JAKARTA: Analis dari perusahaan efek Minna Padi Investama merekomendasikan
kepada para investor agar mencermati saham INCO yang dinilai prospektif.

Berdasarkan data Bloomberg, perusahaan pertambangan itu memproyeksikan
penjualan hingga akhir tahun ini sebesar US$1.307 juta dan nilai buku per
saham 0,197. Laba operasinya diperkirakan mencapai US$594,647 juta dan
keuntungan sebelum pajak US$611 juta.

Indikator keuangan lainnya yaitu perusahaan pertambangan itu memproyeksikan
return on equity (ROE)-nya pada akhir tahun ini sebesar    24,283 dan Return
on Assets (ROA) sebesar    18,58.

Inco memproduksi nikel dalam matte, yang merupakan produk antara, dari bijih
lateritik pada fasilitas-fasilitas penambangan dan pengolahan terpadu di
dekat Sorowako, Sulawesi.

Seluruh produksinya dijual berdasarkan kontrak jangka panjang dalam
denominasi dollar AS kepada pabrik pemurnian di Jepang.

Jumlah tenaga kerja yang diserap perusahaan pertambangan itu 3.136 karyawan
tetap dan 3.006 karyawan kontrak.

Saham Inco terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebanyak  9.936.339 saham
ditempatkan dan disetor penuh. Pemegang saham peusahaan itu adalah Vale
Canada limited 58,73%, Sumitomo Metal Mining Co., Ltd., (20,09%) dan publik
serta pemegang saham lainnya (21,18%).

Vale Canada Limited adalah satu perusahaan yang merupakan kelompok usaha
Vale S.A Base Metals
Vale Canada Limited (Vale Canada), sebelumnya Vale Inco Limited, berubah
sejak 31 Agustus 2010.

Muhammad Alfatih, vice president Mega Capital, mengatakan bahwa INCO juga
rebound dari support Rp4.400 dalam pola channel Rp4.400-Rp5.000 yang
terbentuk dari pergerakan harga sejak Februari 2011. Namun, kelihatannya
masih akan berfluktuasi terlebih dahulu di level Rp4.400-Rp4.700 sebelum
bisa mencapai level channel atasnya. (ln)

Kirim email ke