Perlu diperjelas juga ke pemerintah, ini penghentian sementara pasokan timah ke 
dunia tuh sampai kapan ya? Katanya nunggu harga timah sampai ke 23 ribu. Bener 
gak? Untuk mematok kapan kita musti "keluar" alias sell.

Kalo pemerintah terapkan politik dagang seperti ini, memang enak juga sih buat 
investor/trader....hehehe....we have the resource (and produce it), and we 
maintain the price....coba dari dulu; kenapa baru sekarang ya (baru bangun dari 
mimpi kali ya)...






Thanks,
Bagya
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: TerryAstradika <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 3 Nov 2011 10:51:38 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] KIM ENG: TINS Target Rp2,700

mumpung lagi minus, yang mo pasang ember TINS di support, silahkan.. :)
market lagi ga jelas gini.. ga usah banyak2, icip2 aja..

--- On Thu, 11/3/11, TerryAstradika <[email protected]> wrote:

From: TerryAstradika <[email protected]>
Subject: Re: [saham] KIM ENG: TINS Target Rp2,700
To: [email protected]
Date: Thursday, November 3, 2011, 9:00 AM
















 



  


    
      
      
      ini pak analisis dari chart:
TINS test level resistance di 2000, target 2075 (GAP) jika BREAKOUT di level 
tsb. 1820 sebagai level support (BUY if PULLBACK), Long TP 2400 (GAP)
maaf ga detil, hanya utk keperluan sendiri soalnya :)
kemungkinan utk ke 2400, apabila bisa break di 2000 dan konsolidasi di 
2100-2200 tentunya TP 2400 bisa tercapai, cuma untuk ke 2700 (harga peak di 
bulan Juli'11 saat sebelum meluncur turun) bisa aja sih, kapannya mungkin saat 
IHSG di atas 4000-an kali ya... :) cmiiw

--- On Wed, 11/2/11, Bagya <[email protected]> wrote:

From: Bagya <[email protected]>
Subject: Re: [saham] KIM ENG: TINS Target Rp2,700
To:
 [email protected]
Date: Wednesday, November 2, 2011, 9:59 PM
















 



    
      
      
      












Politik dagang. Dengan membatasi (menghentikan sementara?) ekspor timah ke luar 
maka akan berpengaruh pada supply timah di dunia. Indonesia kabarnya pemasok 
sepertiga supply timah di dunia. Edan ya.

Dengan demand yg tinggi atas timah, maka teori pasar pun bekerja: harga timah 
dunia diharapkan merangkak naik.

Resiko di TINS mungkin kehilangan sementara penghasilannya. Tapi, jika TINS dan 
perusahaan lainnya  mampu mengontrol ekspor timahnya, peluang mendapatkan harga 
tinggi di pasaran dunia dapat diperoleh, dan mungkin juga menutup kehilangan 
pendapatannya saat berjuang mendapatkan harga tinggi.  

Menurut kacamata saya yang awam, ini bukan "export ban", tapi politik dagang. 
Ini mirip dengan gaya kartel minyak OPEC: kurangi pasokan oil, maka harga pun 
akan naik.

Jika politik dagang ini memang berhasil atau dinilai akan berhasil, MUNGKIN 
TINS menjadi salah satu incaran para trader atau investor ke depan nanti. Jika 
saya punya dana
 banyak, saya akan borong nih saham...tapi, saya ini cuman wong cilik; bukan 
bandar.

Saya tak memiliki ilmu analisis chart. Saya tak tahu target harga TINS ini 
nanti akan mencapai berapa. Mungkin para members di mailist bisa share 
kira-kira TINS bisa capai berapa ya....(lepas dari persoalan krisis Eropa. 
Timah akan selalu dibutuhkan; seperti minyak).





Thanks,
Bagya
Powered by Telkomsel BlackBerry®From:  "Canda" <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Wed, 2 Nov 2011 14:10:56 +0000To: 
[email protected]<[email protected]>; 
<[email protected]>ReplyTo:  [email protected]
Subject: [saham] KIM ENG: TINS Target Rp2,700

 



    
      
      
      Timah (TINS.IJ, BUY) - Waiting on LME price rebound





Timah 9M11 net profit was Rp860b, increasing from 81% y/y from last year. 
However, the current tin export ban means that Timah would not book further 
revenue from tin exports for the remainder of the year under the worst case 
scenario, and will be operating at a loss in the fourth quarter. We maintain 
our forecast and BUY recommendation with Rp2,700 TP for Timah until further 
development on the export ban.








(•̃͡-̮•̃͡)

    
     

    










    
     











    
     

    
    






  









Kirim email ke