Ini baru opini yg make sense...
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Fri, 12 Aug 2011 05:37:14 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Re: Anggito Abimanyu: Kebalkah Kita dari Krisis AS?

Menurut saya, secara logika kalau Indonesia itu exportnya hanya 10% dan semua 
natural resources diolah sendiri, dikonsumsi sendiri, istilahnya "closed 
economy" baru ini namanya kebal krisis.
Kalau dibilang fundamental kuat, tapi kalau mayoritas devisa dari export, 
cadangan devisa numpuk krn hot money, yah jgn membohongi diri kita kebal krisis.

Rgds.

Sent from BlackBerry® on 3

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Fri, 12 Aug 2011 05:30:14 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Re: Anggito Abimanyu: Kebalkah Kita dari Krisis AS?

Tp yg aneh, smp detik ini banyak analis dan pakar ekonomi mengatakan krisis 
eropa dan amerika ini tdk akan berdampak signifikan bagi perekonomian RI krn 
fundamental kita sgt kuat. 


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Santoso" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 12 Aug 2011 05:21:52 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Re: Anggito Abimanyu: Kebalkah Kita dari Krisis AS?

Jelas tidak, ekonomi global dan Indonesia sangat berkolerasi. Kalau ekonomi 
global melemah maka akan mempengaruhi industri di Indonesia karena ekspor 
Indonesia akan berkurang akibat turunnya konsumsi masyrakat global terhadap 
produk Indonesia. Demikian pula krisis Amerika juga akan berdampak pada 
Indonesia karena mata uang internasional sampai saat ini masih menggunakan 
dolar Amerika.

--- In [email protected], positif 01 <positif01@...> wrote:
>
> Kompas, Kamis, 11 Agustus 2011
> 
> Sekuat-kuatnya fundamen ekonomi Indonesia masih belum kebal terhadap krisis 
> global, apalagi instrumen pencegahan krisis di Indonesia masih sangat 
> terbatas. Indonesia telah lalai menciptakan instrumen dan protokol 
> pencegahan krisis seperti UU JPSK, instrumen pembiayaan jangka panjang, IPO 
> BUMN, investasi infrastruktur, dan mekanisme buyback saham. Kali ini, 
> kepemimpinan bidang ekonomi mendapat ujian yang lebih serius: pencegahan 
> krisis di dalam negeri dan melalui forum global.
> 
> ANGGITO ABIMANYU
> 
> Lengkap: 
> http://cetak.kompas.com/read/2011/08/11/01593097/kebalkah.kita.dari.krisis.as
> 
> '+'
>



Kirim email ke