Hahahaha, veteran 2008 ane termasuk bang, anehnya setelah pengalaman itu, 
sekarang ane jauh lebih tenang, malah ada sedikit rasa senang, karna kondisi 
ini jarang sekali, dan lihat sejarah recoverynya malah optimis justru ini 
peluang, karena dari pengalaman 2008 sy melakukan MM hanya 50persen dari modal 
buat trading, 50persen cash buat kondisi paling ekstrim, jadi sekarang lagi 
nunggu kondisi kek gitu nih :p
Utk trading harian, jumat dan senin saya malah untung pake tehnik copet yang 
biasa dilakuin, jumat BMRI, senin BMRI BBCA dan SIPD, sukses
Tapi hati2 buat hari ini, pastinya lebih banyak jebakan betmen, buat hari ini 
saya pasti pasang agak jauhan
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 9 Aug 2011 08:02:15 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Strategi Masih Sama, Trading Cepat/netting/nyopet :)

Dalam kondisi market yg tidak kondusif belakangan ini, strategi
trading yg menurut saya cukup efektif digunakan adalah strategi
trading cepat. Masuk ketika overshoot, jual ketika ada rebound 2-3%.
Ini tentunya di saham2 yg memang favorit khususnya jagoan atau
andalannya para big fund atau FM. Hindari trading spt ini di saham2 yg
ngga jelas apalagi saham2 sepi.

Bila bisa 2-3x tektok, maka bisa saja dapat profit 5% dalam satu hari
atau bahkan lebih. Jauh lebih besar dari trading di kondisi market
normal.

Jadi, dalam kondisi market seperti apapun, sebenarnya bila kita jeli
tetap ada peluang mencetak profit asalkan tahu tekniknya. Yang jelas,
teknik trading seperti ini butuh keberanian dan kejelian dalam
pengamatan. Tidak berlaku untuk semua orang khususnya bagi mereka yg
masih awam/baru didunia trading. Bagi yg masih baru di dunia trading,
sebaiknya nonton saja dulu, perhatikan saja market, kenali market
seperti apa, agar bisa lebih paham seperti apa kondisi bursa ketika
terjadi gonjang ganjing seperti belakangan ini. Bagi veteran 2008,
tentunya situasi seperti sekarang bukan hal baru lagi. Sudah belajar
dari pengalaman dan sudah tahu apa yg harus dilakukan. Kepanikan bukan
jalan keluar, berpikir rasional lebih dibutuhkan dalam menghadapi
situasi seperti sekarang.

Dari pengamatan sekilas saya, tampaknya saat ini lebih banyak trader
yg sudah paham dan justru sedang menunggu saat yg tepat untuk masuk
kembali. Mereka bagaikana serigala2 lapar yang siap masuk bursa lagi
ketika dirasa penurunan sudah cukup jauh. Dari yg saya pantau sekilas,
ada kelompok yg sedang menunggu IHSG di sekitar 3400, baru akan
menyerbu masuk. Ada juga pasukan yg sedang menunggu level sekitar
3500, baru akan masuk. Ada juga yg malah menunggu di level 3600, sudah
berani menyerbu.

Saya pribadi cenderung ngga terlalu pusingkan IHSG mau turun sampai ke
berapa, karena saya tidak trading IHSG, saya trading saham2 yg menurut
saya bisa menghasilkan profit dengan teknik trading yg menurut saya
pribadi cukup aman. Seperti yg saya sebutkan di awal, saya cenderung
saat ini lebih memilih untuk trading cepat, atau scalping, ataupun
nyopet, alias beli dan jual di hari yg sama (netting).  Bisa saja
dengan jual duluan (bila atas barang sendiri) kemudian buy back ketika
turun sekian persen. Atau bisa saja buy dulu, kemudian ketika rebound
2-3%, langsung jualan. Kalau turun, beli lagi, lalu jual lagi. Begitu
saja strateginya menghadapi kepanikan pasar. Tentunya saham2 yg
scalping itu sifatnya harus sangat likuid, dan merupakan saham favorit
big funds ataupun FM.

Good luck. Happy trading. Semoga bisa profit lumayan hari ini walau
pun pasar cenderung dalam situasi bearish. :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke