dengan syarat jabodetabek nggak tenggelam juga seperti th 2002 :) On 11/16/11, ZFQ <[email protected]> wrote: > http://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Pabrikan_Jepang_Siap_siap_Tinggalkan_Thailand___Indonesia_Jadi_Alternatif_&id=820069 > > *Pabrikan Jepang Siap-siap Tinggalkan Thailand...Indonesia Jadi Alternatif?* > ** > *Ipotnews* – Beberapa perusahaan Jepang yang selama ini menjadi investor > terbesar di Thailand kemungkinan bakal memindahkan pabrik mereka ke > Indonesia dan Vietnam. Keputusan ini dilakukan setelah banjir besar > menghantam Thailand sehingga mengganggu proses produksi secara global. > > “Para eksekutif perusahaan-perusahaan Jepang sangat menyadari betapa > berisikonya melakukan pemusatan (basis produksi) setelah bencana banjir > tersebut,” ujar Takahiro Sekido, Kepala Ekonom Credit Agricole CIB, Tokyo. > “Tren terbaru, investasi di Thailand akan berkurang, meskipun negara > tersebut merupakan tempat yang ideal (untuk berusaha),” papar Sekido > seperti dilansir laman *Bloomberg*, Selasa (15/11). > > Sebelumnya, Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mengusulkan pengucuran 130 > miliar baht atau sekitar 4,2 miliar dollar AS sebagai dana rekonstruksi > serta sejumlah langkah untuk mencegah banjir besar tersebut terulang > kembali di masa mendatang. > > Dia berupaya keras untuk meyakinkan para investor bahwa Thailand tetap > menjadi tempat yang aman untuk berbisnis, ketika beberapa perusahaan > multinasional, seperti Pioneer Corporation, Honda Motor Company dan Toyota > Motor Corporation, membatalkan pengumuman proyeksi laba untuk satu tahun > penuh, setelah pabrik mereka harus ditutup akibat banjir. Mereka berdalih > harus menghitung ulang setelah bencana itu. > > Selama ini, beberapa pabrikan raksasa menjadikan Thailand sebagai basis > produksi untuk kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya, sehingga ketika negara > tersebut terkena bencana, dampaknya dirasakan secara global. Tak heran jika > bencana tersebut membuat rantai pasokan, terutama untuk pabrikan otomotif > dan elektronik, menjadi terganggu. > > Kemarin, Honda mengatakan terus mengurangi produksi di pabrik mereka yang > berada di Amerika Serikat dan Kanada hingga 30 November, dan proses > produksi diharapkan kembali normal pada 1 atau 2 Desember, setelah pasokan > suku cadang dari Thailand pulih. > > Gara-gara bencana itu Honda terpaksa mengurangi produksi Amerika Utara pada > bulan ini, serta menghentikan produksi di beberapa pabriknya di sejumlah > negara Asia Tenggara. “Saat ini kami tidak bisa mengumumkan apa pun sebelum > 2 Desember,” tutur Ed Miller, juru bicara Honda yang berbasis di Detroit, > Amerika Serikat. > > Chief Financial Officer Honda, Fumihiko Ike, berharap Pemerintah Thailand > meningkatkan infrastruktur, termasuk sistem drainase. Honda, tambah Ike, > berencana mengelola produksinya secara fleksibel di beberapa mereka yang > berdekatan dengan Thailand. Selain Honda, banjir juga membuat perusahaan > asal Jepang lainnya, Canon Inc, Nissan Motor Company, Hitachi Ltd dan > Toshiba Corporation menghentikan produksi. > > “Kami mengakui perlunya untuk mempertimbangkan diversifikasi investasi di > Thailand dan negara-negara lain di masa mendatang,” tutur juru bicara > Pioneer, Hiromitsu Kimura, melalui telepon pada 10 November, sehari setelah > perusahaan itu memundurkan jadwal penyampaian proyeksi untuk pendapatan > setahun penuh karena bencana di Thailand. > > *Kesiapan Indonesia* > > Sementara itu, ASEAN yang beranggotakan sepuluh negara menargetkan tahun > 2015 membentuk pasar tunggal seperti Uni Eropa, namun tanpa mata uang > bersama. Sepanjang periode 2008-2010, berdasarkan data milik ASEAN, Jepang > tercatat sebagai investor terbesar di kawasan tersebut, melampaui Amerika > Serikat dan China. > > Indonesia dan Vietnam—yang tahun lalu lebih banyak menarik investasi asing > daripada Thailand—menurut Tohru Nishihama, ekonom di Dai-ichi Life Research > Institute, Tokyo, terus “mempercantik diri” untuk menggaet investasi lebih > banyak lagi dari Jepang. > > “Indonesia memiliki populasi yang begitu besar dan permintaan domestiknya > juga cukup kuat, sementara populasi Vietnam terus berkembang,” papar > Nishihama. Populasi Indonesia dan Vietnam tercatat lebih dari setengah > jumlah rakyat di beberapa negara ASEAN lainnya yang mencapai 591 juta orang. > > Indonesia mengimpor 200 ribu kendaraan dari Thailand setiap tahun, dan > beberapa pabrik telah ditutup sementara waktu karena kekurangan suku cadang > yang disebabkan banjir di negara tersebut > > Namun, Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, menurut Ketua Umum > Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Sudirman Maman > Rusdi, harus berbuat lebih banyak untuk memperbaiki infrastruktur, seperti > jalan, listrik, pelabuhan dan bandara untuk menarik investor. “Sepintas, > ini merupakan kesempatan emas,” ucap Rusdi. “Tetapi masalahnya apakah kita > siap?” > > Infrastruktur Thailand dan pembagian kawasan industri, menurut Yoichi > Yajima, dari Japan External Trade Organization (Jetro), menjadikan negara > itu sebagai tempat yang nyaman bagi banyak perusahaan Jepang untuk > menjalankan operasinya. > > “Saya tidak melihat adanya penarikan investasi secara besar-besaran dari > Thailand. Selama perusahaan besar seperti Toyota, Nissan, Honda, Toshiba > atau Hitachi tinggal di sini, pemasok mereka tidak akan pergi,” kata Yajima. > > Investasi langsung Jepang di Thailand tercatat mengalami lonjakan 35 persen > menjadi sekitar seratus miliar baht pada 2010, dipimpin oleh perusahaan > otomotif, logam dan industri mesin. >
------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
