Yg penting usaha pak, makanya ratingnya cukup AA+. I do appreciate for what He did. Thanks Mr. +
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of taufik arie wijaya Sent: Tuesday, August 09, 2011 11:44 AM To: [email protected] Subject: Re: [saham] S&P's move now for Asia Pacific - Pernyataan S&P mengenai Dampak US Downgrade terhadap Asia Pasifik (Indonesia tidak terkecuali) Bagus banget terjemahannya....google translate emang hebat euy...... _____ From: Stanly Tandris <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tue, August 9, 2011 11:33:22 AM Subject: RE: [saham] S&P's move now for Asia Pacific - Pernyataan S&P mengenai Dampak US Downgrade terhadap Asia Pasifik (Indonesia tidak terkecuali) Tengkyu mR. + terjemahannya bagus. Kalau di rating AA+ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of positif01 Sent: Tuesday, August 09, 2011 10:21 AM To: undisclosed-recipients: Subject: [saham] S&P's move now for Asia Pacific - Pernyataan S&P mengenai Dampak US Downgrade terhadap Asia Pasifik (Indonesia tidak terkecuali) Terjemahan: (Berikut adalah rilis S&P) 08 Agustus 2011. Untuk saat ini, oulook yang tampaknya secara umum stabil untuk kawasan Asia Pasifik (kecuali Selandia Baru, Jepang, Vietnam, dan Kepulauan Cook) ditopang oleh permintaan domestik yang memadai, sektor rumah tanga/korporasi yang relatif sehat, likuiditas eksternal yang cukup banyak, dan tingkat tabungan masyarakat domestik yang tinggi. Namun demikian, perlu diketahui bahwa pijakan ('baseline') asumsi kami tersebut didasarkan pada tidak adanya pergeseran yang ekstrem pada sektor finansial dan sektor riil ekonomi negara maju. Oleh karena itu, dengan adanya keterhubungan pasar global maka guncangan yang drastis dan tidak diharapkan sebelumnya pada pasar finansial negara-negara maju akan dapat mengubah gambaran awal atas Asia Pasifik. Sangat mungkin guncangan tersebut akan membawa ekonomi AS dan Eropa memasuki kembali kontraksi yang dalam, atau kembali menunda pemulihan ekonomi. Dalam skenario ini, pengalaman krisis finansial global 2008-2009 menunjukkan bahwa ekonomi yang memiliki eksposur besar terhadap AS dan/atau Eropa akan merasakan dampak ekonomi yang serius. Pada saat yang bersamaan, bagian tertentu dari kawasan Asia Pasifik yang memiliki keterkaitan eksternal yang lebih minimal dengan AS/Eropa, tetap akan mengalami tekanan yang dalam akibat pengetatan likuiditas internasional. Beberapa negara tersebut sangat dimungkinkan akan membutuhkan bantuan eksternal tambahan untuk menghindari penyesuaian ekonomi yang drastis. Di antara negara-negara tersebut adalah yang memiliki sistem finansial yang begitu bergantung kepada sumber pendanaan asing ('off-shore markets') sangat mungkin akan menghadapi penurunan likuiditas dan peningkatan resiko finansial dalam waktu dekat. Termasuk negara-negara kategori ini yang akan terimbas adalah: Pakistan, Sri Lanka, Fiji, Australia, Selandia Baru, Korea, dan Indonesia. Dampak buruk terhadap Asia Pasifik berdasarkan skenario tersebut di atas akan mendorong pemerintahan negara-negara tersebut untuk mengeksploitasi neraca/anggaran negara untuk dapat kembali menjaga perekonomian dan sektor finansial. Dan, menurut hemat kami, mayoritas pemerintahan tersebut mau tidak mau harus melakukan hal tersebut. Kami akan menunggu dan mengamati. S&P Comments On The Impact Of U.S. Downgrade on Asia Pacific (The following was released by the rating agency) Aug. 8, 2011--For the moment, the generally stable outlooks for Asia Pacific sovereigns (with the exception of New Zealand, Japan, Vietnam, and the Cook Islands) is supported by sound domestic demand, relatively healthy corporate/household sectors, plentiful external liquidity, and high domestic savings rates. Our baseline assumption of no likely abrupt dislocations in developed economies' financial and real economies underpins this opinion. However, given the interconnectivity of the global markets, an unexpectedly sharp disruption in developed world financial markets could change the picture. It could lead the U.S. and European economies into deep contractions again, or further delay their recoveries. In this scenario, the experience of the global financial crisis of 2008-2009 shows that export-dependent economies with large exposures to the U.S. and/or Europe would feel the most pronounced economic impacts. At the same time, the Asia-Pacific sovereigns that have weaker external positions could come under pressure as international liquidity tightens. Some may require additional external assistance to prevent sharp economic adjustments. Those with financial systems reliant on off-shore markets may face reduced liquidity and a heightening of refinancing risk in the near term. To varying degrees, Pakistan, Sri Lanka, Fiji, Australia, New Zealand, Korea, and Indonesia may be affected. The adverse impact on Asia Pacific in that scenario would likely require governments to use their balance sheets to support their economies and financial sectors once again. And in our opinion, most governments would promptly oblige. We wait to see. http://www.reuters.com/article/2011/08/08/markets-ratings-us-asiapacific-idUSWNA599220110808 '+'
<<image001.jpg>>
<<image002.jpg>>
