Memang benar mother board dan cpu dari komputer IBM mainframe connection pins nya terbuat dari lapisan emas supaya koneksi bagus dan tidak heran harga spare part jadi sangat mahal. http://www.facebook.com/hakie1
----- Original Message ----- From: BK Wibowo To: [email protected] Sent: Thursday, August 25, 2011 2:47 PM Subject: [saham] Emas: Value Investing atau Irrational Exuberance? Saat emas menyentuh harga USD 1300-an/ounce di awal tahun, saya merasa bahwa emas telah membentuk bubble. Pada sekitar tahun 2008 saya membeli emas di harga sekitar USD 825, dengan pertimbangan value investing. Saya mendapat informasi bahwa harga produksi emas adalah $ 850 / ounce pada waktu itu, sehingga saya memiliki margin of safety :) Setelah emas naik hingga 975 di tahun 2009, saya jual, karena beranggapan bahwa sudah naik cukup tinggi di atas nilai fundamentalnya. Ternyata saya salah :D Kenaikan harga emas yang melejit tahun ini membuat saya kembali mencoba melakukan valuasi emas versi saya. Saya mencoba mencari kembali mengenai ongkos produksi emas tahun ini, dan menemukan link ini: http://www.cnbc.com/id/41058173/Gold_Cost_of_Production dikatakan bahwa ongkos produksi emas adalah USD 102-1000 / ounce. Anggap saja USD 1000. Dari link di atas, secara fundamental memang emas sudah cukup mahal saat ini, dengan 80% premium dari biaya produksi. Bila naik lagi jangan-jangan metode mengambil emas dari motherboard bekas menjadi menguntungkan? :D http://www.tomshardware.com/picturestory/550-gold-motherboard-chemistry.html Namun kembali ke pengalaman saya di atas, apakah valuasi fundamental merupakan cara yang tepat? Bagaimana dengan relative valuation? Kalau saham ada PER, bagaimana dengan emas? Well, bisa dilihat dari link ini (harga dalam AUD) http://www.globalspeculator.com.au/Price-of-Gold-1983-2006.html Saya sebelumnya lebih percaya ke valuasi secara fundamental, karena dollar sudah tidak di-peg ke emas. Tetapi dengan kondisi sekarang sepertinya relative valuation ini mulai menjadi nyata. So, kesimpulannya, dilihat dari biaya produksi, emas sudah kemahalan dan mulai menjadi irrational exuberance. Dari relative valuation, emas merupakan value investing. Keputusannya kembali ke Anda :) Salam, BK. Wibowo
