* * *Inilah.com, Jakarta *- Bank Indonesia (BI) memandang dampak krisis global baru terasa di 2012 bukan di 2011.
Demikian dikatakan Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo di Jakarta, Selasa (15/11). "Di 2011, dampak krisis global ke sektor riil belum kelihatan. Yang kelihatan baru di sektor keuangan," tukasnya. Lebih jauh Perry menuturkan, penurunan ekonomi global tentu akan mempengaruhi ekonomi Indonesia. "Dari data excersize kita, dampak perlambatan ekonomi global akan lebih terasa di 2012. Pertumbuhan kita di 2011, prediksi BI tumbuh 6,5%. Kita menurunkan forecast kita untuk 2011 dari semula 6,6%," tukasnya. Sementara di 2012, BI juga menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi dari 6,7% menjadi 6,5%. Namun, beberapa sektor yang berorientasi akan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Sektor-sektor berorientasi domestik akan mengalami pertumbuhan, seperti perdagangan, telekomunikasi, dan natural resources," urainya. Ditambahkan Perry, sampai triwulan III 2011, terjadi penarikan dana keluar sebesar US$4,7 miliar yang berasal dari saham, obligasi maupun SUN.
