http://investasi.kontan.co.id/v2/read/1321455756/82903/Ini-dia-alasan-mengapa-harga-minyak-kembali-menembus-level-US-100-
Ini dia alasan mengapa harga minyak kembali menembus level US$ 100 NEW YORK. Kenaikan harga kontrak minyak di atas level US$ 100 per barel terjadi setelah Enbridge Inc mengungkapkan bahwa perusahaan akan membalikkan arah pipa Seaway, untuk membuka saluran minyak dari AS dan Kanada. Langkah strategis tersebut dilakukan Enbridge setelah ConocoPhillips mengumumkan akan menjual saham dari pipa minyak yang menghubungkan antara Cushing, Oklahoma , dan kawasan Teluk. Membalikkan arah aliran minyak dapat mengurangi kemacetan di pusat penyimpanan Cushing yang sudah menyebabkan penurunan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi acuan di New York, dibanding jenis minyak lainnya. "Enbridge mengatakan bahwa mereka akan membalikkan arah aliran pipa, sehingga mampu menyalurkan sekitar 150.000 barel minyak per hari dari Cushing ke kawasan Teluk. Hal ini akan menyebabkan harga minyak WTI menjadi lebih kompetitif," jelas Tom Bentz, broker BNP Paribas Commodity Futures Inc di New York. Catatan saja, harga kontrak minyak untuk pengantaran Desember naik 1,3% menjadi US$ 100,71 per barel di New York Mercantile Exchange. Sebelumnya, kontrak yang sama juga sempat bertengger di posisi US$ 100,92 sebarel, yang merupakan level tertinggi sejak 10 Juni lalu. Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Januari turun US$ 1,22 atau 1,2% menjadi US$ 110,96 per barel di ICE Futures Europe exchange di London.
