apakah boleh di sharing lebih dalam lagi teknik-tekniknya,selain yg di bawah
ini,
tentu akan sangat bermanfaat bagi rekan-rekan di sini
apalagi anda sudah berpengalaman cukup lama
kalau gak keberatan tentunya



2011/6/2 TungCuan <[email protected]>

>
>
> Saya masuk di saham bukan tahun 2008 pak. Tahun 2008 itu jadi fulltime
> trader. Masuk di saham tahun 1997 ( baru belajar) modal saya hampir habis
> saat krismon 1998 gara gara beli saham gorengan plus group lippo dan bellum
> mengenal cut loss.tapi itu pengalaman yang berharga.setelah itu agak trauma
> juga dan cuman sesekali main saham . Untung dari ipo saham bca tahun 2002 4
> x lipat pada saat itu. Hasil untungnya mulai saya pakai buat trading tahun
> 2005 dan saat itu masih kerja.saat itu modal saya 20 x lipat gaji bulanan
> saya. Baru tahun 2008 saya jadi fulltime trader . Dan saat itu modal saya
> sudah 200x lipat gaji bulanan saya.saat crash saya justru banyak untung
> karena disiplin cut loss dan memanfaatkan fluktuasi harga saham yg
> tinggi.saat itu rebound saham juga tinggi. Jadi cut loss adalah teman sehari
> hAri. Yang penting kan overall untung. Menururt saya kalau mau trading for
> living yg paling penting disiplin .kecuali kalau main saham cuman iseng
> hanya pake sebagian kecil dari aset nyangkut juga masih bisa makan hehehe..
> Trading for living bukan hanya sekedar membicarakan target profit yang
> paling penting adalah bagaimana bertahan apabila market crash. Jadi salah
> satu langkah antisipasi adalah disiplin cut loss karena kita tidak tahu
> kapan crash akan datang. Kalau bicara untung di saat market bullish orang
> yang baru main saham aja bisa untung lebih banyak dari trader yg sudah
> pengalaman. Karena tidak ada damage cost yang di keluarkan mereka, soalnya
> kan hold terus hehe. Kalau trader mungkin kumpulinnya tiap hari dikit dikit
> tapi kalau hitungan bulanannya ya lebih cukup lah buat hidup. Kalau lagi
> market tidak kondusif paling rugi beberapa persen dan bisa di tutupin dari
> keuntungan sebelumnya.cukup banyak kok orang yang survive dari crash dan
> biasanya org tersebut fulltime trader. Di milis ini juga banyak kok fulltime
> trader yang selamat dari crash dan malah mengambil keuntungan dari crash.
> Biasanya yang sakti sakti cuman monitor aja dan jarang mau komentar sehingga
> kelihatannya fulltime trader itu hal yang mustahil alias org mimpi di siang
> bolong. Iya gak? Hehhee Hanya itu yang bisa saya sharing :)
>
> Powered by Merseyside BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: *[email protected]
> *Sender: *[email protected]
> *Date: *Thu, 2 Jun 2011 03:12:21 +0000
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: *[email protected]
> *Subject: *Re: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?
>
>
>
> Hehehe,
>
> Iya pak, saya br bangun, liat milis mulai ribut2 lagi. Trus langsung
> tertarik baca komennya pak Tungcuan. Kalo yg nge flame di sini mah skr saya
> anggap kompor mleduk yg ngotor2in tangan saya aja kl sy bales.
>
> Pak coba di sharing pengalamannya lbh detail lagi, pasti rekan2 disini byk
> yg mau baca. Apalg bpk masuk waktu 2008, saya waktu itu jg mau masuk tapi ga
> brani karna temen ada yg nyangkut banyak.
>
> Misal dari capital bpk skr dibanding dl sdh brp %?kcukupan modal brp x
> biaya hidup bpk?tips trading ketika market crash?
>
> Ga usah exact number, cukup rasio2nya saja pak.
>
> Itu kalo bpk berkenan, thx
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: *"TungCuan" <[email protected]>
> *Sender: *[email protected]
> *Date: *Thu, 2 Jun 2011 02:30:55 +0000
> *To: *saham<[email protected]>
> *ReplyTo: *[email protected]
> *Subject: *Re: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?
>
>
>
> Bro bronis,Saya awalnya juga kerja karena modal kecil . Jadi kerja sambil
> main saham.setelah terkumpul modal yang lumayan dari untung main saham dan
> percaya diri bisa hidup dari saham karena sudah untung. Kemudian baru pada
> tahun 2008 saya trading for living. Karena keuntungan yang saya peroleh
> sudah jauh lebih banyak dari gaji saya dan juga dengan full time trader
> lebih banyak waktu untuk mencari keuntungan di trading. Jadi kalau diri kita
> tidak bisa belum tentu org lain juga.
>
> Powered by Merseyside BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: *[email protected]
> *Sender: *[email protected]
> *Date: *Thu, 2 Jun 2011 02:05:16 +0000
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: *[email protected]
>  *Subject: *Re: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?
>
>
>
> Pak Tung,
> Tenang saja pak, saya juga pernah waktu nanya di milis ini suatu prospek
> saham dijawab dgn " don't dream bro", saya hanya reply dgn menyeringai saja
> :D. Nyatanya saham yaƞg saya tanya teutep ngasi profit ke saya.
>
> Drpd ngurusin para dream killer itu, sy lebih sangat tertarik mendengar
> atau membaca tepatnya, sharing perjalanan bpk sampai bisa trading for living
> pak. Pasti byk yg lebih tertarik.
>
> Kalau bisa tolong disharing pak ceritanya?
>
> Thx
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: *"TungCuan" <[email protected]>
> *Sender: *[email protected]
>  *Date: *Wed, 1 Jun 2011 18:03:34 +0000
> *To: *saham<[email protected]>
> *ReplyTo: *[email protected]
> *Subject: *Re: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?
>
>
>
> Komentar pak harry sangat tidak sopan.. Betull seperti kata pak lukman..
> Pak harry gak bisa belum tentu orang lain gak bisa.. Saya juga murni hidup
> dari trading saham dan awalnya juga mulai dari modal kecil.. Dan banyak juga
> teman teman seprofesi yang hidup dari trading saham dari kecil sekarang
> menjadi besar.. Jadi jangan menghina profesi orang lain.. Karena bagi saya
> trading saham adalah profesi saya..
>
> Powered by Merseyside BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: *Lukman jkt <[email protected]>
> *Sender: *[email protected]
>  *Date: *Thu, 2 Jun 2011 00:38:50 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: *[email protected]
> *Subject: *[saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?
>
>
>
> Pak Harry Moerdani.
>
> Awal nya topik ini , adalah buat di diskusi .  di milis ini .
>
> sedangkan bila di rasa memungkin kan kedepan akan di lakukan oleh anak ku .
>
>
> Sedangkan bila menurut bapak, dan bapak sendiri  tidak dapat me lakukan /
> di wujudkan ?
> Itu tidak bisa di jadi kan asumsi bahwa semua orang akan sama dengan bapak
> .
>
>
> Bukan kan lebih baik bapak membantu saya dengan memberikan data ?
>
> Berapakah persen kah ? ,  keuntungan nya dari total modal yg pantes  dalam
> setahun nya .
>
> sedangkan untuk ke kecupan modal nya tergantung berapakah biaya hidup
> perbulan nya yg di perlukan ?
>
>
>
> Mohon dengan sangat . setelah saya berikan perhitungan nya itu pun . kan
> masih belum terlambat  untuk mengatakan hal itu adalah mimpi ?
>
> dari pada bila nanti nya . perhitungan yg saya berikan cukup masuk di akal
> .  apakah bapak juga bersedia meminta maaf ?
>
>
> Salam
>
> Lukman
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>  ---------- Forwarded message ----------
> From: Harry Moerdani <[email protected]>
> Date: 2011/6/2
> Subject: Re: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?
> To: Lukman jkt <[email protected]>
>
>
> hanya orang-orang malas yang punya pikiran macam kau
>
>
>
>  2011/6/1 Lukman jkt <[email protected]>
>
>>  Jangan pesimis dulu , kawan ku
>>
>> Bila bapak belum tau apa yg saya rencanakan , bagaimana kah bapak sudah
>> dapat mengambil  kesimpulan demikian ?
>>
>>
>>
>> Salam diskusi .
>>
>>
>> Lukman
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> 2011/6/1 Harry Moerdani <[email protected]>
>>
>>> KERJA YANG RAJIN, JANGAN MIMPI !
>>
>>
>>
>>
>> --
>> Lukman
>>
>>
>
>
>
> --
> Lukman
>
>    
>

Kirim email ke