Hmmmm......... Berhutang utk bermain saham sah-sah saja jika telah mengukur tingkat resiko yang bisa ditanggung.....
Sama dengan berbisnis dengan kredit bank, tetap ada resiko, namun terukur... Permasalahannya sbenarnya bukan disini, namun pada kenyataan bahwa bnyk orang yg rugi pada saat melakukan hutang. Mengapa demikian? Balik kepada basic dari pemula itu sendiri, apakah sebelum terjun ke dunia saham sudah mempunyai pengetahuan yg cukup? Dengan mmengikuti training ato seminar saham. Apakah telah mengenal analisa FA ato TA sebelum membeli saham pertama kali? Disinilah basic yg wajib dimiliki pemula,..... Apakah mungkin belajar saham selama sebulan nammun tidak membeli selembar sahampun pada awalnya? Kbanykan orang saat pertama kali, langsung ingin membeli di hari pertama belajar saham... Jadi kesimpulan berdasarkan pengalaman saya adalah bahwa jika berhutang untuk investasi saham, sah-sah saja jika telah mengetahui tingkat resiko yang terukur... Untuk pemula, dan juga yg telah pengalaman, jgn pernah bosan untuk belajar, belajar dan pelajari dulu suatu saham sebelum membelinya....kenali karakternya........jika telah yakin, berhutang scara maksimum adalah pilihan terbaik. Smoga membantu Salam Independent Chartist -----Original Message----- From: "Agus Surya" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 19 Jun 2011 03:53:12 To: saham milis<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Jangan Mengutang demi Main Saham Gak mungkin banget ya.. Kali ada yg jual murah di pasar nego? Salam -----Original Message----- From: "Andries" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 18 Jun 2011 14:48:14 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Jangan Mengutang demi Main Saham Dgn 5 jt bisa beli asii???? Hmmmmm Independent Chartist -----Original Message----- From: "Agus Surya" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 19 Jun 2011 03:45:18 To: saham milis<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Jangan Mengutang demi Main Saham Ah.. Itu dia.. Makanya wkt baca koq agak aneh nyebut2 BI. Dlm hati apa hubungannya? Salam -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sun, 19 Jun 2011 01:27:06 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Jangan Mengutang demi Main Saham Sy ingin mengomentari LQ45 (sy yakin penulisnya salah mengartikan maksud si narasumber) Dikatakan bahwa LQ45 adl 45 saham terbaik yang telah dipilih Bank Indonesia. Sy pikir definisi ini ngawur dan misleading (mengarahkan anggapan kpd sesuatu yg tdk sebenarnya) LQ45 ngga ada hubungannya dgn Bank Indonesia, juga bukanlah kumpulan saham2 yg secara fundamental bagus. LQ45 hanyalah kumpulan 45 saham teraktif (terlikuid) serta berkapitalisasi pasar relatif besar, dan kumpulan ini direvisi (diupdate) secara periodik, tanpa mempedulikan fundamental perusahaan2 dalam kumpulan tsb. Fyi saja. Semoga berguna. :) Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sun, 19 Jun 2011 01:13:39 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Jangan Mengutang demi Main Saham Berhutang adl meminjam uang. Margin sudah jelas sama dgn Hutang. :) Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -----Original Message----- From: "Agus Surya" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 19 Jun 2011 00:00:06 To: saham milis<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Jangan Mengutang demi Main Saham Pake margin sm dgn hutang atau bkn pak SV? Salam -----Original Message----- From: "sahamvalas ." <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 19 Jun 2011 01:05:31 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Jangan Mengutang demi Main Saham http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/06/18/15084574/Jangan.Mengutang.demi.Main.Saham *JAKARTA, KOMPAS.com *— Head of Technical Analyst Batavia Prosperindo Sekuritas, Billy Budiman, menyarankan agar investor pemula yang ingin "bermain" saham tidak memakai uang yang penting, bahkan sampai harus berutang. "Saya *make sure*, jangan pakai uang yang penting. Belajar dulu di kursus-kursus dan pelatihan," ungkap Billy kepada *Kompas.com*, dalam acara Indonesia Financial Expo dan Forum 2011, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (18/6/2011). Selain mengikuti kursus dan pelatihan, ia menyarankan untuk membentuk komunitas dengan para investor lainnya. "Main di saham-saham unggulan, atau *blue chip*," lanjutnya. Bagi pemula, ia mengingatkan untuk setiap hari dapat *up-date* data. Dan, kalau dalam kondisi *cut-loss*, lanjut dia, batasi kerugian jangan lebih dari 5 persen. "Sekarang kan sudah banyak perusahaan sekuritas yang minimal (dapat inves) Rp 5 juta," ungkapnya. Ia menegaskan bahwa pemula jangan dulu berinvestasi dengan dana yang besar. Untuk jenis saham yang bagus dipilih bagi pemula yang cenderung belum berani berisiko tinggi, ia menyarankan untuk membeli saham LQ-45, yaitu 45 saham terbaik yang sudah dipilih oleh Bank Indonesia, di antaranya Astra dan Indofood Sukses Makmur. Hal yang terpenting yang ia tekankan bagi para pemula agar jangan mengikuti rumor dari orang-orang. Melainkan harus memakai perhitungan, misalnya dengan cara teknikal, yaitu memprediksi harga masa depan berdasarkan harga masa lampau. "Mau seyakin apa pun besok saham akan "terbang", jangan beli lebih dari dana atau utang," tegasnya, mengenai jangan berinvestasi dengan mengutang. Hal ini mengingat banyak *trader* yang gagal karena utang.
