Silakan ditanyakan saja ke bank masing2. Biasanya mereka (bank2 besar),
memiliki produk investasi seperti itu, yg placing dananya di taruh di SBI.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/7/4 ihsg <[email protected]>

>
>
> Pak Ian, kalau berkenan pasar uang apa yang bisa memberikan return 6.5%
> nett?****
>
> ** **
>
> Thanks.****
>
> ** **
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On Behalf Of
> *Irwan Ariston Napitupulu
> *Sent:* 04 Juli 2011 14:28
> *To:* [email protected]
>
> *Subject:* Re: [saham] IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini.****
>
> ** **
>
>   ****
>
> Tabungan dan deposito, masih kena pajak 20%. Jadi, kalau bunga tabungan
> 6.5%, bersihnya setelah kena pajak bunga 20%, hanya 5,2%. Sementara di pasar
> uang, sekitar 6,5% sudah bersih. Ada selisih 1.3%, lumayanlah untuk makan
> siang/malam :)
>
> Selain itu, karena dana ini dana investasi, yg suatu saat nanti bila
> waktunya sudah tepat akan saya pindahkan lagi ke reksadana equity, maka saya
> cenderung lebih suka taruh di bank yg bisa membuat saya tidur nyenyak malam
> harinya, tidak perlu cemas soal keamanan dana. :)
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu****
>
> 2011/7/4 PH <[email protected]>****
>
>
>
> Banyak kan bunga yg cukup tinggi di tawarkan di bank2 yg lebih kecil.
>
> Bahkan tabungan biasa di bank sinarmas (bukan deposito) bisa mencapai 6.5%.
>
>
> Seperti nya masi dijamin yah sampai 2M? Atau sudah berubah?****
>
> ** **
> ------------------------------
>
> *From: *Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> ****
>
> *Sender: *[email protected] ****
>
> *Date: *Mon, 4 Jul 2011 14:09:38 +0700****
>
> *To: *<[email protected]>****
>
> *ReplyTo: *[email protected] ****
>
> *Subject: *Re: [saham] IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini.****
>
> ** **
>
>   ****
>
> Untuk dana investasi, saya pisahkan account nya dari trading.  Dana
> investasi saya menganut prinsip konservatif karena time frame nya yg
> tahunan. Saat ini saya taruh 50% di pasar uang (reksadana yg placingnya di
> SBI). Saya tidak tertarik di deposito, karena returnnya masih lebih tinggi
> di pasar uang ketimbang di deposito, selain juga di deposito kena penalti
> kalau dicairkan sebelum jatuh tempo, sementara di pasar uang tidak ada
> penalti dan bisa dicairkan kapan saja (dana tersedia T+3 setelah perintah
> jual). Sifatnya pasar uang sama seperti deposito, yaitu hanya mengandalkan
> bunga yg bisa terlihat dengan pertambahan tiap harinya. Jadi, tidak naik
> turun seperti reksadana fixed income yg nilai hariannya tergantung dari
> harga obligasi. Untuk 50% lagi saya taruh di USD (tabungan dolar). Tidak
> mengharapkan bunga karena kecil sekali, hanya mengharapkan selisih kurs.
> Untuk jaga2 bila terjadi krisis. Semacam hedging. Sehingga bila terjadi
> krisis, nilai rupiah saya atau daya beli rupiah saya di investasi tetap bisa
> terjaga. Karena berdasarkan pengalaman 2008, nilai USD menguat 35% dalam 5
> bulan.
>
> Tidak banyak orang yg berpikiran kalau pegang cash itu sebenarnya juga
> termasuk salah satu bagian dari investasi. Setidaknya, bila terjadi krisis,
> aset tidak tergerus. Dan kalau terjadi krisis, saya bisa beli reksadana
> equity justru di harga yg jauh lebih murah sehingga jumlah unit yg dibeli
> jadi bisa lebih banyak selain potensi profit juga jadi jauh lebih besar
> secara prosentasi.
>
> Bagaimana bila ternyata tidak terjadi krisis?
> Kalau tidak terjadi krisis, tidak masalah, saya bisa masukan kembali ke
> reksadana equity walau dengan harga lebih tinggi dari harga terakhir
> menjualnya, dan saya masih berpeluang dapat profit yg lumayan karena krisis
> tidak terjadi.
>
> Apakah saya merugi?
> Saya merasa tidak merugi dengan tidak mendapatkan keuntungan. Karena
> prioritas pertama saya adalah pengamanan aset dulu, baru memikirkan masalah
> akselerasi atau pertumbuhan aset.
> Di reksadana equity, kita sulit untuk buy and sell seperti di saham
> mengingat ada besaran fee yg harus dibayarkan yg besarannya jauh lebih besar
> dari trading di saham. Selain itu harga yg didapat adalah harga NAB
> berdasarkan closing hari itu bila kita membelinya sebelum jam 1 siang.
>
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu****
>
> 2011/7/4 ahmad saharjo <[email protected]>****
>
> ** **
>
> Bang Ian, kalau begitu sesuai dengan teori money management berarti yang
> dimainkan untuk trading adalah porsi dana untuk tujuan trading kan?,
> sedangkan dana yang untuk invest dibiarkan idle atau ditaro di deposito,
> atau gimana ya bang?, mhn maaf kalau pertanyaan saya ini terlalu jauh, tapi
> saya butuh info ini untuk menyesuaikan knowledge saya tentang money
> management, makasih ya bang... ****
>
> ** **
> ------------------------------
>
> *From:* Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> *To:* [email protected]****
>
> *Sent:* Monday, July 4, 2011 10:11 AM
> *Subject:* Re: [saham] IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini.****
>
> ** **
>
>   ****
>
> Saya memang tidak memosting di milis saham. Saya menyebutkan IHSG
> berpeluang membuat new high yg baru dengan target 3900 dalam waktu dekat
> pada tanggal 23 Juni 2011 di Indovision channel 95 secara live. Rekaman
> videonya bisa dilihat kembali di youtube.
>
> Pernyataan saya di Indovision tanggal 23 Juni 2011 bagi saya sudah cukup
> jelas memberikan sinyal bahwa saya sudah terjun lagi untuk trading, sudah
> masuk dan keluar lagi di saham setiap saat setelah 2-3 minggu saya istirahat
> dari dunia trading saham.
>
> Yang ingin saya sampaikan soal 100% di saham itu dalam konteks bahwa
> trading itu tidak harus tiap hari buy and sell. Terkadang istirahat 2-3
> minggu seperti yg saya lakukan dengan 100% cash beberapa waktu lalu (anggap
> saja cuti trading), kemudian masuk kembali setelah merasa situasi untuk
> trading sudah lumayan aman dan berpeluang kasih profit, sebenarnya bisa
> menghasilkan cuan yg tidak kecil seperti yg saya lakukan, 13-14% dalam kurun
> waktu 23 Juni sampai 1 Juli 2011. Kesabaran dalam trading, sebenarnya tidak
> terlalu mengecewakan hasilnya. Prioritas utama saya dalam trading dan
> investasi adalah memproteksi aset saya. Saya belajar dari kasus 2008 lalu.
> Setelah itu baru memikirkan akselerasi ataupun pertumbuhan dari aset saya.
>
> Kalau soal keluar masuk di account trading, sejak 3-4 Juni 2011 lalu suka
> saya sebutkan bahwa untuk trading, saya bisa masuk keluar kapanpun sementara
> untuk investasi saya masih bersabar menunggu kejelasan kondisi makro dunia
> yg mana akan saya review (setidaknya untuk pribadi) sekitar lebaran nanti.
>
> Saya menggunakan chart untuk keputusan trading di saham. Sementara untuk
> keputusan investasi, saya menggunakan data2 makro ekonomi dunia untuk
> mendapatkan iklim investasi karena bersifat jangka panjang (tahunan).
>
> Untuk trading sekarang pun, setiap saat saya bisa 100% cash lagi. Misalkan
> bisa saja hari ini saya 100% cash lagi, lalu 3 hari lagi 100% saham lagi,
> lalu minggu depan 100% cash lagi. Tentunya saya tidak berencana melaporkan
> secara detil dan rinci untuk urusan trading spt itu. Tapi setidaknya, saat
> ini saya ingin menyampaikan bagi saya saat ini (sejak 23 Juni 2011), situasi
> sudah cukup nyaman lagi untuk trading dengan tetap waspada dan fokus pada
> sinyal2 di grafik.
>
> Ketika suatu saham terasa sudah terlalu tinggi naiknya secara grafik, dan
> ada peluang koreksi sehat, maka saya bisa realisasikan profit yg ada, pindah
> ke saham lain yg punya potensi lumayan untuk naik. Lalu setelah naiknya
> mulai jenuh, saya pindah lagi ke saham lain. Begitu saja seterusnya, pindah2
> saham, karena memang dalam dunia trading, tidak saya tidak mengenal
> loyalitas ke saham2 tertentu. Saya hanya pedagang saja, beli jual saham,
> cari cuan sekedarnya saja, cukup untuk makan siang dan makan malam :)
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu****
>
> 2011/7/4 ihsg <[email protected]>****
>
> ** **
>
> Sepertinya Pak Irwan belum pernah posting mengenai 100% saham di account
> trading di tgl 23 Juni yah? Atau mungkin saya yang ketinggalan postingannya
> pak.****
>
>  ****
>
>  ****
>
>  ****
>
>  ****
>
>  ****
>
>  ****
>
>  ****
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On Behalf Of
> *Irwan Ariston Napitupulu
> *Sent:* 04 Juli 2011 8:57
> *To:* [email protected]
> *Subject:* [saham] IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini.****
>
>  ****
>
>   ****
>
> Secara grafik, IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini.
>
> Untuk saham2, silakan lihat di twitter saya, @irwanariston
>
> Hari Rabu 23 Juni 2011, di Indovision channel 95, saya sudah memperkirakan
> IHSG ke 3900 dalam waktu dekat berikut dengan alasannya. Silakan dilihat
> rekamannya di
>
> http://www.youtube.com/watch?v=yYkP_fWkaH4
>
> Untuk account trading, sejak 23 Juni 2011 itu pun saya sudah 100% di saham.
> Seperti sejak awal saya sebutkan ketika saya 100% cash di account trading
> dan 100% cash di account investasi, untuk account trading, saya bisa masuk
> dan keluar kapanpun. Dan saya sempat menganggur tidak trading alias 100%
> cash selama sekitar 3 minggu sebelum akhirnya 100% saham di tanggal 23 Juni
> tersebut. Dengan kesabaran menunggu arah lebih jelas untuk trading, ternyata
> hasilnya juga tidak terlalu mengecewakan, aset meningkat sekitar 13-14%
> dalam kurun waktu sejak 23 Juni 2011 sampai penutupan Jumat 1 Juli 2011.
>
> Yang ingin saya tunjukan adalah trading membutuhkan kesabaran. Tidak selalu
> harus 100% saham selamanya, dan juga tidak harus 100% cash selamanya.
> Trading ibarat dagang. Trading saat market rally, lebih gampang dibanding
> trading saat market sedang turun atau tidak jelas. Sama seperti dagang buah
> kurma, lebih mudah dagang buah kurma saat bulan puasa ketimbang dagang buah
> kurma di luar bulan puasa. :)
>
> Sesuaikanlah dengan toleransi resiko masing2, karena setiap orang bisa
> memiliki toleransi resiko yang berbeda.
>
> Untuk account investasi, saya masih di 50% rupiah dan 50% USD. Belum akan
> dirubah sampai di review sekitar lebaran nanti seperti yang sudah saya
> katakan sejak awal. Hal ini karena untuk account investasi, time frame nya
> adalah tahunan, bukan harian atau pun bulanan. Untuk investasi, saya akan
> kembali masuk ketika merasa situasi makro sudah kondusif lagi. Saat ini
> ancaman krisis di Yunani dan Eropa belum pudar. Data ISM Manufacturing Index
> di AS yg keluar tanggal 1 Juli 2011, angka kenaikannya positif dalam
> pengertian di atas perkiraan analis secara signifikan. Kebalikan dari
> tanggal 1 Juni 2011 ketika terjadi penurunan signifikan, jauh dibawah
> perkiraan analis sehingga saya mengambil sikap untuk bearish.
>
> Kalau diukur dengan tingkat kewaspadaan, ibaratnya peristiwa tanggal 1 Juni
> 2011 baik di AS dan di Eropa serta di Indonesia itu masuk  kategori siaga 3.
> Sejak tanggal 23 Juni 2011, siaga 2. Dan sejak 1 Juli 2011, menjadi siaga 1.
> Yang perlu disiagakan saat ini adalah mengenai harga BBM, apakah akan
> dinaikan oleh pemerintah atau tidak. Belakangan mulai marak di bicarakan di
> media massa. Ada yg memberi perkiraan ke 6000, ada yang memberi perkiraan ke
> 5500, dst. Yang perlu diwaspadai besaran kenaikannya dan bagaimana
> masyarakat meresponnya, dan tentunya bagaimana pelaku pasar modal merespon
> hal tersebut. Kewaspadaan tetap perlu, demi terjaganya aset masing2.
>
> Untuk krisis di Eropa, biasanya setelah keluar bantuan seperti itu,
> dampaknya ke sektor riil bisa dilihat dalam 3-6 bulan ke depan. Bila dalam
> 3-6 bulan ke depan data makro kurang menunjukkan hasil seperti yg diharapkan
> (seperti di AS paska QE2 diluncurkan akhir tahun 2010), maka bisa jadi pasar
> akan bereaksi negatif kembali.
>
> Jadi, untuk masalah investasi atau trading, kita bukan bicara soal benar
> atau salah, tapi lebih kepada permasalahan perlindungan aset dari ancaman
> tergerus (prioritas utama), baru kemudian memikirkan soal pertumbuhan aset
> alias cuan. Ini prinsip saya yang bisa jadi berbeda dengan orang lain. Tidak
> aturan khusus karena setiap orang bisa berbeda toleransi dalam menerima
> resiko.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu****
>
> ** **
>
> ** **
>
> ** **
>
> ** **
>
> ** **
>
> ** **
>
> ** **
>
> ****
>
>
> 
>

Kirim email ke