Ah.. Itu dia.. Makanya wkt baca koq agak aneh nyebut2 BI. Dlm hati apa hubungannya?
Salam -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sun, 19 Jun 2011 01:27:06 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Jangan Mengutang demi Main Saham Sy ingin mengomentari LQ45 (sy yakin penulisnya salah mengartikan maksud si narasumber) Dikatakan bahwa LQ45 adl 45 saham terbaik yang telah dipilih Bank Indonesia. Sy pikir definisi ini ngawur dan misleading (mengarahkan anggapan kpd sesuatu yg tdk sebenarnya) LQ45 ngga ada hubungannya dgn Bank Indonesia, juga bukanlah kumpulan saham2 yg secara fundamental bagus. LQ45 hanyalah kumpulan 45 saham teraktif (terlikuid) serta berkapitalisasi pasar relatif besar, dan kumpulan ini direvisi (diupdate) secara periodik, tanpa mempedulikan fundamental perusahaan2 dalam kumpulan tsb. Fyi saja. Semoga berguna. :) Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sun, 19 Jun 2011 01:13:39 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Jangan Mengutang demi Main Saham Berhutang adl meminjam uang. Margin sudah jelas sama dgn Hutang. :) Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -----Original Message----- From: "Agus Surya" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 19 Jun 2011 00:00:06 To: saham milis<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Jangan Mengutang demi Main Saham Pake margin sm dgn hutang atau bkn pak SV? Salam -----Original Message----- From: "sahamvalas ." <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 19 Jun 2011 01:05:31 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Jangan Mengutang demi Main Saham http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/06/18/15084574/Jangan.Mengutang.demi.Main.Saham *JAKARTA, KOMPAS.com *— Head of Technical Analyst Batavia Prosperindo Sekuritas, Billy Budiman, menyarankan agar investor pemula yang ingin "bermain" saham tidak memakai uang yang penting, bahkan sampai harus berutang. "Saya *make sure*, jangan pakai uang yang penting. Belajar dulu di kursus-kursus dan pelatihan," ungkap Billy kepada *Kompas.com*, dalam acara Indonesia Financial Expo dan Forum 2011, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (18/6/2011). Selain mengikuti kursus dan pelatihan, ia menyarankan untuk membentuk komunitas dengan para investor lainnya. "Main di saham-saham unggulan, atau *blue chip*," lanjutnya. Bagi pemula, ia mengingatkan untuk setiap hari dapat *up-date* data. Dan, kalau dalam kondisi *cut-loss*, lanjut dia, batasi kerugian jangan lebih dari 5 persen. "Sekarang kan sudah banyak perusahaan sekuritas yang minimal (dapat inves) Rp 5 juta," ungkapnya. Ia menegaskan bahwa pemula jangan dulu berinvestasi dengan dana yang besar. Untuk jenis saham yang bagus dipilih bagi pemula yang cenderung belum berani berisiko tinggi, ia menyarankan untuk membeli saham LQ-45, yaitu 45 saham terbaik yang sudah dipilih oleh Bank Indonesia, di antaranya Astra dan Indofood Sukses Makmur. Hal yang terpenting yang ia tekankan bagi para pemula agar jangan mengikuti rumor dari orang-orang. Melainkan harus memakai perhitungan, misalnya dengan cara teknikal, yaitu memprediksi harga masa depan berdasarkan harga masa lampau. "Mau seyakin apa pun besok saham akan "terbang", jangan beli lebih dari dana atau utang," tegasnya, mengenai jangan berinvestasi dengan mengutang. Hal ini mengingat banyak *trader* yang gagal karena utang.
