Saat emas menyentuh harga USD 1300-an/ounce di awal tahun, saya merasa bahwa
emas telah membentuk bubble.
Pada sekitar tahun 2008 saya membeli emas di harga sekitar USD 825, dengan
pertimbangan value investing.
Saya mendapat informasi bahwa harga produksi emas adalah $ 850 / ounce pada
waktu itu, sehingga saya memiliki margin of safety :)
Setelah emas naik hingga 975 di tahun 2009, saya jual, karena beranggapan
bahwa sudah naik cukup tinggi di atas nilai fundamentalnya.
Ternyata saya salah :D

Kenaikan harga emas yang melejit tahun ini membuat saya kembali mencoba
melakukan valuasi emas versi saya.

Saya mencoba mencari kembali mengenai ongkos produksi emas tahun ini, dan
menemukan link ini:

http://www.cnbc.com/id/41058173/Gold_Cost_of_Production

dikatakan bahwa ongkos produksi emas adalah USD 102-1000 / ounce. Anggap
saja USD 1000.

Dari link di atas, secara fundamental memang emas sudah cukup mahal saat
ini, dengan 80% premium dari biaya produksi.

Bila naik lagi jangan-jangan metode mengambil emas dari motherboard bekas
menjadi menguntungkan? :D

http://www.tomshardware.com/picturestory/550-gold-motherboard-chemistry.html

Namun kembali ke pengalaman saya di atas, apakah valuasi fundamental
merupakan cara yang tepat?

Bagaimana dengan relative valuation? Kalau saham ada PER, bagaimana dengan
emas?

Well, bisa dilihat dari link ini (harga dalam AUD)

http://www.globalspeculator.com.au/Price-of-Gold-1983-2006.html

Saya sebelumnya lebih percaya ke valuasi secara fundamental, karena dollar
sudah tidak di-peg ke emas. Tetapi dengan kondisi sekarang sepertinya
relative valuation ini mulai menjadi nyata.

So, kesimpulannya, dilihat dari biaya produksi, emas sudah kemahalan dan
mulai menjadi irrational exuberance.
Dari relative valuation, emas merupakan value investing.

Keputusannya kembali ke Anda :)


Salam,
BK. Wibowo

Kirim email ke