > Selain itu, bila ternyata diawal usaha, ternyata tidak berjalan > seperti yang diharapkan, bagaimana kita meresponnya karena biaya hidup > bulanan harus jalan terus. Apakah akan mengambil modal kerja usaha > tersebut ataukah seperti apa? > > Bila ternyata usaha di sektor riil nya kurang berhasil seperti yang > diharapkan karena pendapatan yg didapat dikurangi biaya2, ternyata > keuntungannya belum cukup menutupi biaya hidup, lalu apa yang harus > dilakukan? > > Mungkin segitu saja dulu saya lontarkan beberapa pertanyaan yg bisa > mengarahkan menemukan jawaban akhir dari pertanyaan yang sesungguhnya > mungkin ada dibenak para sahabat di sini, termasuk mungkin Pak Lukman > :) > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > > ------------------------------------ > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > [email protected] untuk bergabung ke milis saham > Yahoo! Groups Links > > > > -- Lukman
