Politik dagang. Dengan membatasi (menghentikan sementara?) ekspor timah ke luar 
maka akan berpengaruh pada supply timah di dunia. Indonesia kabarnya pemasok 
sepertiga supply timah di dunia. Edan ya.

Dengan demand yg tinggi atas timah, maka teori pasar pun bekerja: harga timah 
dunia diharapkan merangkak naik.

Resiko di TINS mungkin kehilangan sementara penghasilannya. Tapi, jika TINS dan 
perusahaan lainnya  mampu mengontrol ekspor timahnya, peluang mendapatkan harga 
tinggi di pasaran dunia dapat diperoleh, dan mungkin juga menutup kehilangan 
pendapatannya saat berjuang mendapatkan harga tinggi.  

Menurut kacamata saya yang awam, ini bukan "export ban", tapi politik dagang. 
Ini mirip dengan gaya kartel minyak OPEC: kurangi pasokan oil, maka harga pun 
akan naik.

Jika politik dagang ini memang berhasil atau dinilai akan berhasil, MUNGKIN 
TINS menjadi salah satu incaran para trader atau investor ke depan nanti. Jika 
saya punya dana banyak, saya akan borong nih saham...tapi, saya ini cuman wong 
cilik; bukan bandar.

Saya tak memiliki ilmu analisis chart. Saya tak tahu target harga TINS ini 
nanti akan mencapai berapa. Mungkin para members di mailist bisa share 
kira-kira TINS bisa capai berapa ya....(lepas dari persoalan krisis Eropa. 
Timah akan selalu dibutuhkan; seperti minyak).






Thanks,
Bagya
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Canda" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 2 Nov 2011 14:10:56 
To: [email protected]<[email protected]>; 
<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] KIM ENG: TINS Target Rp2,700

Timah (TINS.IJ, BUY) - Waiting on LME price rebound

Timah 9M11 net profit was Rp860b, increasing from 81% y/y from last year. 
However, the current tin export ban means that Timah would not book further 
revenue from tin exports for the remainder of the year under the worst case 
scenario, and will be operating at a loss in the fourth quarter. We maintain 
our forecast and BUY recommendation with Rp2,700 TP for Timah until further 
development on the export ban.


(•̃͡-̮•̃͡)

Kirim email ke