Kesimpulannya kurang pas om Yg bener awal 2011 ada yg distribusi, cek deh :)) Postingan '+' cocok kalau diambil sebaliknya, oleh karenanya patut diduga ybs kaki tangan bandar... * tapi gak selalu sebaliknya sih
Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Rajawali Sakti <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 10 Aug 2011 12:58:31 To: <[email protected]>; <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Re: Mengapa IHSG menuju >4000 awal Tahun 2011 Pas lagi bersih2 email lama saya ketemu postingan 20 Des 2010. Saya kirim ulang sebagai selingan sambil nunggu sesi 2, Pada saat itu mr postman berusaha meyakinkan index akan >4000 awal tahun 2011. Kelihatan sekali betapa lihainya dia riset data untuk menopang ramalan dia, sangat resourceful! Terus terang salut juga, meskipun ramalan dia meleset karena 4000 baru tercapai bulan July 2011. Salam, RS ----- Forwarded Message ----- *From:* positif01 <[email protected]> *To:* *Sent:* Monday, December 20, 2010 3:30 PM *Subject:* [saham] Re: Mengapa IHSG menuju >4000 awal Tahun 2011 Mengapa? Pasar ekuitas Indonesia yang direpresentasikan oleh indikator 'market average' utama-nya IHSG dalam siklus 10-20-tahunan masih berada dalam 'bullish secular long term cycle' yang dimulai tahun 2000 dan akan bertahan hingga 2020. Dalam 'breakdown' cycle yang lebih kecil, 'primary trend', saat ini sudah bertahan dalam status 'bullish' sejak 30 Juli 2009 setelah keluar dari 'bearish primary trend'-nya yang dimulai sejak 11 April 2008. Dalam catatan grafik long term, 'bullish primary trend' saat ini belum memunculkan sinyal exit, meskipun periode 'bullish' mid-term ini sudah berlangsung hampir 2 tahun. Statistik pergerakan 'primary cycle', khususnya dalam konteks 'bullish' umum terjadi dalam rentang waktu 1-3 tahun dengan potensi sampai 4 tahun meskipun jarang.terjadi. Oleh karena itu, optimisme menyambut IHSG tahun 2011 masih beralasan, meskipun potensi awal 'bearish primary cycle' bisa muncul pada kuartal 3 atau 4. Jika trend akan berubah menjadi 'bearish primary cycle' jangan bayangkan kondisi 'cycle' di 2008. Keseluruhan aspek makro dan mikro ekonomi global, regional dan lokal harus diperhitungkan. Dan, meski menyandang 'bearish cycle' jangan juga membayangkan bahwa 'cycle' itu akan berakhir dengan turun. Dalam beberapa 'bearish primary cycle' misalnya IHSG, 'bearish cylce' masih bisa ditutup lebih tinggi dengan persentase yang tentu lebih terbatas. Dan terlepas dari kondisi 'market average' sejumlah saham dari sub-sub-sektor tertentu masih berpotensi 'outperform' indeks dengan meyakinkan. Untuk case IHSG di 2011, mengapa masih memiliki deru mesin untuk melampaui 4000, penjelasannya: 1. Ekonomi Indonesia sudah menunjukkan daya tahannya ('resilience') sepanjang krisis keuangan global 2008. Sejumlah analis masih memprediksi pertumbuhan ekonomi akan tetap ekspansi sekitar 6% tahun 2011. Meski di bawah Cina atau India, tetapi kisaran 6% berarti pertumbuhan di 2010 masih dapat dipertahankan; 2. Peningkatan foreign direct investment (FDI) sebagaimana dilansir oleh Bank Indonesia sebesar US$14,4 miliar di 2011 dari US$12,5 miliar di 2010 sejalan dengan peningkatan kinerja BKPM selaku fasilitator investasi asing menyulut sentimen positif di kalangan investor asing porfolio. Hal ini mendukung hasil survei investor institusi yang belum lama ini dilakukan oleh Deutsche Bank yang mendapati bahwa 46% dari investor institusi berencana untuk meningkatkan eksposur mereka di pasar ekuitas 'emerging market' sepanjang 2011, sementara untuk kelas aset obligasi hanya sebesar 26%, dan hanya segelintir yang berencana untuk mengurangi eksposur; 3. Peningkatan tajam lapisan konsumer generasi muda seiring dengan peningkatan pendapatan per kapita menjadi stimulus prospek peningkatan belanja kendaraan dan sarana telekomunikasi; 4. Kondisi utang yang hanya 27% dari GDP pada tahun 2010 dibandingkan dengan 80% ketika 2001 menjustifikasi layaknya peringkat utang Indonesia dinaikkan. Sebagaimana diketahui salah satu lembaga pemeringkat, Fitch, telah menaikkan peringkat Indonesia satu tingkat di bawah 'investment grade' dan menempatkan Indonesia dalam posisi sejajar dengan negara-negara BRIC. Kondisi peningkatan peringkat ini juga akan mendorong investor institusi ('big money') yang biasanya menghindari 'junk bonds' untuk berinvestasi. Kabar terakhir peningkatan peringkat menjadi 'investment grade' akan segera dilakukan pada minggu kedua Januari 2011; 5. Sementara kekhawatiran mengenai overvaluasi, dapat direduksi dengan didorongnya tingkat penjualan/pendapatan emiten. Deutsche Bank menyebutkan bahwa ekuitas 'emerging markets' diperdagangkan dengan rasio 16,5 versus 17,3 terhadap 'developed markets'. Sementara forward p/e 'emerging markets' hanya sedikit di atas 'long-term average, jadi belum 'over-extended'. Koreksi IHSG selama 3 minggu terakhir juga mengembalikan daya tarik valuasi saham yang berdasarkan data Reuters dari menurun dari p/e di atas 21 menjadi kisaran 19, selain itu koreksi meningkatkan 'leverage' dividend yield saham-saham Indonesia dari sebelumnya hanya di bawah 1,7 sekarang naik menjadi di atas 2. Bandingkan dengan rasio di AS dengan 'dividend yield' yang hanya 1,8. Namun demikian, perlu diingat arah dan kecenderungan pasar, khususnya sector switching dan sektor/subsektor yang memiliki prospek cemerlang di 2011, dan pola dalam pergerakan 'primary cycle' yang disertai dengan 2-3 short-term/intermediary correction di 2011. Sejauh mata memandang, kewaspadaan perlu ditingkatkan atas sektor komoditas dan perbankan, konsisten dengan posting-posting terdahulu, dan faktor-faktor global terkait komoditas yang sudah dikalkulasi oleh beberapa 'broker' global tetapi masih belum banyak diketahui oleh pelaku pasar lokal. Selebihnya, pilihan prioritas pada 'cyclical industries' sebagaimana diyakini Deutsche Bank dan JP Morgan untuk pasar Indonesia, menjadi catatan tersendiri. Plus prioritas kepada emiten kapitalisasi menengah yang masih memiliki prospek overperforming indeks di 2011. http://www.bloomberg.com/news/2010-12-14/asia-stocks-to-gain-as-much-as-30-in-2011-on-stimulus-deutsche-bank-says.html http://www.bloomberg.com/news/2010-11-19/indonesia-stocks-may-rise-20-by-end-2011-on-earnings-credit-suisse-says.html http://www.bloomberg.com/news/2010-12-08/indonesian-stock-index-may-rise-20-on-sovereign-rating-upgrade-bnp-says.html http://www.reuters.com/article/idUSTRE6BG02Z20101217 '+' 2010/12/20 positif01 <[email protected]> Nanti jawabnya 1:23 PM. Press con. ;) '+'
