Pak Irwan.

Sayang nya topik ini kan , hanya untuk membahas  mengenai usaha di sektor
real saja.
bila topik ini , membandingkan nya antara  usaha di sektor real dengan usaha
di saham , mungkin akan mendapatkan gambaran yg lebih jelas .  baik segi
keunggulan maupun sisi gelap nya  dari masing masing usaha nya itu.  akan
lebih bisa di bandingkan .


ada pun untuk menjawab :
*Fakta statistik di AS menunjukkan, small business ketika memulai usahanya,
90% dalam 5 tahun akan bangkrut.*
Hal di atas bukan saja terjadi di US  saja pak .  tapi sudah merambat ke
jepang , Thai .  mungkin nga lama lagi ke negara kita .
Hal ini memang sudah cukup lama saya amati ,  dan semakin kedepan kondisi
nya semakin kritis saja .
mungkin pernah bapak ketahui . yg saat ini  sedang berlangsung  antara
modern market >< tradional market .
Apalagi didukung dengan diberikan harga sewa yg super murah untuk modern
market . sedangkan untuk tradional market tarip harga sewa nya  wajar.
sudah tentu sulitlah untuk bertahan .


*Silakan sebutkan satu usaha real atau sektor real atau apapun istilah yang
ingin digunakan untuk sebagai contoh. Lalu kita lihat, butuh modal berapa
besar untuk memulainya. Berapa perkiraan keuntungannya dalam setahun dari
omzet berapa besar.
Nanti saya tunjukan resiko2 kemungkinan kegagalan dari usaha tersebut.

Silakan dipilih asumsi untuk memenuhi kebutuhan hidup 1 juta per bulan, atau
5 juta per bulan, atau 10 juta perbulan. Dengan bicara lebih detil, mudah2an
banyak diantara kita mendapatkan persepsi yang benar akan usaha real
dilapangan vs usaha real di trading saham. Masing2 memiliki resikonya
sendiri, dan masing2 juga memiliki potensinya sendiri2. :)*

Untuk hal di atas . dapat saya sampaikan . untuk memulai usaha real . pada
awal nya sampai 6 bulan pertama ini rugi .    dari bulan 7 ~ 12    ini biasa
nya cuma mengharapkan untuk bisa BEP saja . baru di bulan 13 ~ 24  ini di
tentukan bisa kan berlanjut  atau gulung tikar .


Mengenai usaha di sektor real ini pun . sebenar nya kalau mau saya uraikan
menjadi 3 macam :

1. Usaha yg hampir 100 %  di lakukan seorang diri .  jenis ini rata rata
daya tahan nya sangat tinggi .
2. Usaha yg  masih di bawah kendali dari pemilik modal nya ( maksud nya
pemodal nya juga aktif . dan sebagai penentu nya)     ini lumayan banyak yg
bisa bertahan  dengan syarat pemilik modal nya harus mengerti juga seluk
beluk bisnis di lakukan . ( bukan sekedar cuma mampu memodalin nya saja)
3.  Usaha yg  semua nya di lakukan oleh karyawan nya . dengan kan pemilik
modal nya. cuma memantau saja .  jenis ini banyak yg gagal .


Na sebenar nya untuk yg mau melakukan usaha di sektor real ini .
untuk yg No 3 . itu nga berbeda jauh.  antara investasi di saham atau usaha
sektor real .
untuk yg no 2 .  ini bisa saja sebagian modal nya untuk di investasi kan ke
saham . (ini yg saya terjadi pada diriku)


Hal di atas itu , saya sebatas  apa yg saya ketahui .
sudah tentu , banyak yg lebih ahli nya  di milis ini .


mohon maaf bila ada kata atau pendapat ku yg tidak benar .


Salam

Lukman



















2011/6/4 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>

>
>
> Fakta statistik di AS menunjukkan, small business ketika memulai usahanya,
> 90% dalam 5 tahun akan bangkrut.
>
> Silakan sebutkan satu usaha real atau sektor real atau apapun istilah yang
> ingin digunakan untuk sebagai contoh. Lalu kita lihat, butuh modal berapa
> besar untuk memulainya. Berapa perkiraan keuntungannya dalam setahun dari
> omzet berapa besar.
> Nanti saya tunjukan resiko2 kemungkinan kegagalan dari usaha tersebut.
>
> Silakan dipilih asumsi untuk memenuhi kebutuhan hidup 1 juta per bulan,
> atau 5 juta per bulan, atau 10 juta perbulan. Dengan bicara lebih detil,
> mudah2an banyak diantara kita mendapatkan persepsi yang benar akan usaha
> real dilapangan vs usaha real di trading saham. Masing2 memiliki resikonya
> sendiri, dan masing2 juga memiliki potensinya sendiri2. :)
>
> Dengan bicara contoh langsung, maka akan makin jelas yang bisa dibahas.
> Silakan Pak Lukman bila ingin memberikan contoh usaha real yang dilapangan.
>
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> 2011/6/3 Lukman jkt <[email protected]>
>
>>
>>
>> Hidup bergantung pada usaha real :
>>
>> Kelebihan nya :
>> Ini lebih menjanjikan keuntungan yg relatif lebih stabil.
>> Bahkan sebagian di beri pinjaman dengan bunga sebesar sekitar 3% sebulan
>> pun masih sanggup. (BRI)
>> Persentase dari pengembalian modal nya  cukup besar.
>> Bahkan ada yg bisa mencapai  ratusan persen dalam sebulan bila di
>> bandingkan dengan total asset nya.
>> Modal yang di butuh kan pun,  relatif lebih kecil dari pada di saham.
>> Rata rata sudah sejak kecil mengenal nya.
>> Tidak memerlukan pendidikan yg tinggi , bahkan sebagian pelaku nya ada yg
>> cuma lulusan SD nya
>>
>>
>>
>> Kekurangan nya :
>> Ada keterbatasan  di skala yg dapat di kelola.
>> Sering nya . penambahan modal , belum tentu akan dapat meningkatkan laba
>> nya.
>> Memerlukan jiwa wiraswata yg cukup tinggi , di sampin keuletan dalam
>> menghadapi persaingan.
>>
>>
>>
>>
>> Masih ada beberapa hal . yg saat ini belum terpikirkan oleh ku.
>>
>> Alangkah baik nya , bila ada yg bersedia menyempurnakan atau  meralat nya
>> .
>>
>>
>> Salam
>>
>> Lukman
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> 2011/6/2 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>>
>>> Untuk membuka wawasan kita agar bisa lebih memahami arti dari
>>> pertanyaan posting Pak Lukman dengan subyek "Hidup bergantung pada
>>> saham . mungkin kah ?", maka saya ingin melontarkan pertanyaan yang
>>> senada yang saya buat sebagai subyek posting ini yaitu "Hidup
>>> Bergantung Pada Usaha Restoran, Mungkinkah?"
>>>
>>> Kata "usaha restoran" bisa dirubah jadi usaha2 lainnya seperti "usaha
>>> salon", "usaha minimarket", "usaha toko roti", "usaha cafe", dst.
>>>
>>> Bila anda/kita mengatakan bisa, lalu mulailah berhitung, kira2 butuh
>>> biaya berapa besarkah untuk investasi awal menjalankan usaha itu agar
>>> hasilnya bisa untuk membiayai hidup kita.
>>>
>>> Selain itu, bila ternyata diawal usaha, ternyata tidak berjalan
>>> seperti yang diharapkan, bagaimana kita meresponnya karena biaya hidup
>>> bulanan harus jalan terus. Apakah akan mengambil modal kerja usaha
>>> tersebut ataukah seperti apa?
>>>
>>> Bila ternyata usaha di sektor riil nya kurang berhasil seperti yang
>>> diharapkan karena pendapatan yg didapat dikurangi biaya2, ternyata
>>> keuntungannya belum cukup menutupi biaya hidup, lalu apa yang harus
>>> dilakukan?
>>>
>>> Mungkin segitu saja dulu saya lontarkan beberapa pertanyaan yg bisa
>>> mengarahkan menemukan jawaban akhir dari pertanyaan yang sesungguhnya
>>> mungkin ada dibenak para sahabat di sini, termasuk mungkin Pak Lukman
>>> :)
>>>
>>> jabat erat,
>>> Irwan Ariston Napitupulu
>>>
>>>
>>> ------------------------------------
>>>
>>>
>>> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
>>>
>>> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN
>>> MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL
>>> EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK
>>> INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.
>>>
>>> [email protected] untuk berhenti dari milis saham
>>> [email protected] untuk bergabung ke milis saham
>>> Yahoo! Groups Links
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>
>>
>> --
>> Lukman
>>
>>
>>
>>
>
>
> 




-- 
Lukman

Kirim email ke