Andre Hirata anak Belitong yg sekolah di SD muhammadiyah yang hampir roboh juga kuliah di Universitas Sorbonne lho...
2011/8/28 Edy Susilo <[email protected]> > ** > > > ** Betul. Di Thailand aja pendidikan itu gratis sampai di SMA. Juga di > negara miskin kaya Srilanka pun sekolah gratis! > > Saya pernah baca di koran/majalah (lupa) yg ditulis wanita bule yg kagum > dengan Singapura. Dia naik taxi. Supir taxinya bilang kalo anaknya lagi > kuliah di Oxford. Wow! > > Seperti kata Erwin kayanya ga bakal terjadi deh di Indonesia > > > -- > Sent from my B787 DreamLiner Wireless Handheld. > Power by Rolls Royce engine > ------------------------------ > *From: * [email protected] > *Sender: * [email protected] > *Date: *Sun, 28 Aug 2011 02:26:03 +0000 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [saham] HS Dillon: Jangan Percaya Bank Dunia dan IMF Lagi > > > > ** > Jadi inget komentar salah satu pakar ekonomi kerakyatan dari UGM yaitu: > Prof. Mubyarto bahwa kemisikinan di Indonesia itu kemiskinan struktural. > Artinya kalo Bapak nya miskin, anak nya udah bisa dipastikan miskin juga. > Paling banter setingkat lebih baik aja dibanding Bapak nya. Contoh: > > 1. Kalo Bapak tukang becak, bisa jadi anaknya jadi tukang becak. > 2. Atau kalo Bapak tukang becak, anaknya bisa jadi tukang ojeg. Atau naik > satu step dari Bapak nya. > > Semua ini karena: > 1. Pemerintah tidak menyediakan sarana paling basic dari kebutuhan > masyarakat spt: pangan yg bergizi, sarana kesehatan yang baik dan > terjangkau, sarana pendidikan yang bermutu dan merata. > > Kalo seandainya semua anak Indonesia mendapat jaminan terpenuhi nya gizi, > mendapatkan pendidikan yang berkualitas, bisa menjangkau sarana kesehatan > yang baik... Maka seorang anak tukang becak bisa dipastikan punya bekal dan > kemampuan yang cukup untuk meningkatkan taraf derajat hidup nya dan tidak > seperti Bapak nya jadi tukang becak lagi. > > Sent from my BlackBerry Wireless Handheld > Powered by Gee! from StarHub > ------------------------------ > *From: * "DeaRe" <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Sun, 28 Aug 2011 06:40:05 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *RE: [saham] HS Dillon: Jangan Percaya Bank Dunia dan IMF Lagi > > > > Pernah dengar bahwa 5-10% penduduk menguasai 90% uang dunia?**** > > Konon, sekalipun uang di dunia ini di bagi rata ke seluruh penduduk dunia > ini, maka paling lambat 10 thn yad akan kembali ke formasi sebelumnya.**** > > Yg miskin kembali miskin yg kaya kembali kaya.**** > > ** ** > > Pandangan bu Katrin dg pak Oguds saya pikir sama2 benar. Pak Oguds melihat > base on data yg 90% org tsb.**** > > Bu Katrin melihat berdasarkan ibarat jumlah seluruh uang di bagi rata dg > jumlah penduduk, makanya ketemu GDP USD 3,000.**** > > ** ** > > Jika sama2 melihat gelas yg isi airnya ada ½, maka pak Oguds bilang gelas > itu ½ kosong, sedang bu Katrin bilang ½ penuh.**** > > ** ** > > ** ** > > Salam,**** > > Dennij R.**** > > ** ** > > ** ** > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On Behalf Of > *Oguds > *Sent:* 27 Agustus 2011 12:22 > *To:* caknoval > *Subject:* Re: [saham] HS Dillon: Jangan Percaya Bank Dunia dan IMF Lagi** > ** > > ** ** > > **** > > > Benar, kita inginnya pemerataan kesejahteraan secara menyeluruh. > Makanya tak heran, meski katanya GDP per capita sekitar $3000 USD, > atau Rp 25jt / th, atau 2jt / bl, tapi siapa yg menikmati itu? UMP > Jakarta saja Rp 1,29jt / bl. Ini belum dibagi anak istri, anggaplah 4 > orang/keluarga, jadinya hanya Rp 300rb-an. Hah, $3000 dari Hongkong. > > Ini adalah oleh2 dari Safari Ramadhan, "SBY Miris Lingkungan Kumuh > Jadi Tontonan Tamu Negara". > > http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/08/26/brk,20110826-353786,id.html > > Lha, emang kemane aje coy? Coba doi nongkrong sebentar saja pas jam > pulang kantor di St. Gambir, kagak lihat itu penumpang naik KRL AC > alias angin cepoi-cepoi di atas atap? Setiap hari begitu. Mungkin > lebay juga itu salah presiden, tapi kalau Menteri, Dirjen, Dirut, dst, > diam2 saja, ya tetap presidennya yg mengangkat mereka semua yg salah. > > Kita juga jangan memusuhi media, yg sepertinya terdepan melebaykan. > Tidak ada asap kalau tidak ada api. Gampangnya UMP di atas, fakta yg > jelas, lha bagaimana membuatnya menjadi bagus? Padahal, yg terlihat > media itu seringkali hanya puncak gunung es, artinya sangat banyak yg > tidak tersentuh. Seperti kata HS Dillon, ada masalah struktural. > > Friday, August 26, 2011, 11:05:12 AM, you wrote: > > c> Atasi Kemiskinan > c> Jangan Percaya Bank Dunia dan IMF Lagi > c> Khaerudin | Agus Mulyadi | Rabu, 24 Agustus 2011 | 02:11 WIB > c> Dibaca: 14024Komentar: 53 > > c> JAKARTA, KOMPAS.com — Jika Indonesia ingin mengatasi secara > c> drastis angka kemiskinan, maka jangan lagi percaya pendekatan yang > c> ditawarkan Bank Dunia atau Word Bank dan Dana Moneter Internasional > c> atau International Monetary Fund (IMF). > > c> Pendekatan kedua badan dunia tersebut tak efektif dan tetap > c> membuat orang miskin berada pada kasta terbawah, sementara mereka > c> yang berkuasa, meskipun dengan cara mencuri dari orang miskin, akan > tetap berada di atas. > > c> Kritik keras tersebut disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden > c> Republik Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan, HS Dillon, > c> dalam kampanye gerakan "Cukup Sudah Pembiaran Kemiskinan" yang > c> dimulai di Jakarta, Selasa (23/8/2011). > > c> Dillon mengatakan, efektivitas dari pendekatan yang selama ini > c> dipakai sudah berkurang. "Jadi, yang jelas, cara yang lama tidak bisa > terus dipakai," katanya. > > c> Menurut Dillon, yang saat ini dihadapi adalah kondisi kemiskinan > c> ekstrem sehingga pendekatannya harus berbeda. Kemiskinan menurut > c> dia adalah masalah struktural sehingga pendekatannya pun harus > struktural juga. > > c> "Kemiskinannya struktural, tetapi dipakai penghamparan orang-orang > c> yang sudah mapan di Bank Dunia dan IMF. Mereka mau orang miskin > c> boleh naik, tetapi mereka yang sudah berkuasa jangan terganggu. > c> Harus dilakukan paradigma people driven development, artinya > c> pembangunan itu harus mulai dari mereka yang paling lemah, bukan > c> mereka yang sudah kuat," kata Dillon. > > c> Kondisi kemiskinan ekstrem ini bisa terlihat antara lain dari > c> ketimpangan antara mereka yang kaya dan yang miskin pada hari ini di > Indonesia. > > c> "Coba bayangkan ada satu kelompok yang bisa menguasai satu juta > c> hektar lahan, sementara petani kita di Jawa ini satu bahu saja > c> enggak punya. Itu masalahnya. Kalau selama ini yang dipakai > c> penghamparan IMF terus, yang dikerjakan hanyalah mencoba mengangkat > c> yang di bawah tanpa mengubah struktur. Tetap saja dia di bawah, > c> tetap jadi babu dia," kata Dillon. > > c> ------------------------------------ > > c> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > c> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN > c> ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK > c> MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI > c> TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > c> [email protected] untuk berhenti dari milis saham > c> [email protected] untuk bergabung ke milis saham > c> Yahoo! Groups Links > > -- > Tertanda, > Oguds [960000031]**** > > **** > > >
