awas om mikail di cabik2 buaya loh.. :p huahahhaha
________________________________ From: Mikail <[email protected]> To: [email protected] Sent: Mon, July 4, 2011 10:53:09 AM Subject: Re: [saham] IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini. Sesungguhnya bang Ian bukan seorang yang "play safe"... dia itu aggresive loh... xixixixixixi peace Bang Ian :D 2011/7/4 lie cin <[email protected]> > >trims masukan nya bang ian, bisa di terima dengan baik kok... >setiap orang punya trading plan masing-masing,bagi saya cara bang ian >adalah "bermain aman" / "Safety Play/Trading" > >"Misalkan bisa saja hari ini saya 100% cash lagi, lalu 3 hari lagi 100% saham >lagi, lalu minggu depan 100% cash lagi" dan "Saya hanya pedagang saja, beli >jual >saham, cari cuan sekedarnya saja, cukup untuk makan siang dan makan malam :)" > >jadi klo ada analisis yg kasih prediksi / analisa baik itu IHSG atau pun >emiten >tertentu, >semuanya jangan di telan bulat-bulat,bukankah demikian maksudnya??? > >kadang ada beberapa anggota milis yg menanggapi nya secara "OVER", > >bagi saya secara pribadi,setiap ada yg posting analisa nya, >menjadi contekan saya untuk mereview analisa tersebut, >apabila tidak masuk dalam kategori / menghasilkan cuan,saya abaikan... > > > > > > ________________________________ From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Mon, July 4, 2011 10:11:58 AM >Subject: Re: [saham] IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini. > > > >Saya memang tidak memosting di milis saham. Saya menyebutkan IHSG berpeluang >membuat new high yg baru dengan target 3900 dalam waktu dekat pada tanggal 23 >Juni 2011 di Indovision channel 95 secara live. Rekaman videonya bisa dilihat >kembali di youtube. > >Pernyataan saya di Indovision tanggal 23 Juni 2011 bagi saya sudah cukup >jelas >memberikan sinyal bahwa saya sudah terjun lagi untuk trading, sudah masuk dan >keluar lagi di saham setiap saat setelah 2-3 minggu saya istirahat dari dunia >trading saham. > >Yang ingin saya sampaikan soal 100% di saham itu dalam konteks bahwa trading >itu >tidak harus tiap hari buy and sell. Terkadang istirahat 2-3 minggu seperti yg >saya lakukan dengan 100% cash beberapa waktu lalu (anggap saja cuti trading), >kemudian masuk kembali setelah merasa situasi untuk trading sudah lumayan aman >dan berpeluang kasih profit, sebenarnya bisa menghasilkan cuan yg tidak kecil >seperti yg saya lakukan, 13-14% dalam kurun waktu 23 Juni sampai 1 Juli 2011. >Kesabaran dalam trading, sebenarnya tidak terlalu mengecewakan hasilnya. >Prioritas utama saya dalam trading dan investasi adalah memproteksi aset saya. >Saya belajar dari kasus 2008 lalu. Setelah itu baru memikirkan akselerasi >ataupun pertumbuhan dari aset saya. > >Kalau soal keluar masuk di account trading, sejak 3-4 Juni 2011 lalu suka saya >sebutkan bahwa untuk trading, saya bisa masuk keluar kapanpun sementara untuk >investasi saya masih bersabar menunggu kejelasan kondisi makro dunia yg mana >akan saya review (setidaknya untuk pribadi) sekitar lebaran nanti. > >Saya menggunakan chart untuk keputusan trading di saham. Sementara untuk >keputusan investasi, saya menggunakan data2 makro ekonomi dunia untuk >mendapatkan iklim investasi karena bersifat jangka panjang (tahunan). > >Untuk trading sekarang pun, setiap saat saya bisa 100% cash lagi. Misalkan >bisa >saja hari ini saya 100% cash lagi, lalu 3 hari lagi 100% saham lagi, lalu >minggu >depan 100% cash lagi. Tentunya saya tidak berencana melaporkan secara detil >dan >rinci untuk urusan trading spt itu. Tapi setidaknya, saat ini saya ingin >menyampaikan bagi saya saat ini (sejak 23 Juni 2011), situasi sudah cukup >nyaman >lagi untuk trading dengan tetap waspada dan fokus pada sinyal2 di grafik. > >Ketika suatu saham terasa sudah terlalu tinggi naiknya secara grafik, dan ada >peluang koreksi sehat, maka saya bisa realisasikan profit yg ada, pindah ke >saham lain yg punya potensi lumayan untuk naik. Lalu setelah naiknya mulai >jenuh, saya pindah lagi ke saham lain. Begitu saja seterusnya, pindah2 saham, >karena memang dalam dunia trading, tidak saya tidak mengenal loyalitas ke >saham2 >tertentu. Saya hanya pedagang saja, beli jual saham, cari cuan sekedarnya >saja, >cukup untuk makan siang dan makan malam :) > >jabat erat, >Irwan Ariston Napitupulu > > >2011/7/4 ihsg <[email protected]> > > >> >> >>Sepertinya Pak Irwan belum pernah posting mengenai 100% saham di account >>trading >>di tgl 23 Juni yah? Atau mungkin saya yang ketinggalan postingannya pak. >> >> >> >> >> >> >> >>From:[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Irwan >>Ariston Napitupulu >>Sent: 04 Juli 2011 8:57 >>To: [email protected] >>Subject: [saham] IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini. >> >> >>Secara grafik, IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini. >> >>Untuk saham2, silakan lihat di twitter saya, @irwanariston >> >>Hari Rabu 23 Juni 2011, di Indovision channel 95, saya sudah memperkirakan >>IHSG >>ke 3900 dalam waktu dekat berikut dengan alasannya. Silakan dilihat >>rekamannya >>di >> >> >>http://www.youtube.com/watch?v=yYkP_fWkaH4 >> >>Untuk account trading, sejak 23 Juni 2011 itu pun saya sudah 100% di saham. >>Seperti sejak awal saya sebutkan ketika saya 100% cash di account trading dan >>100% cash di account investasi, untuk account trading, saya bisa masuk dan >>keluar kapanpun. Dan saya sempat menganggur tidak trading alias 100% cash >>selama >>sekitar 3 minggu sebelum akhirnya 100% saham di tanggal 23 Juni tersebut. >>Dengan >>kesabaran menunggu arah lebih jelas untuk trading, ternyata hasilnya juga >>tidak >>terlalu mengecewakan, aset meningkat sekitar 13-14% dalam kurun waktu sejak >>23 >>Juni 2011 sampai penutupan Jumat 1 Juli 2011. >> >>Yang ingin saya tunjukan adalah trading membutuhkan kesabaran. Tidak selalu >>harus 100% saham selamanya, dan juga tidak harus 100% cash selamanya. Trading >>ibarat dagang. Trading saat market rally, lebih gampang dibanding trading >>saat >>market sedang turun atau tidak jelas. Sama seperti dagang buah kurma, lebih >>mudah dagang buah kurma saat bulan puasa ketimbang dagang buah kurma di luar >>bulan puasa. :) >> >>Sesuaikanlah dengan toleransi resiko masing2, karena setiap orang bisa >>memiliki >>toleransi resiko yang berbeda. >> >>Untuk account investasi, saya masih di 50% rupiah dan 50% USD. Belum akan >>dirubah sampai di review sekitar lebaran nanti seperti yang sudah saya >>katakan >>sejak awal. Hal ini karena untuk account investasi, time frame nya adalah >>tahunan, bukan harian atau pun bulanan. Untuk investasi, saya akan kembali >>masuk >>ketika merasa situasi makro sudah kondusif lagi. Saat ini ancaman krisis di >>Yunani dan Eropa belum pudar. Data ISM Manufacturing Index di AS yg keluar >>tanggal 1 Juli 2011, angka kenaikannya positif dalam pengertian di atas >>perkiraan analis secara signifikan. Kebalikan dari tanggal 1 Juni 2011 ketika >>terjadi penurunan signifikan, jauh dibawah perkiraan analis sehingga saya >>mengambil sikap untuk bearish. >> >> >>Kalau diukur dengan tingkat kewaspadaan, ibaratnya peristiwa tanggal 1 Juni >>2011 >>baik di AS dan di Eropa serta di Indonesia itu masuk kategori siaga 3. Sejak >>tanggal 23 Juni 2011, siaga 2. Dan sejak 1 Juli 2011, menjadi siaga 1. Yang >>perlu disiagakan saat ini adalah mengenai harga BBM, apakah akan dinaikan >>oleh >>pemerintah atau tidak. Belakangan mulai marak di bicarakan di media massa. >>Ada >>yg memberi perkiraan ke 6000, ada yang memberi perkiraan ke 5500, dst. Yang >>perlu diwaspadai besaran kenaikannya dan bagaimana masyarakat meresponnya, >>dan >>tentunya bagaimana pelaku pasar modal merespon hal tersebut. Kewaspadaan >>tetap >>perlu, demi terjaganya aset masing2. >> >>Untuk krisis di Eropa, biasanya setelah keluar bantuan seperti itu, dampaknya >>ke >>sektor riil bisa dilihat dalam 3-6 bulan ke depan. Bila dalam 3-6 bulan ke >>depan >>data makro kurang menunjukkan hasil seperti yg diharapkan (seperti di AS >>paska >>QE2 diluncurkan akhir tahun 2010), maka bisa jadi pasar akan bereaksi negatif >>kembali. >> >>Jadi, untuk masalah investasi atau trading, kita bukan bicara soal benar atau >>salah, tapi lebih kepada permasalahan perlindungan aset dari ancaman tergerus >>(prioritas utama), baru kemudian memikirkan soal pertumbuhan aset alias cuan. >>Ini prinsip saya yang bisa jadi berbeda dengan orang lain. Tidak aturan >>khusus >>karena setiap orang bisa berbeda toleransi dalam menerima resiko. >> >>jabat erat, >>Irwan Ariston Napitupulu >> >> >
