Terjemahan:

(Berikut adalah rilis S&P)

08 Agustus 2011. Untuk saat ini, oulook yang tampaknya secara umum stabil
untuk kawasan Asia Pasifik (kecuali Selandia Baru, Jepang, Vietnam, dan
Kepulauan Cook) ditopang oleh permintaan domestik yang memadai, sektor rumah
tanga/korporasi yang relatif sehat, likuiditas eksternal yang cukup banyak,
dan tingkat tabungan masyarakat domestik yang tinggi. Namun demikian, perlu
diketahui bahwa pijakan ('baseline') asumsi kami tersebut didasarkan pada
tidak adanya pergeseran yang ekstrem pada sektor finansial dan sektor riil
ekonomi negara maju.

Oleh karena itu, dengan adanya keterhubungan pasar global maka guncangan
yang drastis dan tidak diharapkan sebelumnya pada pasar finansial
negara-negara maju akan dapat mengubah gambaran awal atas Asia Pasifik.
Sangat mungkin guncangan tersebut akan membawa ekonomi AS dan Eropa memasuki
kembali kontraksi yang dalam, atau kembali menunda pemulihan ekonomi. Dalam
skenario ini, pengalaman krisis finansial global 2008-2009 menunjukkan bahwa
ekonomi yang memiliki eksposur besar terhadap AS dan/atau Eropa akan
merasakan dampak ekonomi yang serius.

Pada saat yang bersamaan, bagian tertentu dari kawasan Asia Pasifik yang
memiliki keterkaitan eksternal yang lebih minimal dengan AS/Eropa, tetap
akan mengalami tekanan yang dalam akibat pengetatan likuiditas
internasional. Beberapa negara tersebut sangat dimungkinkan akan membutuhkan
bantuan eksternal tambahan untuk menghindari penyesuaian ekonomi yang
drastis. Di antara negara-negara tersebut adalah yang memiliki sistem
finansial yang begitu bergantung kepada sumber pendanaan asing ('off-shore
markets') sangat mungkin akan menghadapi penurunan likuiditas dan
peningkatan resiko finansial dalam waktu dekat. Termasuk negara-negara
kategori ini yang akan terimbas adalah: Pakistan, Sri Lanka, Fiji,
Australia, Selandia Baru, Korea, dan *Indonesia*.

Dampak buruk terhadap Asia Pasifik berdasarkan skenario tersebut di atas
akan mendorong pemerintahan negara-negara tersebut untuk mengeksploitasi
neraca/anggaran negara untuk dapat kembali menjaga perekonomian dan sektor
finansial. Dan, menurut hemat kami, mayoritas pemerintahan tersebut mau
tidak mau harus melakukan hal tersebut.

Kami akan menunggu dan mengamati.


*S&P Comments On The Impact Of U.S. Downgrade on Asia Pacific*

(The following was released by the rating agency)

Aug. 8, 2011--For the moment, the generally stable outlooks for Asia Pacific
sovereigns (with the exception of New Zealand, Japan, Vietnam, and the Cook
Islands) is supported by sound domestic demand, relatively healthy
corporate/household sectors, plentiful external liquidity, and high domestic
savings rates. Our baseline assumption of no likely abrupt dislocations in
developed economies' financial and real economies underpins this opinion.

However, given the interconnectivity of the global markets, an unexpectedly
sharp disruption in developed world financial markets could change the
picture. It could lead the U.S. and European economies into deep
contractions again, or further delay their recoveries. In this scenario, the
experience of the global financial crisis of 2008-2009 shows that
export-dependent economies with large exposures to the U.S. and/or Europe
would feel the most pronounced economic impacts.

At the same time, the Asia-Pacific sovereigns that have weaker external
positions could come under pressure as international liquidity tightens.
Some may require additional external assistance to prevent sharp economic
adjustments. Those with financial systems reliant on off-shore markets may
face reduced liquidity and a heightening of refinancing risk in the near
term. To varying degrees, Pakistan, Sri Lanka, Fiji, Australia, New Zealand,
Korea, and Indonesia may be affected.

The adverse impact on Asia Pacific in that scenario would likely require
governments to use their balance sheets to support their economies and
financial sectors once again. And in our opinion, most governments would
promptly oblige.

We wait to see.

http://www.reuters.com/article/2011/08/08/markets-ratings-us-asiapacific-idUSWNA599220110808

'+'

Kirim email ke