Krisis sekarang sangat jauh berbeda dengan krisis 2008 yang melibatkan subprime mortgage di US. Tidak ada sebuah model praktis yang dapat anda paksakan untuk menggambarkan krisis Eropa sekarang. Pemodelan berbasis matematika dan fisika sederhana tidak selalu selaras dengan kenyataan. Saya akui, *shadow banking system* semacam *investment banks* dan *hedge funds*turut berperan penting dalam kerentanan sistem keuangan. Jadi kalau anda katakan krisis sekarang mirip dengan krisis 2008, kemungkinan anda salah. Konspirasi media, bank investasi internasional, hedge funds selalu memiliki ritme yang sama. Tidak kah anda pantau berita dari seluruh dunia dengan sahut-menyahut berita negatif-nya yang begitu erat? Jelas sekali bahwa psikologi massal sangat berpengaruh disini.
Kalau anda katakan bahwa krisis sekarang adalah krisis dengan model yang sama dengan tahun 2008, berarti anda telah lupakan sesuatu hal yang penting. Apakah anda lupa bahwa sudah banyak institusi besar yang tumbang dari sejak krisis 2008 itu. Dengan tumbangnya institusi-institusi besar itu, lahir pula para partisipan pasar baru. Pemain-pemain yang tambah besar, entah itu yang tadinya memang sudah besar, atau berkembang dari kelas middle, punya karakteristik yang berbeda dengan mereka yang telah tumbang di 2008. Artinya, bahwa peta perbandaran internasional tidak persis sama dengan ketika 2008, apalagi dengan makin kuatnya *emerging markets* akhir-akhir ini. Panic selling hanya cocok dilakukan ketika benar-benar terjadi dana rush terkait situasi fundamental yang benar-benar tidak dapat dihindarkan. Panic selling tidak baik dilakukan ketika perilaku pasar hanya dalam kondisi * spikes* naik turun biasa. Investor akan kehilangan potensi keuntungan karena buru-buru melakukan tindakan *cut loss* pada situasi yang tidak tepat. Cheers, .macro story.
