1. stock market selama nya seharusnya mengalami kenaikan selama berkala. Kalau 
stock  market tidak naik maka cuman bisa trading pakai short yang angka akhir 
nya yah "0". Sampai saat ini belum ada market saham  yg secara TA bergerak ke 
angka 0 kecuali mungkin negara-2 yg sedang perang misalnya.
 
2. Kalau stock market aka index turun biasanya kan kalau factor fundamental i.e 
macro economy sedang menurun, atau market berjalan terlalu cepat, atau sebab-2 
lain nya seperti pump and dump play.

3. Contoh nya kayak Dow yang bertahan bbrp bulan di atas 13 ribu an padahal 
ekonomi USA sedang kontraksi, atau saat Nasdaq berjalan terlalu cepat dibanding 
perkembangan fundamental perusahaan internet karena faktor "me too". Saham 
seperti TMPI yg bergerak karena digerakkan secara khusus sehingga akhirnya 
mengalami penurunan. 

Jadi menurut saya sih istilah "koreksi" sangat valid, karena istilah "market is 
always right" itu yah gak bener sih soalnya market efficiency "tidak pernah" 
ada. Market always right jika informasi tersedia merata untuk seluruh 
partisipan market.

Indikator TA setiap saat tidak pernah salah tetapi tidak seluruh indikator 
menggambarkan seluruh kondisi market secara bersamaan.

*nunggu market koreksi :d



sent with loveĀ®

-----Original Message-----
From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 31 Jul 2011 21:02:26 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Saya Berhenti Menggunakan Istilah KOREKSI di pasar.

Mulai hari ini, saya sudah resmi meninggalkan penggunakan istilah
koreksi untuk market yang sudah turun setelah kenaikan cukup lumayan
seperti yang selama ini umum digunakan orang. Alasan dasarnya adalah
karena saya baru menyadari pengertin arti kata koreksi itu adalah
membetulkan apa yang sebelumnya salah atau dinilai salah. Saya juga
sudah cek pengertian kata correction di dictionary.com yang arahnya
(diluar yg berhubungan dengan harga karena hal tersebut yg lagi
dipermasalahkan) semua mengarah ke hal yang saya sebutkan yaitu
perbaikan dari sesuatu yang kurang baik atau salah sebelumnya.

Disisi lain saya tidak melihat sesuatu yang naik dengan cepat itu
adalah sesuatu yang salah. Hal ini karena saya menganut pemahaman
bahwa market is always right. Pasar selalu benar. Karena pasar selalu
benar, jadi logikanya tidak ada yang perlu dikoreksi karena tidak ada
pergerakan yang salah sehingga istilah koreksi itu bagi saya sekarang
menjadi janggal dan tidak tepat.

Istilah lainnya yang juga per hari ini saya tinggalkan adalah istilah
technical correction. Technical correction juga merupakan istilah yang
tidak tepat karena seolah-olah jadi berarti bahwa TA sebelumnya itu
salah sehingga perlu ada koreksi TA.

Saya sebagai seorang chartist jadi melihat bahwa bila saya menggunakan
istilah koreksi sama saja saya menganggap salah suatu pergerakan
ataupun TA, dan itu berarti saya merendahkan ilmu TA itu sendiri.
Selain juga menggunakan istilah pasar sedang koreksi seolah-oleh
sebelumnya pasar sudah bergerak salah padahal konsep market is always
right adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Saya tidak ingin
merendahkan TA tidak juga ingin merendahkan pasar. Oleh karena itu
istilah koreksi saya tinggalkan per hari ini.

Sebagai gantinya, saya akan menggunakan istilah yang menurut saya
lebih tepat yaitu:
Temporary top reversal atau short term top reversal.

Istilah ini jelas jauh lebih tepat ketimbang istilah koreksi. Istilah
market terkoreksi, menurut saya lebih tepat dikatakan market sedang
turun secara temporer. Saya terbayang saja bila suatu saat bertemu
dengan orang awam kemudian saya ceritakan market sedang terkoreksi,
lalu dia bertanya kenapa terkoreksi. Apakah ada yang salah dengan
pergerakan sebelumya sehingga harus dikoreksi? Saya tentu akan
kesulitan menjawabnya. Kalau saya jelaskan, maksudnya market sedang
turun secara jangka pendek atau temporer. Bisa jadi dia lalu bertanya
balik kenapa tidak katakan saja sebenarnya market sedang turun secara
jangka pendek atau temporer. Hal ini karena market sedang koreksi itu
seolah2 ada yang salah dengan market sehingga perlu dikoreksi atau
dibetulkan.

Setelah menyadari kesalahan yang telah mendarah daging selama ini akan
penggunakan kata koreksi atau "correction" yang tidak tepat di dunia
grafik atau pasar, maka saya memilih untuk meninggalkan istilah
correction tersebut karena saya sadar tidak ada yang salah di pasar
ataupun TA sehingga perlu dikoreksi :)

Pro dan kontra terhadap pandangan di atas akan saya anggap sebagai
sesuatu yang wajar saja. Saya memilih untuk memulai menggunakan
istilah yang lebih tepat saja tanpa akan menyalahkan mereka yang masih
lebih suka menggunakan istilah koreksi.

Bagi yang ingin berpendapat berbeda, dipersilakan saja karena ini
forum bebas dan mungkin kita bertukar pikiran akan hal tersebut :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke