Boleh percaya boleh tidak. Beberapa anggota milis ini saya perhatikan apa yg
saya tulis itu sebagai suatu jokes :)
Tidak apa2, saya anggap saja karena mungkin belum tahu.

Saya sendiri sudah mengujinya di beberapa pelatihan saham tingkat dasar yg
saya adakan dimana pesertanya mayoritas belum ngerti soal grafik, masih awam
sekali. Di awal pelatihan sesi analisa grafik, saya kasih 10  gambar grafik
kosong masa lalu tanpa indikator apapun dan tidak pakai nama sahamnya.
Pertanyaannya mudah saja, dalam 1 bulan ke depan, apakah harga sahamnya akan
naik atau turun atau tetap. Saya mintakan mereka tidak banyak mikir, spontan
saja apa yg mereka lihat dan rasakan pertama kali waktu lihat grafik
tersebut.

Hasilnya, di beberapa pelatihan yg berbeda tsb, mayoritas yg masih awam
analisa grafik, bener nebaknya lebih dari 5 gambar. Bahkan ada yg benar 7.
Sementara yg sudah berpengalaman baca grafik, malah benernya lebih sedikit,
hanya 3-4 saja. Mengapa bisa demikian? Dugaan sementara saya adalah yg
sering lihat grafik, jadi gampang curigaan dengan grafik. Jelas2 grafik
menunjukkan turun, dianya curiga jangan2 1 bulan lagi harganya akan balik
arah. Alhasil, dia jadi banyak salahnya karena melawan trend yang sedang
terjadi. Demikian juga ketika grafiknya terlihat naik, di curigaan dan
menduga akan terjadi koreksi. Akibatnya, salah nebak lagi. Dan berakibat
secara total, benernya jadi hanya sekitar 3-4 soal saja dari 10 soal yg saya
berikan  :)

Boleh percaya boleh tidak, karena riset saya ini masih dini. Silakan dicoba
ke para pembantu masing2, supir masing2, tukang rokok dekat rumah, pengamen,
dst. Print saja 10 grafik di masa lalu (supaya gampang dan cepat kita
ngeceknya, bener salahnya tebakan dia), dan tanyakan ke mereka dalam 1 bulan
ke depan harganya akan naik atau turun dari harga terakhir yg ada di grafik.
Makin lama dia mikir, makin besar kemungkinan melesetnya karena matanya
makin kotor oleh grafik. :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


2011/6/13 Mikail <[email protected]>

>
>
> Terus terang saya ketawa geli baca yang ini Bang Ian:
>
> [Nice Joke. Meski memiliki pesan serius :) ]
>
>
> *"Tips untuk melihat grafik, lihatlah grafik seolah2 anda tidak punya
> posisi apapun, biasanya lihat grafiknya jadi lebih jernih. Bila masih belum
> bisa jernih karena ada posisi, print saja grafik tersebut, tanyakan ke
> tukang parkir atau pembantu anda di rumah, menurut matanya dia, grafiknya
> cenderung mau turun atau naik dalam 1-2 bulan ke depan. Agar mantap,
> tanyakan saja ke 5 orang yg awam bursa dan grafik. Biasanya, orang awam
> cenderung masih polos dan jernih lihat grafik  ketimbang yg sudah tiap hari
> lihat grafik  Kalau ke pembantu, coba saja nanyanya dengan bilang, kalau
> sendainya grafik ini adalah grafik harga cabe, kira2 harga cabenya mau naik
> atau turun :)"*
>
> Hehehe...
> Thanks
>
>
> 2011/6/13 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>
>>
>>
>> Ini hanya untuk nambah pengetahuan saja ya.
>>
>> Bila terjadi krisis seperti tahun 2008 lalu, dan polanya mirip, maka
>> dibutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan harga saham bergerak turun dari puncaknya
>> dengan besaran sekitar 50-75% (kecuali defensive stock yg biasanya turunnya
>> bisa lebih kecil). Jadi bukan dalam 3-4 hari seperti perkiraan orang
>> belakangan ini.
>>
>> Bila ekonomi AS mengalami double dips yaitu kondisi dimana masuk resesi
>> (2008-2009) lalu recover sesaat (2009-2011) kemudian masuk lagi resesi, maka
>> saya perkirakan indeks DOW bisa masuk ke level 8500-9000 kembali.
>>
>> Saat ini tidak ada yang tahu apakah AS akan masuk resesi lagi atau tidak,
>> karenanya pintar2 sajalah mengatur porto dan aset yang ada.
>>
>> Berhatilah2 dengan rekomendasi2 buy yg menganggap ekonomi aman2 saja
>> karena ketika anda terbuai dan terlena, lalu ekonomi benar2 mengarah ke
>> negatif, aset anda akan tergerus cukup hebat.
>>
>> Juga berhati2lah dengan rekomendasi2 sell yg mengatakan ekonomi mau
>> crash/resesi, karena ketika ternyata ekonomi tidak jadi masuk resesi, maka
>> bisa jadi anda kehilangan peluang untung dari kenaikan harga saham.
>>
>> Semua pilihan ada ditangan anda masing2, sesuaikan dengan batasan resiko
>> masing2.
>> Punya poisisi atau tidak posisi, keduanya sama2 memiliki resikonya masing2
>> dengan sifat resiko yg tentunya berbeda. Yang satu kemungkinan
>> kehilangan/tergerusnya aset tapi punya peluang naik asetnya, yang satunya
>> lagi resiko asetnya tidak bertambah tapi juga tidak berkurang karena pegang
>> cash. Yang mana lebih cocok toleransi resikonya, silakan anda pilih dengan
>> bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.
>>
>> Abaikan saja para cheerleader yg teriak2 buy or sell di milis atau pun
>> lainnya, fokus dengan kemampuan sendiri dalam menganalisa situasi dan grafik
>> yang ada.
>> Tips untuk melihat grafik, lihatlah grafik seolah2 anda tidak punya posisi
>> apapun, biasanya lihat grafiknya jadi lebih jernih. Bila masih belum bisa
>> jernih karena ada posisi, print saja grafik tersebut, tanyakan ke tukang
>> parkir atau pembantu anda di rumah, menurut matanya dia, grafiknya cenderung
>> mau turun atau naik dalam 1-2 bulan ke depan. Agar mantap, tanyakan saja ke
>> 5 orang yg awam bursa dan grafik. Biasanya, orang awam cenderung masih polos
>> dan jernih lihat grafik  ketimbang yg sudah tiap hari lihat grafik  Kalau ke
>> pembantu, coba saja nanyanya dengan bilang, kalau sendainya grafik ini
>> adalah grafik harga cabe, kira2 harga cabenya mau naik atau turun :)
>>
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>>
>
>
>
> 

Kirim email ke