DI penghujung minggu terakhir perdagangan Juli, dengan lanskap bursa lokal, regional dan global, menu pada 29 Juli sangat sederhana untuk bursa Indonesia. "Profit taking further". Yang perlu diperhatikan, "profit taking" apa dan mana yang menyebabkan Sell/Jual, dan "profit taking" apa dan mana yang menyebabkan Buy/Beli.
Beberapa emiten big caps seperti ASII, laporan positif lapkeu kuartal 2 dengan kisaran di bawah 40%, sudah jauh hari 'priced-in' oleh market, sementara BMRI 'missed' estimated EPS meski revenues/interest income positif. Untuk konteks long side/buy, pantauan yang akurat atas aktivitas short-selling pada minggu ini akan membawa sejumlah saham yang 'under pressure' ke peningkatan level minat beli, mengingat short-sellers pada sejumlah saham tersebut akan segera profit taking jelang penyelesaian US debt ceiling 02 Agustus. Salah satu yang menarik untuk dicermati adalah pada sektor mining, di antaranya saham grup industri coal mining, Indika Energy (INDY). Rilis lapkeu anak perusahaannya Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS) malam tadi yang menunjukkan peningkatan yang signifikan H1-2011 yoy: revenues (+29%), net income (+30%), telah meningkatkan setoran distribusi laba kepada pemegang saham induk (INDY) sebesar (+33%). Alasan lain bagi short-sellers saham INDY untuk segera cover (buy) their short. Lapkeu Q2-2011 MBSS: http://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/201107/24FF4275-9E3C-468F-AC7C-B58597D8D13A.PDF '+'
