Kalau saya diijinkan nimbrung:
Kelebihan utama dari AB adalah kemampuan optimasi dan backtest atas sistem
trading/afl yang kita bangun, dengan kata lain kemampuan untuk menjalankan
quantitative trading system.
Untuk ukuran PC dan harga software, kemampuan AB dalam hal ini boleh
dibilang super. 
Betulin kalau salah,
Eko
 
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
[email protected]
Sent: Thursday, November 10, 2011 10:38 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong
 
  
Bang Ian, sy lg mempertimbangkan utk trading dgn lebih serius, sy sudah beli
meja n komputer desktop baru (cape juga pake laptop) utk ini.

Sy selama ini pake chartnexus versi yg free.

Selama ini software itu sudah mencukupi utk trading, yg ingin sy tanyakan,
apa kelebihan software trading berbayar khususnya amibroker selain
kemampuannya mengenerate signal2 dgn aflnya..

Selain aflnya apalagi kelebihan amibroker ya? Thanks :)
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerryR smartphone
  _____  

From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Thu, 10 Nov 2011 10:26:07 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: [saham] Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong
 
  
Saya perhatikan sering kali orang membandingkan investasi di saham dengan
sektor riil pada kondisi yang tidak apple to apple.

Coba kalau saya balik sekarang, dengan moda 10 juta, mau usaha jualan apa?
Berapa yg bisa dihasilkan, kalau  ngga terjebak rugi/gagal usahanya? Lalu
biaya hidup sehari2nya gimana? Berapa waktu yg dihabiskan untuk buka usaha
dengan modal 10 juta itu? :)

Catatan: saya tidak sedang mendiskreditkan usaha bisnis jualan. Poin saya
hanyalah bila kita mau membandingkan dua hal, sebisa mungkin dengan kondisi
yang seimbang agar bisa dibandingkan. Bagi saya, bisnis apapun oke2 saja
selama dijalankan dengan serius.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
2011/11/10 Hendrik Limbono <[email protected]>
 
Asumsikan aja, tiap 2 tahun uang anda bisa berlipat 2x Lipat atau naik 40%
per tahun, catatan saja, Warren Buffet dan George Soros, imbal hasil tahunan
mereka HANYA 20-30% per tahun. Ok, anggaplah anda SANGAT JENIUS sehingga
bisa melipatgandakan uang anda 100% per tahun.
Dengan matematika sederhana, maka uang anda akan menjadi :
4x lipat di tahun ke - 5
16x lipat di tahun ke 9
128x lipat di tahun ke 15
Masalahnya, berapa dana yang anda miliki??
kalau anda punya 1 Miliar maka di tahun ke 11 dengan asumsi per 2 tahun naik
2x lipat, uang anda akan menjadi 128 Miliar dalam 15 tahun.
Lha, kalau dana anda hanya 10 Juta??? maka di tahun ke 15, yang anda Hanya
1,28 miliar.
Menurut saya, kalau dananya kecil mending di buat usaha, jualan atau apalah
gitu, di saham Gain 100% per tahun itu sudah luar biasa.. anggaplah anda
bisa gain 100% per tahun dengan modal 10 juta> berarti keuntungan kotor anda
adalah 10 Juta juga setelah dipotong pajak dan biaya broker.
Nah coba hitung waktu anda yang kebuang buat liat saham , atau biaya telepon
anda buat nelpon broker kalau pakai telpon atau biaya internet.
Kalau dana anda kecil dan ngotot main saham, mending beli reksadana.itu jauh
lebih murah dari segi biaya.
Sementara kalau ber-wirausaha , bepotensi mendapatkan gain lbeih besar dalam
prosentase jika dananya kecil, di saham prosentase sama aja, dana  gede
ataupun kecil. ntar kalau dananya udah gede baru masukin ke saham.
kalau dilihat dari sisi dividen, 10 juta paling gede juga setahun dapat 1
juta dividennya, mentok2 bisa 2  juta, itupun SANGAT  SANGAT JARANG SEKALI..

trus biaya hidup sehari2 darimana???
=======================================

bei5000.com
  _____  

From: michael simbolon <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>
Sent: Thursday, November 10, 2011 8:37 AM

Subject: Re: [saham] Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong
 
  
Kalau berbicara True Investor (Hidup/makan hanya dari dividen) maka di
perlukan investasi di saham dalam jumlah sangat besar sehingga masuk akal
tahan untuk waktu lama karena dengan dividen pun sudah bisa mencukupi
kehidupan sehari2 (bisa sambil tidur dapat uang)
Kalau dividen yang di dapat tidak bisa mencukupi kehidupan sehari bahkan
jauh dari cukup, normalnya pasti tergoda menjual pada saat harga naik atau
cut loss pada harga dibawah.. 
 
Jadi faktor modal/ keuangan juga sangat mempengaruhi arah investasi kita
(panjang/pendek) 
From: Marcello Djunaidy <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, November 10, 2011 9:19 AM
Subject: Re: [saham] Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong
  
Yang menarik, seingat saya, LKH bilang dia gak punya saham LQ45.

Nah, harusnya kan itu saringan awal ?

MD

On 11/9/11, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]
<mailto:irwanariston%40gmail.com> > wrote:
> Sebenarnya ngga harus sampai persis seperti itu sih.
> Khan tingkat keberhasilan itu sifatnya relatif untuk setiap orangnya :)
>
> Kalau prinsip untuk investasi, garis2 besar yg disampaikan oleh LKH,
> menurut saya sudah umum dan standard. Hanya saja, kebanyakan dari kita
> ingin investasi di saham, tapi maunya instant. Tidak berani tahan 5 tahun
> atau lebih ketika trend harga sahamnya naik. Tapi kalau tahan 5 tahun
> karena sahamnya merugi, malah tahan. Karena umumnya khan ngga mau cut
loss.
> Nanti setelah BEP atau dekat2 harga modal, baru jual. Akibatnya, investasi
> untuk BEP. Atau istilah yg sering saya gunakan di pelatihan adalah trading
> untuk cari BEP, bukan trading untuk cari cuan/profit :)
>
> Sementara di sisi lain, kalau di deposito, kita berani sampai tahunan,
> bahkan sampai 10 tahun walau sifatnya rollover setiap tahunnya atau setiap
> bulannya. Dan hanya dapat bunga sekitar 5-7% setelah potong pajak per
> tahunnya.
>
> Itu sebabnya, saya sering memberikan motivasi agar lebih mau invest di
> saham untuk jangka waktu yg lebih panjang dan jangan terlalu dipikirkan.
> Selama tentunya beli sahamnya adalah perusahaan2 yg prospeknya bagus,
> industrinya masih bertumbuh, dan juga memiliki GCG.
> Hasilnya lumayan koq, setidaknya jauh di atas bunga bank kalau bersabar.
>
> Mental atau psikologis kita sebenarnya sudah ada di dalam diri masing2
> untuuk pegang lama. Sebenarnya bisa pegang lama, hanya saja seringnya
> berani pegang lamanya hanya ketika harga sahamnya merugi walaupun sudah
> tahu perusahaannya ngga bagus. Tapi ketika harga sahamnya naik dan untung,
> malah ngga siap pegang lama walaupun sudah tahu perusahaannya bagus.
> Tinggal di switch saja sebenarnya. Atau bisa juga dengan cara memanipulasi
> diri sendiri yaitu, ketika pegang saham bagus untuk investasi, lalu
> harganya naik, tinggal bilang saja ke diri sendiri, masih rugi, karena
> harga wajarnya di 10 ribu misalkan bila saat ini harga sahamnya di 7000 yg
> dibeli di 5000 bbrp waktu lalu. Dengan cara demikian, maka bisa mencegah
> untuk menjual saham tersebut.
>
> Istilah LKH untuk investor, sleeping partner, menurut saya sudah tepat.
> Jadi, anggap saja investasi di saham itu sebagai deposito. Kalau deposito,
> bank yang bekerja untuk kita walau hasilnya sudah dibatasi. Kalau
investasi
> di saham, direksi dan karyawan perusahaan itu yg bekerja untuk kita
> menghasilkan keuntungan yg tidak dibatasi :)
>
> Semoga bermanfaat.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>
> 2011/11/9 Hendrik Limbono <[email protected]
<mailto:hendrik_lwww%40yahoo.com> >
>
>>
>>
>> Metoda yang digunakan oleh Lo Kheng Hong hanya bisa berhasil jika yang
>> menggunakan adalah orang yang sama,
>> dengan psikologis yang sama,
>> dana yang sama,
>> mengetahui informasi yang sama,
>> serta timeframe yang sama...
>>
>> =======================================
>> bei5000.com <http://bei5000.com/> 
>>
>>
>>
>

-- 
Sent from my mobile device
 
 
 
 

Kirim email ke