:)

2011/7/8 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>

> **
>
>
> Terima kasih untuk para bandar yang telah membantu merealisasikan
> perkiraan di bawah, walau angka 4000 dicapainya pada hari terakhir
> yaitu hari Jumat :)
>
> Target IHSG berikutnya, 4100-4200, dengan perkiraan waktu sebelum
> lebaran. Ancamannya sejauh ini hanya soal kenaikan harga BBM saja yg
> belum jelas apakah jadi atau tidaknya, dan kalau jadi kapan
> diumumkannya.
>
> Enjoy trading sajalah :)
>
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> 2011/7/4 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>:
>
> > Secara grafik, IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini.
> >
> > Untuk saham2, silakan lihat di twitter saya, @irwanariston
> >
> > Hari Rabu 23 Juni 2011, di Indovision channel 95, saya sudah
> memperkirakan
> > IHSG ke 3900 dalam waktu dekat berikut dengan alasannya. Silakan dilihat
> > rekamannya di
> >
> > http://www.youtube.com/watch?v=yYkP_fWkaH4
> >
> > Untuk account trading, sejak 23 Juni 2011 itu pun saya sudah 100% di
> saham.
> > Seperti sejak awal saya sebutkan ketika saya 100% cash di account trading
> > dan 100% cash di account investasi, untuk account trading, saya bisa
> masuk
> > dan keluar kapanpun. Dan saya sempat menganggur tidak trading alias 100%
> > cash selama sekitar 3 minggu sebelum akhirnya 100% saham di tanggal 23
> Juni
> > tersebut. Dengan kesabaran menunggu arah lebih jelas untuk trading,
> ternyata
> > hasilnya juga tidak terlalu mengecewakan, aset meningkat sekitar 13-14%
> > dalam kurun waktu sejak 23 Juni 2011 sampai penutupan Jumat 1 Juli 2011.
> >
> > Yang ingin saya tunjukan adalah trading membutuhkan kesabaran. Tidak
> selalu
> > harus 100% saham selamanya, dan juga tidak harus 100% cash selamanya.
> > Trading ibarat dagang. Trading saat market rally, lebih gampang dibanding
> > trading saat market sedang turun atau tidak jelas. Sama seperti dagang
> buah
> > kurma, lebih mudah dagang buah kurma saat bulan puasa ketimbang dagang
> buah
> > kurma di luar bulan puasa. :)
> >
> > Sesuaikanlah dengan toleransi resiko masing2, karena setiap orang bisa
> > memiliki toleransi resiko yang berbeda.
> >
> > Untuk account investasi, saya masih di 50% rupiah dan 50% USD. Belum akan
> > dirubah sampai di review sekitar lebaran nanti seperti yang sudah saya
> > katakan sejak awal. Hal ini karena untuk account investasi, time frame
> nya
> > adalah tahunan, bukan harian atau pun bulanan. Untuk investasi, saya akan
> > kembali masuk ketika merasa situasi makro sudah kondusif lagi. Saat ini
> > ancaman krisis di Yunani dan Eropa belum pudar. Data ISM Manufacturing
> Index
> > di AS yg keluar tanggal 1 Juli 2011, angka kenaikannya positif dalam
> > pengertian di atas perkiraan analis secara signifikan. Kebalikan dari
> > tanggal 1 Juni 2011 ketika terjadi penurunan signifikan, jauh dibawah
> > perkiraan analis sehingga saya mengambil sikap untuk bearish.
> >
> > Kalau diukur dengan tingkat kewaspadaan, ibaratnya peristiwa tanggal 1
> Juni
> > 2011 baik di AS dan di Eropa serta di Indonesia itu masuk  kategori siaga
> 3.
> > Sejak tanggal 23 Juni 2011, siaga 2. Dan sejak 1 Juli 2011, menjadi siaga
> 1.
> > Yang perlu disiagakan saat ini adalah mengenai harga BBM, apakah akan
> > dinaikan oleh pemerintah atau tidak. Belakangan mulai marak di bicarakan
> di
> > media massa. Ada yg memberi perkiraan ke 6000, ada yang memberi perkiraan
> ke
> > 5500, dst. Yang perlu diwaspadai besaran kenaikannya dan bagaimana
> > masyarakat meresponnya, dan tentunya bagaimana pelaku pasar modal
> merespon
> > hal tersebut. Kewaspadaan tetap perlu, demi terjaganya aset masing2.
> >
> > Untuk krisis di Eropa, biasanya setelah keluar bantuan seperti itu,
> > dampaknya ke sektor riil bisa dilihat dalam 3-6 bulan ke depan. Bila
> dalam
> > 3-6 bulan ke depan data makro kurang menunjukkan hasil seperti yg
> diharapkan
> > (seperti di AS paska QE2 diluncurkan akhir tahun 2010), maka bisa jadi
> pasar
> > akan bereaksi negatif kembali.
> >
> > Jadi, untuk masalah investasi atau trading, kita bukan bicara soal benar
> > atau salah, tapi lebih kepada permasalahan perlindungan aset dari ancaman
> > tergerus (prioritas utama), baru kemudian memikirkan soal pertumbuhan
> aset
> > alias cuan. Ini prinsip saya yang bisa jadi berbeda dengan orang lain.
> Tidak
> > aturan khusus karena setiap orang bisa berbeda toleransi dalam menerima
> > resiko.
> >
> > jabat erat,
> > Irwan Ariston Napitupulu
> >
>  
>

Kirim email ke