Kalau hidup anda hanya mengandalkan penghasilan dari investasi, maka
sisihkanlah sekitar 36x biaya hidup bulanan anda dalam bentuk cash atau
setara dengan cash. Dengan begitu, anda akan cenderung aman dalam 3 tahun
ke depan. Dan diharapkan dalam 3 tahun ke depan nilai investasi anda sudah
berkembang lumayan.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/11/10 Teguh Diyanto <[email protected]>

>
>
> Aku setuju sama ini :
>
> *trus biaya hidup sehari2 darimana???*
>
> Teman2 investor mungkin bisa share ? Kalau trading mungkin kita masih
> dapat uang regular untuk sehari2..Kalo invest dapat uangnya gimana ? Kalo
> nunggu deviden ga bakal cukup..
>
> --- On *Wed, 11/9/11, Hendrik Limbono <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: Hendrik Limbono <[email protected]>
>
> Subject: Re: [saham] Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong
> To: "[email protected]" <[email protected]>
> Date: Wednesday, November 9, 2011, 8:43 PM
>
>
>
>   Asumsikan aja, tiap 2 tahun uang anda bisa berlipat 2x Lipat atau naik
> 40% per tahun, catatan saja, Warren Buffet dan George Soros, imbal hasil
> tahunan mereka HANYA 20-30% per tahun. Ok, anggaplah anda SANGAT JENIUS
> sehingga bisa melipatgandakan uang anda 100% per tahun.
> Dengan matematika sederhana, maka uang anda akan menjadi :
> 4x lipat di tahun ke – 5
> 16x lipat di tahun ke 9
> 128x lipat di tahun ke 15
> Masalahnya, berapa dana yang anda miliki??
> kalau anda punya 1 Miliar maka di tahun ke 11 dengan asumsi per 2 tahun
> naik 2x lipat, uang anda akan menjadi 128 Miliar dalam 15 tahun.
> Lha, kalau dana anda hanya 10 Juta??? maka di tahun ke 15, yang anda Hanya
> 1,28 miliar.
> Menurut saya, kalau dananya kecil mending di buat usaha, jualan atau
> apalah gitu, di saham Gain 100% per tahun itu sudah luar biasa.. anggaplah
> anda bisa gain 100% per tahun dengan modal 10 juta> berarti keuntungan
> kotor anda adalah 10 Juta juga setelah dipotong pajak dan biaya broker.
> Nah coba hitung waktu anda yang kebuang buat liat saham , atau biaya
> telepon anda buat nelpon broker kalau pakai telpon atau biaya internet.
> Kalau dana anda kecil dan ngotot main saham, mending beli reksadana.itu
> jauh lebih murah dari segi biaya.
> Sementara kalau ber-wirausaha , bepotensi mendapatkan gain lbeih besar
> dalam prosentase jika dananya kecil, di saham prosentase sama aja, dana
>  gede ataupun kecil. ntar kalau dananya udah gede baru masukin ke saham.
> kalau dilihat dari sisi dividen, 10 juta paling gede juga setahun dapat 1
> juta dividennya, mentok2 bisa 2  juta, itupun SANGAT  SANGAT JARANG
> SEKALI..
> trus biaya hidup sehari2 darimana???
> =======================================
>
> bei5000.com
>  ------------------------------
> *From:* michael simbolon <[email protected]>
> *To:* "[email protected]" <[email protected]>
> *Sent:* Thursday, November 10, 2011 8:37 AM
> *Subject:* Re: [saham] Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong
>
>
>  Kalau berbicara True Investor (Hidup/makan hanya dari dividen) maka di
> perlukan investasi di saham dalam jumlah sangat besar sehingga masuk akal
> tahan untuk waktu lama karena dengan dividen pun sudah bisa mencukupi
> kehidupan sehari2 (bisa sambil tidur dapat uang)
> Kalau dividen yang di dapat tidak bisa mencukupi kehidupan sehari bahkan
> jauh dari cukup, normalnya pasti tergoda menjual pada saat harga naik atau
> cut loss pada harga dibawah..
>
> Jadi faktor modal/ keuangan juga sangat mempengaruhi arah investasi kita
> (panjang/pendek)
>  *From:* Marcello Djunaidy <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Thursday, November 10, 2011 9:19 AM
> *Subject:* Re: [saham] Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong
>
>
> Yang menarik, seingat saya, LKH bilang dia gak punya saham LQ45.
>
> Nah, harusnya kan itu saringan awal ?
>
> MD
>
> On 11/9/11, Irwan Ariston Napitupulu 
> <[email protected]<http://us.mc1900.mail.yahoo.com/mc/compose?to=irwanariston%40gmail.com>>
> wrote:
> > Sebenarnya ngga harus sampai persis seperti itu sih.
> > Khan tingkat keberhasilan itu sifatnya relatif untuk setiap orangnya :)
> >
> > Kalau prinsip untuk investasi, garis2 besar yg disampaikan oleh LKH,
> > menurut saya sudah umum dan standard. Hanya saja, kebanyakan dari kita
> > ingin investasi di saham, tapi maunya instant. Tidak berani tahan 5 tahun
> > atau lebih ketika trend harga sahamnya naik. Tapi kalau tahan 5 tahun
> > karena sahamnya merugi, malah tahan. Karena umumnya khan ngga mau cut
> loss.
> > Nanti setelah BEP atau dekat2 harga modal, baru jual. Akibatnya,
> investasi
> > untuk BEP. Atau istilah yg sering saya gunakan di pelatihan adalah
> trading
> > untuk cari BEP, bukan trading untuk cari cuan/profit :)
> >
> > Sementara di sisi lain, kalau di deposito, kita berani sampai tahunan,
> > bahkan sampai 10 tahun walau sifatnya rollover setiap tahunnya atau
> setiap
> > bulannya. Dan hanya dapat bunga sekitar 5-7% setelah potong pajak per
> > tahunnya.
> >
> > Itu sebabnya, saya sering memberikan motivasi agar lebih mau invest di
> > saham untuk jangka waktu yg lebih panjang dan jangan terlalu dipikirkan.
> > Selama tentunya beli sahamnya adalah perusahaan2 yg prospeknya bagus,
> > industrinya masih bertumbuh, dan juga memiliki GCG.
> > Hasilnya lumayan koq, setidaknya jauh di atas bunga bank kalau bersabar.
> >
> > Mental atau psikologis kita sebenarnya sudah ada di dalam diri masing2
> > untuuk pegang lama. Sebenarnya bisa pegang lama, hanya saja seringnya
> > berani pegang lamanya hanya ketika harga sahamnya merugi walaupun sudah
> > tahu perusahaannya ngga bagus. Tapi ketika harga sahamnya naik dan
> untung,
> > malah ngga siap pegang lama walaupun sudah tahu perusahaannya bagus.
> > Tinggal di switch saja sebenarnya. Atau bisa juga dengan cara
> memanipulasi
> > diri sendiri yaitu, ketika pegang saham bagus untuk investasi, lalu
> > harganya naik, tinggal bilang saja ke diri sendiri, masih rugi, karena
> > harga wajarnya di 10 ribu misalkan bila saat ini harga sahamnya di 7000
> yg
> > dibeli di 5000 bbrp waktu lalu. Dengan cara demikian, maka bisa mencegah
> > untuk menjual saham tersebut.
> >
> > Istilah LKH untuk investor, sleeping partner, menurut saya sudah tepat.
> > Jadi, anggap saja investasi di saham itu sebagai deposito. Kalau
> deposito,
> > bank yang bekerja untuk kita walau hasilnya sudah dibatasi. Kalau
> investasi
> > di saham, direksi dan karyawan perusahaan itu yg bekerja untuk kita
> > menghasilkan keuntungan yg tidak dibatasi :)
> >
> > Semoga bermanfaat.
> >
> > jabat erat,
> > Irwan Ariston Napitupulu
> >
> >
> > 2011/11/9 Hendrik Limbono 
> > <[email protected]<http://us.mc1900.mail.yahoo.com/mc/compose?to=hendrik_lwww%40yahoo.com>
> >
> >
> >>
> >>
> >> Metoda yang digunakan oleh Lo Kheng Hong hanya bisa berhasil jika yang
> >> menggunakan adalah orang yang sama,
> >> dengan psikologis yang sama,
> >> dana yang sama,
> >> mengetahui informasi yang sama,
> >> serta timeframe yang sama...
> >>
> >> =======================================
> >> bei5000.com
> >>
> >>
> >>
> >
>
> --
> Sent from my mobile device
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke