Indeks-indeks saham utama AS melanjutkan reli hari ke-3 dengan catatan negatif pagi ini setelah ditutup jauh di bawah level tertinggi intraday. Semua indeks AS mengalami tekanan jual pada beberapa jam sebelum penutupan perdagangan. Indeks Nasdaq yang sempat naik hingga +3% ditutup hanya +1,2% sekaligus masih berada di bawah MA 50. Demikian pula indeks Dow Jones Industrial yang ditutup dengan +150 poin tetapi perolehan tersebut hanya setengah dari level poin tertinggi intraday (lihat Chart 1).
Reli saham global kemarin yang dipicu oleh optimisme dan harapan seputar upaya koordinasi Eropa untuk menanggulangi krisis 'sovereign debt' di wilayah periferal-nya, mendapatkan klarifikasi negatif atas berita positif yang sempat beredar luas sebelumnya. Pejabat EIB (European Investment Bank) telah mengklarifikasi bahwa mereka belum pernah dihubungi dan diminta oleh ECB dan EIB juga belum memiliki rencana untuk terlibat dalam pembentukan SPV (special purpose vehicle) yang berhubungan dengan EFSF (European Financial Stability Fund). Rontoknya sentimen dan harapan ini bertambah ketika jelang penutupan perdagangan kemarin Financial Times memberitakan bahwa telah terjadi perpecahan di antara anggota Uni Eropa di mana Blok 17 yang dimotori oleh garis kera Jerman dan Belanda menuntut sektor swasta untuk meningkatkan porsi 'hair cut' mereka terhadap paket 'bail-out' 109 miliar Euro kedua untuk Yunani. Pemberitaan perpecahan ini hanya satu (1) hari kurang dari pemungutan suara yang akan dilakukan oleh Parlemen Jerman besok terhadap ekspansi EFSF. Partai politik Kanselir Angela Merkel, Christian Democratic Union, sendiri telah enam (6) kali kalah dari tujuh (7) pemilu lokal tahun ini, dan sejumlah pejabat dalam lingkaran dalam Kabinet Merkel sendiri sudah mulai menyuarakan resistensi terhadap keterlibatan dan eksposur anggaran Jerman lebih jauh dalam penyelamatan negara-negara Uni Eropa bermasalah. Indeks sektoral finansial AS merupakan sektor yang mengalami serangan jual terparah kemarin. Sektor finansial yang sebelumnya naik +3%, jatuh dan sempat masuk teritori negatif sebelum akhirnya ditutup hanya dengan kenaikan tipis +0,4% (lihat Chart 2). ETF berbasiskan saham-saham 'large-cap' Indonesia, EIDO dan IDX ditutup menguat +5-6% namun volume perdagangan menunjukkan rendahnya 'conviction' atau keyakinan di balik penguatan indeks. Kondisi yang sejalan dengan sentimen investor asing terhadap IHSG pada Selasa kemarin. Meski ditutup menguat hingga +4,75%, investor asing tercatat hanya membukukan Rp25 miliar pada pasar reguler dengan persentase nilai transaksi hanya 28.34% di bawah rata-rata. Hal ini berbanding terbalik dengan penurunan-penurunan sebelumnya di mana asing bisa membukukan 'net sell' hingga Rp1,6 triliun hanya dalam satu (1) hari perdagangan. Outlook pasar saham AS dan Indonesia telah kembali pada posisi 'market in correction' sejak beberapa hari lalu, dan IHSG sendiri telah mendahului indeks-indeks utama AS memasuki kategori 'bear market' pada Senin lalu dengan penurunan -20,964% dari level tertinggi 02 Agustus. Perkembangan indeks global yang ditandai dengan peningkatan selling pressure dan berita negatif dari Eropa malam tadi, menandai fase 'global sell-off' yang kembali datang di tengah antisipasi pelaku pasar terhadap beberapa keputusan penting dari Eropa pada sisa minggu ini. *Chart 1*: Dow Jones Industrial intraday (27 Sept.) - penurunan tajam jelang penutupan [image: DJIA (27sept2011).gif] *Chart 2*: S&P 500 Financial intraday (27 Sept.) - penurunan tajam jelang pentutupan [image: S&P 500 Financial (27sept2011).gif] Catatan ke depan setelah 'bottoming bear market': * * *Indonesia* Sebagaimana semua bursa saham global lainnya, prospek pasar saham Indonesia akan tetap positif pada 2012. Namun volatilitas pasar saat ini tidak mengecualikan Indonesia dari semua dampak global. "Entry into market' dengan 'long position' yang cermat menjadi kunci penting saat ini untuk menghindari investor dari kecelakaan 'short selling'. Bear masih mendominasi bull, namun sejumlah 'opportunity' sudah mencuat untuk dipantau. Jika AS punya investor sekelas Warren Buffet yang selalu menjadi pemukul gong 'reversal' di setiap 'bottoming' 'bear market' maka sebagaimana antisipasi 'reversal' pada 2009 lalu, "pihak eksternal" yang sama yang selalu mampu mengantisipasi pergerakan 'major bull' di pasar saham Indonesia juga sudah menyiapkan langkah-langkah strategis. "Pihak eksternal" yang terafiliasi dengan sekumpulan investor global masif ini dengan tepat telah merencanakan hal yang sama seperti yang dilakukan pada awal tahun 2009. Namun, jangan sampai keliru dengan berkesimpulan bahwa strategi dan metode yang diterapkan akan sama kali ini. "This time" as they told us, it would be a different story. Mereka tetap buying long side, but they do not buy what most people are thinking to buy when market reverses. Siapa mereka dan apa yang mereka akan lakukan, akan kami rilis pada suatu waktu kuartal 1 tahun 2012 melalui blog tersendiri when timing is very close to the action. When they will be completing the mission, everyone must know because it will move the whole local market. '+'
<<S&P 500 Financial (27sept2011).gif>>
<<DJIA (27sept2011).gif>>
