Kalo cuma bbm yg naik sih tidak apa apa. Tapi akibatnya bisa menyebabkan beras 
dan pangan ikut naik, karena ongkos angkutnya naik. Ini yg harus dipikirkan 
bagaimana caranya menaikkan bbm tanpa ikut menaikkan harga pangan dan ongkos 
angkut.
http://www.facebook.com/hakie1
http://www.tviexpress.com/andyelia1
  ----- Original Message ----- 
  From: Max Selwan 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, July 03, 2011 5:12 PM
  Subject: Re: [saham] Wamenkeu: Pembatasan BBM Wajib Tahun Ini


    
  Saatnya cuan utk investor spbu shell, petronas, total...


  Sent from my 24-hour email assistance


------------------------------------------------------------------------------

  From: "ßµđΨ☺™" <[email protected]> 
  Sender: [email protected] 
  Date: Sun, 3 Jul 2011 10:03:49 +0000
  To: saham saham<[email protected]>
  ReplyTo: [email protected] 
  Subject: Re: [saham] Wamenkeu: Pembatasan BBM Wajib Tahun Ini


    
  Ya udahlah naikin aja biar nga ada yg bisa main2 bbm subsidi..hanya 
menguntungkan segelintir orang aja..

  Best Regards,
  ßµđΨ☀Đα®♏αωαƞ☺™


------------------------------------------------------------------------------

  From: positif 01 <[email protected]> 
  Sender: [email protected] 
  Date: Sun, 03 Jul 2011 03:00:31 -0700 (PDT)
  ReplyTo: [email protected] 
  Subject: [saham] Wamenkeu: Pembatasan BBM Wajib Tahun Ini


    

  Pembatasan BBM Wajib Tahun Ini

  '+'

  http://www.jpnn.com/read/2011/06/29/96546/Pembatasan-BBM-Wajib-Tahun-Ini-

  JAKARTA – Pemerintah menggunakan harga minyak mentah Indonesia (ICP) di 
kisaran USD 95 per barel sebagai dasar penghitungan postur APBN Perubahan 2011. 
Dengan demikian, pembatasan BBM bersubsidi harus diberlakukan tahun ini.

  Wakil Menkeu Anny Ratnawati mengatakan, postur APBNP 2011 yang akan diajukan 
ke DPR juga telah memperhitungkan program pembatasan konsumsi BBM bersubsidi. 
“Kita minta langkah-langkah pembatasan tetap dilaksanakan untuk menjaga agar 
tidak terjadi kenaikan subsidi BBM,” kata Anny di Kantor Kementrian Keuangan, 
Jakarta, Selasa (28/6).

  Kemenkeu meminta Kementrian ESDM untuk segera merealisasikan program 
pembatasan konsumsi. “Kami minta kepada ESDM, dia yang akan mengoordinir untuk 
dilakukan pembatasan karena tren konsumsi lebih tinggi dari biasanya,” kata 
Anny.

  Dia menegaskan pemerintah bakal menjaga defisit APBN di kisaran 2,1 persen 
dari Produk Domestik Bruto (PDB). “Kita hitung pakai ICP yang baru dan kurs 
yang menguat. Implikasinya ada kenaikan subsidi listrik dan BBM,” katanya. 
Dengan asumsi PDB sebesar Rp 7.250,832 triliun, defisit 2,1 persen yang ingin 
dijaga pemerintah berada di kisaran Rp 152,26 triliun. Ia mengatakan, 
pemerintah tidak akan menambah utang untuk pembiayaan defisit. “Sudah di-review 
dari penerimaan dan penghematan. Insya Allah tidak ada penambahan pembiayaan. 
Kita berharap ada beberapa potensi,” kata Anny.

  Sebelumnya pemerintah menghitung jika tahun ini tak ada kebijakan kenaikan 
harga BBM, subsidi energi (BBM dan listrik) bakal membengkak Rp 60 triliun dari 
APBN sebesar Rp 136,6 triliun, menjadi Rp 196,1 triliun. Jika harga BBM naik Rp 
500 per liter, subsidi energi menjadi Rp 184,0 triliun, dan jika naik Rp 1.000 
per liter, bakal menjadi Rp 180,0 triliun.

  Perinciannya, subsidi BBM akan membengkak dari Rp 95,9 triliun menjadi Rp 
125,2 triliun jika harga BBM bersubsidi tak dinaikkan. Jika naik Rp 500 per 
liter, subsidi BBM menjadi Rp 117,6 triliun, dan menjadi Rp 109,1 triliun jika 
harga BBM naik Rp 1.000 per liter. Sedangkan subsidi listrik bakal melesat dari 
Rp 40,7 triliun menjadi Rp 70,9 triliun.

  Perhitungan pemerintah itu menggunakan asumsi harga minyak mentah Indonesia 
USD 95 per barel, nilai tukar Rp 8.800 per USD, dan lifting (produksi siap 
jual) minyak 945 ribu barel per hari.



  

Kirim email ke