Iya Pak, saya sudah pernah jelaskan soal cara hitung indeks DOW di milis ini (atau milis sebelah saya lupa) beberapa tahun yang lalu supaya orang2 tidak salah paham tentang cara hitung indeks DOW. :)
Cara menghitung indeks DOW itu dengan cara penjumlahan harga 30 komponennya, lalu dibagi dengan angka pembagi yg saat ini angka pembaginya adalah 0.132129493 Kalau ada komponen baru yg masuk, maka yg berubah adalah angka pembaginya agar patokan angka penutupan indeks sebelum komponen lama keluar dan komponen baru masuk. Kebetulan, DOW adalah salah satu spesialisasi saya sehingga saya paham betul urusan indeks DOW sampai dapur2nya :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/7/31 PH <[email protected]> > ** > > > Tambahan yah kali ada yang pengen tau, cara hitung / formula Index DOW > hitungan nya berbeda dengan cara biasa orang hitung nilai index... > > Dia itung nya pakai harga saham... > > ------------------------------ > *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Sun, 31 Jul 2011 09:04:44 +0700 > *To: *[email protected]<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [saham] PEFINDO 25 index list Aug - Jan 2012 > > > > Menurut saya, bila kriteria baru, dari batasan perusahaan <1 T dirubah > menjadi <5T, akibatnya sampai merubah 21 komponen dari 25 yang ada atau > merubah lebih dari 80% komponen, apa ngga lebih bijaksana sekalian buat > indeks baru saja misalkan dengan nama atau batasan perusahaan dengan market > cap 1T-5T. Dengan demikian perusahaan dengan kriteria di bawah 1 T tetap > terakomodasi seperti tujuan semula dibuatnya indeks tersebut. > > Menurut saya, denga dirubahnya komponen sampai 21 saham dari 25 saham yang > menjadi komponennya maka indeks tersebut sudah menjadi indeks yang baru yang > bisa dibilang tidak ada hubungannya lagi dengan indeks yang lama sehingga > grafik indkes tersebut yang lama jadi tidak bisa dipakai lagi karena sudah > tidak mencerminkan kondisi indeks tersebut bila tujuan awal indeks tersebut > adalah sebagai barometer. Yang lama sebagai barometer perusahaan di bawah > 1T, yang baru sebagai lebih sebagai barometer perusahan antara 1T-5T. > > Itu poin utama yang ingin saya sampaikan awalnya. > > Kalau mengenai komponen yang baru, saya perhatikan banyak perusahaan bagus > yang dimasukan. Tapi poin yg saya bahas bukan soal bagus tidaknya tapi lebih > kepada konsep dasar dan tjuan awal dibuatnya suatu indeks yang lebih > merupakan suatu barometer dan bukan suatu portfolio yang memang utk > portfolio mau sering2 dirubah dan banyak komponen dirubah itu ngga masalah. > Kalau indeks sering dirubah komponennya dan banyak pula komponennya yg > dirubah, maka justru bisa dipertanyakan kemampuan penyusunnya dalam memilih > perusahaan untuk dimasukan ke dalam indekes. Silakan saja perhatikan berapa > lama indeks DOW (DJIA 30) terakhir dirubah dan berapa saham, lalu sebelumnya > lagi kapan dan berapa saham. > > Saya kritisi ini tujuannya baik agar kita semua lebih serius ketikanakan > membuat suatu indeks dengan memperhatikan tujuan indeks yg lebih sebagai > barometer bukan portfolio. Kritikan yang sama juga ke penyusun indeks LQ45 > yg saya perhatikan sering kali berubah setaip 6 bulannya dan ternyata pun > tidak semua komponennya yg dipilih itu saham yg terliquid dipasar. Hal ini > membuat saya harus sering menjelaskan hal tersebut ketika lagi tugas > mengajar agar orang yg tidak tahu jadi tidak salah pengertian tentang LQ45 > :) > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > > Sent from my iPad > > On Jul 30, 2011, at 10:08 PM, "Sostenes Ferdyan Tanusaputra" < > [email protected]> wrote: > > Mungkin karena ada perubahan kriteria bang, karena PEFINDO meningkatkan > kriteria dari valuasi mereka dari sebelumnya emiten yang beraset dibawah 1 M > menjadi emiten beraset dibawah 5 M. > > Cmiiw > > ------------------------------------------------------ > > Sostenes Ferdyan Tanusaputra (Stein) > > Bandung Branch Manager > PT. Dhanawibawa Arthacemerlang > > Jl. Cicendo No. 41 > Bandung 40171 > > Ph. : 022 426 6363 / 022 426 6337 > Fax. : 022 420 9648 > ------------------------------ > *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Sat, 30 Jul 2011 21:03:10 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [saham] PEFINDO 25 index list Aug - Jan 2012 > > > > Saya barusan coba lihat isi PEFINDO-25 Index. > Agak kaget juga lihat isinya. > Dari 25 saham yg masuk ke PEFINDO-25 Index, sebanyak 21 saham adalah > saham baru, dan hanya 4 saham merupakan komponen PEFINDO-25 yang > bertahan/lama. > > Apa ada pihak PEFINDO di milis ini yang bisa menjelaskan alasan > dibalik sampai hari mengganti 21 komponen indeks dari 25 yang ada > sebelumnya? > > Mungkin saya salah, tapi yang saya pahami ada perbedaan antara membuat > indeks vs membuat portfolio. Indeks setahu saya lebih dekat kepada > pengertian barometer atau keterwakilan, sementara portfolio lebih > kepada kinerja investasi. > > Sehingga ada ciri khas dari keduanya dimana komponen indeks cenderung > tidak gampang berubah walau harganya sudah naik signifikan karena > memang fungsinya lebih kepada barometer bukan portfolio. Perubahan > terjadi lebih kepada bila terjadi perubahan signifikan terhadap > fundamental dari emiten, baik itu terkait dengan kinerja ataupun > perubahan core business nya, atau ada hal lainnya seperti akuisisi > ataupun merger. Dengan kata lain, kalau sampai berubah 21 komponen > dari 25 yg ada bisa menimbulkan pertanyaan koq bisa sampai sebanyak > itu sekaligus. Bagaimana dulu kriteria memilihnya sehingga saat ini > harus sampai 21 komponen yang dirubah. > > Sebaliknya kalau portfolio, bila komponennya sudah naik signifikan di > atas perkiraan, maka besar kemungkinan terjadi switching ke saham yg > potensinya masih cukup lumayan. Jadi, kalau portfolio, mau dirubah 25 > dari 25 masih dalam taraf wajar karena kriterianya lebih kepada > seperti target telah terpenuhi, harga sudah diatas valuasi wajar, atau > ada saham lain yang potensinya lebih besar sehingga bisa menggantikan > komponen lain yang dilihat sudah di atas valuasi ataupun sudah tidak > jauh lagi dari valuasi wajarnya. > > Pembentukan indeks lebih diposisikan sebagai barometer, sementara > pembentukan portfolio lebih kepada kinerja investasi dari fund > managernya. > > Mohon saya dikoreksi kalau salah pemahaman soal indes vs portfolio ya. :) > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > 2011/7/30 < <feedmegreenies%40yahoo.com>[email protected]>: > > <http://j.mp/q6wO7S>http://j.mp/q6wO7S > > > > > > indahnya berbagi > > > > > > > > ------------------------------------ > > > > Kunjungi situs <http://www.info-saham.com>http://www.info-saham.comuntuk > > informasi seputar saham. > > > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > > > <saham-unsubscribe%40yahoogroups.com>[email protected] > > berhenti dari milis saham > > <saham-subscribe%40yahoogroups.com>[email protected] untuk > bergabung ke milis saham > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > >
