* * *Detik.com, Jakarta* - Bank Indonesia (BI) menyatakan makin parahnya kondisi utang di Eropa berpengaruh pada pelemahan nilai tukar rupiah. Saat ini dolar telah menembus Rp 9.000.
Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono kepada * detikFinance*, Rabu (16/11/2011). "Secara umum pelemahan kurs murni karena dampak global khususnya krisis Eropa dan Italia," kata Hartadi. Hartadi mengatakan, penurunan BI Rate 50 bps menjadi 6% diterima oleh pasar sehingga bisa menahan dampak lebih buruk krisis Eropa terhadap pelemahan nilai rupiah. BI memperkirakan laju inflasi tahun ini adalah 4% dan di 2012 adalah 5%. Saat ini memang diakui Hartadi masih ada investor asing yang "kabur" atau menarik uangnya dari Indonesia namun hanya sebatas aksi ambil untung saja. "Saat ini banyak investor asing mencoba masuk kembali ke SBN (Surat Berharga Negara)," imbuhnya. Hari ini dolar mencapai Rp 9.020 dan terus melemah ke Rp 9.030.
