Muhammad Yusuf. Indonesia untuk SD dan SMP sudah gratis. Dengan anggaran pendidikan yg semakin besar, harusnya SMA juga sudah bisa gratis. PTN dulu pun murah, hanya gara2 BHMN itu menjadi mahal. Tapi sekarang toh balik lagi statusnya jadi PTN. Tinggal sanksinya, jangan ragu2 bila ada pelangaran, langsung dipecat. Wali murid juga harus kritis soal ini.
Pergerakan vertikal (lewat pendidikan) itu sudah lama berlangsung, jangan dibilang tidak terjadi. Kalangan menengah terdidik di Indonesia semakin banyak. Termasuk saya, mungkin anda, dan banyak di milis ini. Memangnya dulu Soeharto ortunya apa? SBY juga apa? Orang2 besar di atas sana banyak yg berasal dari bawah, hanya setelah di atas lupa daratan. Jadi selain kemiskinan yg struktural, kekorupsian juga sama. Soal negara2 lain, misalnya Singapura, jangan lupa mereka mungkin baik terhadap rakyatnya, tapi rampok terhadap negara lain. Sumber daya alam kita misalnya, diangkut ke Singapura sana, lalu dibawa pulang lagi ke sini dengan harga mahal. Dulu AS menginvasi Irak karena minyak. Sekarang, Perancis, Inggris, Italia, dkk, bancaan di Libya. Kita harus jeli melihat situasi dari tampak depan dan tampak belakang. Soal Muhammad Yunus dan Grameen banknya, ini cerita lama, dan sebagian sudah ditiru di sini. Tapi konyolnya, seperti KUR, itu bunganya berapa? 16% setahun lho. Lha saya saja bisa dapat kredit konsumsi 0.9%/bl. Coba kita lihat di koran2, kredit mobil itu cuma berapa %/th. Hanya gara2 tidak pakai jaminan, bank ogah memberikan pinjaman. Seperti sindiran di milis ini, memangnya yayasan sosial apa? Menyalakan lilin itu dimulai dari menyalakan hati dan pikiran. Kalau tangan bergerak sendiri tanpa pikiran yg menyuruh, jangan2 ayan tuh (hehe). Jadi, itulah yg bisa kita lakukan di milis ini, berdiskusi. Saya yakin, banyak di milis ini termasuk saya, dengan caranya masing2 sudah menggerakkan masyarakat sekitar kok. Yg sederhana saja, misalnya menyantuni PRT dan anak2nya. Berhubungan dengan dunia riil itu susah2 gampang. Reality bites. Niat baik tidak selalu disambut baik. Kalau di saham hanya digebuki BD, di dunia nyata bisa digebuki beneran. :-) Sunday, August 28, 2011, 4:27:42 PM, you wrote: ES> Betul. Di Thailand aja pendidikan itu gratis sampai di SMA. Juga ES> di negara miskin kaya Srilanka pun sekolah gratis! ES> Saya pernah baca di koran/majalah (lupa) yg ditulis wanita bule ES> yg kagum dengan Singapura. Dia naik taxi. Supir taxinya bilang ES> kalo anaknya lagi kuliah di Oxford. Wow! ES> Seperti kata Erwin kayanya ga bakal terjadi deh di Indonesia ES> -- ES> Sent from my B787 DreamLiner Wireless Handheld. ES> Power by Rolls Royce engine ES> From: [email protected] ES> Sender: [email protected] ES> Date: Sun, 28 Aug 2011 02:26:03 +0000 ES> To: <[email protected]> ES> ReplyTo: [email protected] ES> Subject: Re: [saham] HS Dillon: Jangan Percaya Bank Dunia dan IMF Lagi ES> ES> Jadi inget komentar salah satu pakar ekonomi kerakyatan dari UGM ES> yaitu: Prof. Mubyarto bahwa kemisikinan di Indonesia itu ES> kemiskinan struktural. Artinya kalo Bapak nya miskin, anak nya ES> udah bisa dipastikan miskin juga. Paling banter setingkat lebih ES> baik aja dibanding Bapak nya. Contoh: ES> 1. Kalo Bapak tukang becak, bisa jadi anaknya jadi tukang becak. ES> 2. Atau kalo Bapak tukang becak, anaknya bisa jadi tukang ojeg. ES> Atau naik satu step dari Bapak nya. ES> Semua ini karena: ES> 1. Pemerintah tidak menyediakan sarana paling basic dari ES> kebutuhan masyarakat spt: pangan yg bergizi, sarana kesehatan yang ES> baik dan terjangkau, sarana pendidikan yang bermutu dan merata. ES> Kalo seandainya semua anak Indonesia mendapat jaminan terpenuhi ES> nya gizi, mendapatkan pendidikan yang berkualitas, bisa menjangkau ES> sarana kesehatan yang baik... Maka seorang anak tukang becak bisa ES> dipastikan punya bekal dan kemampuan yang cukup untuk meningkatkan ES> taraf derajat hidup nya dan tidak seperti Bapak nya jadi tukang becak lagi. ES> Sent from my BlackBerry Wireless Handheld ES> Powered by Gee! from StarHub ES> From: "DeaRe" <[email protected]> ES> Sender: [email protected] ES> Date: Sun, 28 Aug 2011 06:40:05 +0700 ES> To: <[email protected]> ES> ReplyTo: [email protected] ES> Subject: RE: [saham] HS Dillon: Jangan Percaya Bank Dunia dan IMF Lagi ES> ES> Pernah dengar bahwa 5-10% penduduk menguasai 90% uang dunia? ES> Konon, sekalipun uang di dunia ini di bagi rata ke seluruh ES> penduduk dunia ini, maka paling lambat 10 thn yad akan kembali ke formasi sebelumnya. ES> Yg miskin kembali miskin yg kaya kembali kaya. ES> ES> Pandangan bu Katrin dg pak Oguds saya pikir sama2 benar. Pak ES> Oguds melihat base on data yg 90% org tsb. ES> Bu Katrin melihat berdasarkan ibarat jumlah seluruh uang di bagi ES> rata dg jumlah penduduk, makanya ketemu GDP USD 3,000. ES> ES> Jika sama2 melihat gelas yg isi airnya ada ½, maka pak Oguds ES> bilang gelas itu ½ kosong, sedang bu Katrin bilang ½ penuh. ES> ES> ES> Salam, ES> Dennij R. ES> ES> -- Tertanda, Oguds [960000031] ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
