Saya memang tidak memosting di milis saham. Saya menyebutkan IHSG berpeluang
membuat new high yg baru dengan target 3900 dalam waktu dekat pada tanggal
23 Juni 2011 di Indovision channel 95 secara live. Rekaman videonya bisa
dilihat kembali di youtube.

Pernyataan saya di Indovision tanggal 23 Juni 2011 bagi saya sudah cukup
jelas memberikan sinyal bahwa saya sudah terjun lagi untuk trading, sudah
masuk dan keluar lagi di saham setiap saat setelah 2-3 minggu saya istirahat
dari dunia trading saham.

Yang ingin saya sampaikan soal 100% di saham itu dalam konteks bahwa trading
itu tidak harus tiap hari buy and sell. Terkadang istirahat 2-3 minggu
seperti yg saya lakukan dengan 100% cash beberapa waktu lalu (anggap saja
cuti trading), kemudian masuk kembali setelah merasa situasi untuk trading
sudah lumayan aman dan berpeluang kasih profit, sebenarnya bisa menghasilkan
cuan yg tidak kecil seperti yg saya lakukan, 13-14% dalam kurun waktu 23
Juni sampai 1 Juli 2011. Kesabaran dalam trading, sebenarnya tidak terlalu
mengecewakan hasilnya. Prioritas utama saya dalam trading dan investasi
adalah memproteksi aset saya. Saya belajar dari kasus 2008 lalu. Setelah itu
baru memikirkan akselerasi ataupun pertumbuhan dari aset saya.

Kalau soal keluar masuk di account trading, sejak 3-4 Juni 2011 lalu suka
saya sebutkan bahwa untuk trading, saya bisa masuk keluar kapanpun sementara
untuk investasi saya masih bersabar menunggu kejelasan kondisi makro dunia
yg mana akan saya review (setidaknya untuk pribadi) sekitar lebaran nanti.

Saya menggunakan chart untuk keputusan trading di saham. Sementara untuk
keputusan investasi, saya menggunakan data2 makro ekonomi dunia untuk
mendapatkan iklim investasi karena bersifat jangka panjang (tahunan).

Untuk trading sekarang pun, setiap saat saya bisa 100% cash lagi. Misalkan
bisa saja hari ini saya 100% cash lagi, lalu 3 hari lagi 100% saham lagi,
lalu minggu depan 100% cash lagi. Tentunya saya tidak berencana melaporkan
secara detil dan rinci untuk urusan trading spt itu. Tapi setidaknya, saat
ini saya ingin menyampaikan bagi saya saat ini (sejak 23 Juni 2011), situasi
sudah cukup nyaman lagi untuk trading dengan tetap waspada dan fokus pada
sinyal2 di grafik.

Ketika suatu saham terasa sudah terlalu tinggi naiknya secara grafik, dan
ada peluang koreksi sehat, maka saya bisa realisasikan profit yg ada, pindah
ke saham lain yg punya potensi lumayan untuk naik. Lalu setelah naiknya
mulai jenuh, saya pindah lagi ke saham lain. Begitu saja seterusnya, pindah2
saham, karena memang dalam dunia trading, tidak saya tidak mengenal
loyalitas ke saham2 tertentu. Saya hanya pedagang saja, beli jual saham,
cari cuan sekedarnya saja, cukup untuk makan siang dan makan malam :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/7/4 ihsg <[email protected]>

>
>
> Sepertinya Pak Irwan belum pernah posting mengenai 100% saham di account
> trading di tgl 23 Juni yah? Atau mungkin saya yang ketinggalan postingannya
> pak.****
>
> ** **
>
> ** **
>
> ** **
>
> ** **
>
> ** **
>
> ** **
>
> ** **
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On Behalf Of
> *Irwan Ariston Napitupulu
> *Sent:* 04 Juli 2011 8:57
> *To:* [email protected]
> *Subject:* [saham] IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini.****
>
> ** **
>
>   ****
>
> Secara grafik, IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini.
>
> Untuk saham2, silakan lihat di twitter saya, @irwanariston
>
> Hari Rabu 23 Juni 2011, di Indovision channel 95, saya sudah memperkirakan
> IHSG ke 3900 dalam waktu dekat berikut dengan alasannya. Silakan dilihat
> rekamannya di
>
> http://www.youtube.com/watch?v=yYkP_fWkaH4
>
> Untuk account trading, sejak 23 Juni 2011 itu pun saya sudah 100% di saham.
> Seperti sejak awal saya sebutkan ketika saya 100% cash di account trading
> dan 100% cash di account investasi, untuk account trading, saya bisa masuk
> dan keluar kapanpun. Dan saya sempat menganggur tidak trading alias 100%
> cash selama sekitar 3 minggu sebelum akhirnya 100% saham di tanggal 23 Juni
> tersebut. Dengan kesabaran menunggu arah lebih jelas untuk trading, ternyata
> hasilnya juga tidak terlalu mengecewakan, aset meningkat sekitar 13-14%
> dalam kurun waktu sejak 23 Juni 2011 sampai penutupan Jumat 1 Juli 2011.
>
> Yang ingin saya tunjukan adalah trading membutuhkan kesabaran. Tidak selalu
> harus 100% saham selamanya, dan juga tidak harus 100% cash selamanya.
> Trading ibarat dagang. Trading saat market rally, lebih gampang dibanding
> trading saat market sedang turun atau tidak jelas. Sama seperti dagang buah
> kurma, lebih mudah dagang buah kurma saat bulan puasa ketimbang dagang buah
> kurma di luar bulan puasa. :)
>
> Sesuaikanlah dengan toleransi resiko masing2, karena setiap orang bisa
> memiliki toleransi resiko yang berbeda.
>
> Untuk account investasi, saya masih di 50% rupiah dan 50% USD. Belum akan
> dirubah sampai di review sekitar lebaran nanti seperti yang sudah saya
> katakan sejak awal. Hal ini karena untuk account investasi, time frame nya
> adalah tahunan, bukan harian atau pun bulanan. Untuk investasi, saya akan
> kembali masuk ketika merasa situasi makro sudah kondusif lagi. Saat ini
> ancaman krisis di Yunani dan Eropa belum pudar. Data ISM Manufacturing Index
> di AS yg keluar tanggal 1 Juli 2011, angka kenaikannya positif dalam
> pengertian di atas perkiraan analis secara signifikan. Kebalikan dari
> tanggal 1 Juni 2011 ketika terjadi penurunan signifikan, jauh dibawah
> perkiraan analis sehingga saya mengambil sikap untuk bearish.
>
> Kalau diukur dengan tingkat kewaspadaan, ibaratnya peristiwa tanggal 1 Juni
> 2011 baik di AS dan di Eropa serta di Indonesia itu masuk  kategori siaga 3.
> Sejak tanggal 23 Juni 2011, siaga 2. Dan sejak 1 Juli 2011, menjadi siaga 1.
> Yang perlu disiagakan saat ini adalah mengenai harga BBM, apakah akan
> dinaikan oleh pemerintah atau tidak. Belakangan mulai marak di bicarakan di
> media massa. Ada yg memberi perkiraan ke 6000, ada yang memberi perkiraan ke
> 5500, dst. Yang perlu diwaspadai besaran kenaikannya dan bagaimana
> masyarakat meresponnya, dan tentunya bagaimana pelaku pasar modal merespon
> hal tersebut. Kewaspadaan tetap perlu, demi terjaganya aset masing2.
>
> Untuk krisis di Eropa, biasanya setelah keluar bantuan seperti itu,
> dampaknya ke sektor riil bisa dilihat dalam 3-6 bulan ke depan. Bila dalam
> 3-6 bulan ke depan data makro kurang menunjukkan hasil seperti yg diharapkan
> (seperti di AS paska QE2 diluncurkan akhir tahun 2010), maka bisa jadi pasar
> akan bereaksi negatif kembali.
>
> Jadi, untuk masalah investasi atau trading, kita bukan bicara soal benar
> atau salah, tapi lebih kepada permasalahan perlindungan aset dari ancaman
> tergerus (prioritas utama), baru kemudian memikirkan soal pertumbuhan aset
> alias cuan. Ini prinsip saya yang bisa jadi berbeda dengan orang lain. Tidak
> aturan khusus karena setiap orang bisa berbeda toleransi dalam menerima
> resiko.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu****
>
> ****
>
>
> 
>

Kirim email ke